KSP Dudung Ungkap Kondisi WNI yang Ditangkap Israel
Kemlu mengatakan jumlah WNI yang ditangkap Israel kini bertambah menjadi tujuh orang.
Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman mengungkapkan kondisi warga negara Indonesia (WNI) yang ditangkap otoritas Israel dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0. Menurut dia, sebanyak 4 WNI dalam kondisi rawan di atas kapal.
Berdasarkan informasi Kementerian Luar Negeri, dari 9 WNI anggota Global Peace Convoy Indonesia atau GPCI yang tergabung dalam misi tersebut, 5 WNI dilaporkan ditangkap. Sementara, 4 WNI lainnya masih berada di kapal berbeda di sekitar perairan Siprus atau Mediterania Timur.
Informasi terbaru dari Kemlu menyebut WNI yang ditangkap Israel bertambah menjadi 7 orang.
"Situasi di lapangan masih sangat dinamis. Empat WNI yang masih berlayar juga berada dalam kondisi rawan. Karena itu, pemerintah terus melakukan langkah perlindungan," kata Dudung dikutip dari siaran persnya, Rabu (20/5/2026).
Kecaman Keras
Dia menegaskan pemerintah Indonesia mengecam keras tindakan militer Israel yang mencegat sejumlah kapal dan menangkap relawan WNI dalam misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla atau GSF 2.0 di sekitar perairan Siprus, Mediterania Timur.
Dudung telah berkoordinasi langsung dengan Kementerian Luar Negeri untuk memastikan langkah perlindungan terhadap WNI yang terlibat dalam misi kemanusiaan tersebut.
'Tadi saya ditanya rekan-rekan wartawan tentang adanya warga Indonesia yang ditahan oleh tentara Israel. Memang betul, saya langsung berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri mengenai masalah ini," ujarnya.
Dudung menjelaskan Kementerian Luar Negeri telah melakukan koordinasi awal dengan sejumlah perwakilan RI, yaitu KBRI Ankara, KBRI Kairo, KBRI Roma, KBRI Amman, dan KJRI Istanbul.
Dalam Posisi Siaga
Koordinasi tersebut mencakup langkah antisipatif, termasuk penerbitan Surat Perjalanan Laksana Paspor atau SPLP apabila paspor WNI disita, serta dukungan medis apabila diperlukan.
Selain itu, perwakilan RI juga melakukan pendekatan kepada otoritas setempat untuk memastikan akses transit dan proses kepulangan WNI dapat berjalan tanpa hambatan keimigrasian.
"Perwakilan RI terkait dalam posisi siaga untuk menindaklanjuti setiap notifikasi dari otoritas setempat. Pemerintah akan terus memantau perkembangan situasi, memverifikasi posisi dan kondisi para WNI, serta menyiapkan langkah perlindungan sesuai kebutuhan di lapangan," jelas Dudung.
Menurut dia, Indonesia telah bergabung dengan sembilan negara lain, yaitu Turki, Bangladesh, Brasil, Kolombia, Jordania, Libya, Maladewa, Pakistan, dan Spanyol dalam pernyataan bersama yang mengutuk keras serangan Israel terhadap GSF.
"Pemerintah Indonesia mendesak Israel untuk segera melepaskan seluruh kapal dan awak misi kemanusiaan internasional yang ditahan, serta menjamin kelanjutan penyaluran bantuan kemanusiaan kepada rakyat Palestina sesuai hukum humaniter internasional," tegas Dudung.