Sarwendah Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya, Jawab 16 Pertanyaan Terkait Laporan Ruben

Sarwendah Tan mengunjungi Gedung Direktorat Reserse Siber (Ditressiber) Polda Metro Jaya untuk memberikan keterangan sebagai saksi.

Fikri Alfi Rosyadi
Oleh Fikri Alfi Rosyadi - Reporter
Sarwendah Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya, Jawab 16 Pertanyaan Terkait Laporan Ruben
Sarwendah Lindungi Psikologis Thalia, Pasang Badan Hadapi Akun Medsos yang Sebar Fitnah (Instagram.com/sarwendah29)

Pada hari Jumat (30/1/2026), Sarwendah Tan mengunjungi Gedung Direktorat Reserse Siber (Ditressiber) Polda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan sebagai saksi. Kehadirannya ini merupakan langkah lanjutan dari laporan yang sebelumnya diajukan oleh mantan suaminya, Ruben Onsu, mengenai dugaan pencemaran nama baik.

Pemeriksaan ini lebih difokuskan pada aktivitas akun TikTok ''@vina.run', yang diduga telah menyebarkan fitnah mengenai anak mereka, Thalia. Sarwendah datang bersama tim kuasa hukumnya untuk memberikan keterangan yang diperlukan oleh penyidik, guna memperjelas kasus yang sedang berlangsung.

Christ Sam Siwu, selaku kuasa hukum Sarwendah, menegaskan bahwa kehadiran kliennya adalah bentuk kepatuhan terhadap hukum. Pihak kepolisian mengajukan sejumlah pertanyaan terkait konten yang pernah viral dan merugikan reputasi keluarga mereka di media sosial.

"Jadi memang hari ini klien kami Sarwendah sebagai warga negara Indonesia yang baik telah datang ke Polda Metro Jaya di Unit Cyber terkait dengan akun TikTok yang dulu pernah viral, yang melakukan fitnah terhadap klien kami dan anaknya, Thalia," ungkap Christ Sam Siwu di Polda Metro Jaya, Jumat (30/1).

Melampaui Batas dan Menyerang Pribadi

Laporan ini terdaftar dengan nomor LP/B/5364/VII/2025/SPKT/POLDA METRO JAYA sejak bulan Juli tahun lalu. Sarwendah merasa perlu untuk berbicara karena narasi yang disampaikan oleh akun tersebut telah dianggap melampaui batas dan menyerang secara pribadi.

"Jadi ini adalah laporan dari RO (Ruben Onsu). Kami sebagai klien dan saksi korban. Saksi korban ini adalah pihak yang sangat dirugikan akibat viralnya akun TikTok 'Finaran'. Tadi, kami telah mengajukan sekitar 16 pertanyaan kepada klien kami," ungkap Christ.

Tindakan Hukum Diambil Untuk Mencapai Keadilan

Sarwendah menekankan bahwa keputusan untuk mengambil langkah hukum ini dilakukan demi keadilan bagi anak-anaknya. Ia berharap agar pihak penyidik dapat segera menyelesaikan kasus ini sehingga fitnah yang beredar di masyarakat tidak semakin meluas.

"Semoga dengan tindakan ini bisa makin jelas. Jadi ini adalah salah satu tindakan nyata dari aku. Karena menyangkut anak, aku akan terus memperjuangkan hak-haknya, memberikan rasa nyaman, memberikan perlindungan kepada anak-anak aku," ujar Sarwendah.

Dalam situasi ini, Sarwendah merasa perlu untuk bertindak tegas demi melindungi anak-anaknya dari isu yang merugikan.

Ia percaya bahwa keadilan harus ditegakkan agar anak-anaknya dapat tumbuh dalam lingkungan yang aman dan nyaman. Dengan tindakan hukum yang diambil, Sarwendah berharap agar semua pihak dapat memahami betapa pentingnya perlindungan terhadap anak-anak dalam menghadapi berbagai tantangan di masyarakat.

Rekomendasi