Sarwendah Bersikap Keras, Fitnah Tak Bisa Dibalas dengan Mudah
Pihak Sarwendah menunjukkan bahwa mereka tidak akan dengan mudah menerima tawaran perdamaian dari pemilik akun TikTok '@vina.run'.
Sarwendah dan tim hukum mengambil tindakan tegas terkait kasus pencemaran nama baik yang menimpa keluarganya. Mereka menegaskan bahwa tidak akan mudah membuka peluang untuk damai dengan pemilik akun TikTok '@vina.run'.
Langkah ini diambil untuk memberikan pelajaran kepada masyarakat agar tidak sembarangan menyebarkan berita bohong di media sosial. Christ Sam Siwu, pengacara Sarwendah, menyatakan bahwa permintaan maaf saja tidak cukup untuk menghapus dampak psikologis yang dialami oleh kliennya.
"Saksi korban, yang mana nanti itu coba didiskusikan dengan pelapor. Tapi kalaupun ditanya, klien kami sempat bilang bahwa untuk memberikan efek jera, ya kami tidak akan semudah itu untuk memaafkan. Kita harus lihat tindakan nyatanya juga," tegas Christ Sam Siwu di Polda Metro Jaya, Jumat (30/1).
Tidak ingin berdamai
Christ sangat khawatir jika kasus ini diselesaikan secara damai, pelaku mungkin akan mengulangi tindakan serupa di masa depan. Oleh karena itu, ia menegaskan pentingnya menjalankan proses hukum sesuai dengan ketentuan yang ada, agar keadilan dapat ditegakkan untuk saksi korban.
"Jangan dibilang memaafkan lalu mengulangi lagi kan kita enggak tahu," ucap Christ, menekankan bahwa tindakan hukum perlu diambil untuk mencegah terulangnya perbuatan yang sama. Di sisi lain, Sarwendah merasa lelah dengan berita bohong yang terus menerus menghampirinya. Ia percaya sudah saatnya untuk mengambil tindakan nyata agar fitnah tersebut berhenti dan tidak lagi disebarluaskan ke publik dengan cara yang salah.
"Lama-lama kan capek juga ya kalau diomongin terus. Jadi kayaknya harus ada tindakan nyata supaya hoaks itu tidak makin berkembang," ujar Sarwendah, menunjukkan keinginannya untuk menghentikan penyebaran informasi yang menyesatkan. Ia berharap langkah konkret dapat mengakhiri isu yang merugikan dirinya dan orang-orang di sekitarnya.
Proses Hukum
Setelah menjalani proses hukum, kuasa hukum kliennya mencatat adanya penurunan signifikan dalam jumlah komentar negatif yang muncul di media sosial. Penurunan ini dianggap sebagai hasil positif dari ketegasan yang diperlihatkan oleh pihak Sarwendah dalam menangani isu tersebut.
"Mungkin teman-teman lebih tahulah ya. Tapi setahu kami setelah kami melakukan tindakan, semuanya sudah berkurang. Alhamdulillah," pungkas Christ Sam Siwu. Hal ini menunjukkan bahwa tindakan yang diambil dapat memberikan dampak yang baik bagi reputasi kliennya di dunia maya.
Ponsel Milik Pelaku Telah Berpindah Kepemilikan
Kini, pihak kepolisian telah menyita akun yang dimaksud sebagai barang bukti dalam penyelidikan. Namun, penyidik menemukan informasi baru mengenai perangkat yang digunakan oleh pelaku dalam kasus ini.
Menurut kuasa hukum Sarwendah, Christ Sam Siwu, terdapat informasi yang menyatakan bahwa ponsel yang dipakai untuk mengunggah konten fitnah itu telah berpindah tangan. Meskipun demikian, pihak kepolisian tetap berkomitmen untuk melacak identitas asli di balik akun tersebut.