Sarwendah Tegaskan Kunjungan ke Gunung Kawi Hanya untuk Konten Horor, Bukan Pesugihan
Mengenai isu pesugihan, pengacara Sarwendah, Simon Abraham, menegaskan bahwa menjaga keamanan psikologis keluarga kliennya.
Sarwendah, melalui kuasa hukumnya, memberikan klarifikasi mengenai tuduhan praktik pesugihan di Gunung Kawi. Pihaknya merasa perlu untuk menjelaskan situasi ini demi menjaga kesehatan mental anak-anaknya yang terpapar berita tidak benar di media sosial.
Pengacara Sarwendah, Simon Abraham, menegaskan bahwa keamanan psikologis keluarga kliennya adalah prioritas utama yang tidak bisa ditawar. Sarwendah merasa penting untuk melindungi anak-anaknya serta meluruskan narasi negatif yang beredar demi kebaikan mereka.
"Klien kami beranggapan ini harus diluruskan. Jangan didiamkan berkelanjutan berkepanjangan. Ini bahaya, bisa jadi bola liar yang memang ujung-ujungnya kembali lagi anak-anak kan mendengar, melihat berita," ujar Simon Abraham di Jakarta Selatan, Senin (18/05/2026).
Simon menambahkan bahwa penting bagi Sarwendah untuk memberikan penjelasan agar anak-anaknya tidak terpengaruh oleh informasi yang salah.
Chris Sam Siwu, pengacara lainnya, menjelaskan bahwa awalnya mereka ragu untuk menanggapi berita miring tersebut. Namun, ia menekankan bahwa Sarwendah tidak memiliki kepercayaan terhadap ritual mistis semacam itu, sehingga tuduhan tersebut sangat tidak masuk akal.
"Awalnya itu kita bilang tidak penting karena memang seperti tidak masuk akal ya. Seorang Sarwendah melakukan hal-hal seperti itu karena memang dari kehidupannya dia tidak pernah memercayai soal pesugihan," jelas Chris Sam Siwu.
Sarwendah sendiri sudah berada di Gunung Kawi sejak lama untuk keperluan produksi, dan ia merinci waktu kejadian agar masyarakat tidak salah paham terhadap video lama yang kembali viral.
Perlu kami klarifikasi
Simon Abraham menjelaskan, "Perlu kami luruskan bahwa yang terjadi adalah sebenarnya pada saat itu, sudah cukup lama video itu, kira-kira 2021-2022. Jadi saat itu memang ada syuting podcast Kakak Beradik." Dalam proses syuting yang bertema horor tersebut, seluruh kru serta pengisi acara harus mengunjungi lokasi-lokasi yang dianggap ikonis. Kegiatan ini dilakukan dengan transparan, melibatkan tim yang lengkap, dan didokumentasikan dengan baik.
Lebih lanjut, Simon menambahkan, "Memang pada saat itu klien kami bersama timnya ke sana untuk syuting. Podcast, podcast. Podcast jadi memang temanya horor. Memang ada pengambilan gambar dan video di sana. Jelas-jelas begitu." Hal ini menunjukkan bahwa proses syuting dilakukan dengan serius dan profesional, serta mengedepankan aspek dokumentasi yang rapi.
Bertanggung jawab
Simon Abraham mengekspresikan kekecewaannya terhadap tindakan individu yang tidak bertanggung jawab, yang berusaha mencari perhatian dengan menyebarkan fitnah yang sangat merugikan. Ia mengatakan, "Ini pemberitaan yang sebenarnya mungkin niatnya menghibur begitu ya awalnya, mencari sensasi begitu tapi dengan viral seperti ini cukup merugikan klien kami namanya disebut-sebut. Ini kan fitnah," tutupnya.
Dalam pandangannya, tindakan tersebut tidak hanya mencoreng nama baik kliennya, tetapi juga menciptakan dampak negatif yang lebih luas bagi pihak-pihak yang terlibat. Abraham berharap agar masyarakat lebih bijak dalam menerima informasi dan tidak mudah terpengaruh oleh berita yang tidak jelas kebenarannya.