Umi Cinta Buka Suara soal Masuk Surga Bayar Rp1 Juta, Sampai Sumpah Demi Allah dan Al-Quran
Umi Cinta menanggapi tuduhan bahwa pengajian yang diadakannya menyimpang dari ajaran Islam, dan ia membantah pernyataan tersebut.
Pengelola pengajian Umi Cinta akhirnya memberikan klarifikasi setelah isu mengenai pengajian tersebut menjadi topik hangat dalam seminggu terakhir. Diketahui, pengajian yang berlangsung di Perumahan Dukuh Zamrud, Mustikajaya, Bekasi, dituduh menjanjikan surga kepada jemaah yang berinfak sebesar Rp1 juta.
Umi Cinta menegaskan bahwa pengajian yang ia selenggarakan tidak menyimpang dari ajaran agama Islam, meskipun banyak orang yang mengklaim sebaliknya.
Dia juga menegaskan bahwa tidak ada kebenaran dalam tuduhan yang menyebutkan adanya iming-iming untuk masuk surga bagi jemaah yang memberikan infak Rp1 juta.
"Demi Allah tidak pernah menjanjikan tiket masuk surga kepada jemaah," ujarnya setelah mengadakan pertemuan dengan MUI Kota Bekasi dan Forkopimda pada Kamis (14/8/2025).
Ngaku Mengajak Kebaikan
Dia memastikan bahwa pengajian yang dia pimpin memiliki kesamaan dengan pengajian lainnya yang umum diadakan. Tidak ada janji-janji atau tawaran menarik yang diberikan kepada peserta.
"Saya hanya mengajak kebaikan dan membaca Alquran," ujarnya singkat.
Dengan pendekatan yang demikian, dia berharap dapat menarik perhatian lebih banyak orang untuk bergabung tanpa merasa tertekan oleh janji-janji yang tidak realistis. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat ikatan spiritual dan meningkatkan pemahaman terhadap ajaran agama.
"Saya hanya mengajak kebaikan dan membaca Alquran," ujarnya singkat,
MUI Kota Bekasi Sebut Pengajian Umi Cinta Tidak Sesat
Ketua MUI Kota Bekasi, Saefudin Siroj, menegaskan bahwa semua isu yang beredar di media sosial mengenai adanya 'tiket masuk surga' dengan infak sebesar Rp1 juta tidak memiliki dasar yang jelas.
"Tidak benar, berita itu lebih kepada hoaks dan fitnah, harus dihentikan. Maka tidak boleh berspekulasi dan menafsirkan sendiri-sendiri atau berkomentar tanpa dasar dan tujuan yang berdasarkan data konkret objektif," ujarnya saat dihubungi Kamis (14/8/2025).
MUI menilai informasi yang beredar mengenai pengajian tersebut lebih bersifat subjektif dan cenderung muncul dari ketidakpahaman masyarakat.
"Itu inti yang harus disampaikan kepada masyarakat. Saya tidak main-main dalam hal ini. Karena dari pertanyaan yang kita sampaikan, tidak ada yang terkonfirmasi bahwa berita yang di luar itu benar adanya. Tidak ada," tegasnya.
Saefudin juga meminta agar pihak kelurahan dan kecamatan Mustikajaya dapat memfasilitasi mediasi untuk memulihkan hubungan yang harmonis.
"Harus ada mediasi dan sinkronisasi hubungan yang bagus, berdasarkan husnudzon dan niat baik untuk melanjutkan pengajian itu. Sayang pengajiannya jika berhenti, nanti kita rugi kalau diberhentikan. Jadi tidak ada indikasi tersesat, maka perlu dilanjutkan," paparnya.
Pengajian akan Dipindahkan untuk Sementara Waktu
Untuk meredakan ketegangan yang masih ada, pihaknya merekomendasikan agar kegiatan pengajian dihentikan sementara dan dipindahkan ke masjid terdekat.
"Kami berharap agar besok dapat terjalin kolaborasi antara RT, RW setempat, dan Ibu Umi Cinta. Kami serahkan kepada aparat setempat. MUI sudah menyelesaikan tugasnya untuk mengonfirmasi apakah ajaran tersebut sesat atau tidak. Sudah ada kesimpulan bahwa beliau tidak menyampaikan ajaran atau paham yang menyesatkan," ungkapnya.
Kedepannya, MUI akan melakukan koordinasi dengan tokoh masyarakat, pemerintah setempat, Polsek, dan Koramil untuk mengawasi pengajian tersebut, termasuk DKM yang akan menjadi lokasi baru kegiatan Umi Cinta.
"Mengenai pengajian, prosesnya akan dilakukan secara bertahap, namun harus melibatkan tokoh masyarakat setempat dan instansi terkait. Insya Allah, pengawasan akan dilaksanakan," tutup Saefudin.