Ratusan Pengemudi Bus Terminal Pulogebang Antusias Ikuti Cek Kesehatan Gratis Selama Arus Mudik-Balik
Ratusan pengemudi bus di Terminal Pulogebang antusias memanfaatkan layanan Cek Kesehatan Gratis selama periode arus mudik dan balik, memastikan kondisi prima demi keselamatan perjalanan.
Sebanyak 214 pengemudi bus di Terminal Terpadu Pulogebang, Jakarta Timur, telah memanfaatkan fasilitas Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang disediakan. Program ini berlangsung selama periode 14 hingga 28 Maret 2026, mencakup masa arus mudik dan balik. Inisiatif ini bertujuan untuk memastikan kondisi kesehatan para pengemudi tetap optimal saat bertugas.
Layanan CKG ini meliputi serangkaian pemeriksaan dasar yang penting bagi kesehatan pengemudi. Pemeriksaan tersebut antara lain meliputi pengukuran tekanan darah, kadar gula darah, serta skrining penyakit menular dan tidak menular. Pelayanan ini disesuaikan dengan kelompok usia masing-masing peserta.
Untuk dapat mengikuti program CKG ini, para pengemudi hanya perlu menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) sebagai syarat pelaporan data. Kemudahan akses ini mendorong partisipasi aktif dari para pengemudi bus. Program ini menjadi langkah preventif penting dalam menjaga keselamatan perjalanan.
Deteksi Dini Penyakit dan Temuan Utama
Dokter Nanda, salah satu petugas di posko kesehatan Terminal Pulogebang, mengungkapkan bahwa partisipasi pengemudi cukup tinggi. "Sejak arus mudik 14 Maret hingga arus balik 28 Maret ini, ada 214 pengemudi bus yang datang ke posko kesehatan terminal untuk melakukan cek kesehatan gratis," ujarnya di Jakarta, Sabtu. Angka ini menunjukkan kesadaran pengemudi akan pentingnya kesehatan.
Dari hasil skrining yang dilakukan, penyakit tekanan darah tinggi atau hipertensi menjadi temuan paling banyak di kalangan pengemudi. "Selama ini, cukup banyak kasus tekanan darah tinggi di kalangan pemilir. Ketahuannya setelah melakukan skrining," kata Nanda. Deteksi dini ini memungkinkan penanganan lebih lanjut jika diperlukan.
Meskipun demikian, Nanda memastikan bahwa hingga saat ini tidak ada temuan penyakit berat yang mengharuskan rujukan ke rumah sakit. Hal ini menunjukkan bahwa kondisi kesehatan umum para pengemudi masih dalam batas aman. Selain itu, persediaan medis di posko kesehatan tersebut juga dilaporkan masih mencukupi untuk melayani kebutuhan.
Layanan Tambahan dan Kesiapan Personel Medis
Selain program Cek Kesehatan Gratis, posko di Terminal Pulogebang juga menyediakan layanan vaksinasi campak bagi anak-anak. Perawat Sri Haryati menjelaskan bahwa layanan ini diberikan mengingat kasus campak yang sedang ramai. "Karena kasusnya sedang ramai, kami juga menyediakan vaksinasi campak bagi anak yang belum mendapatkannya," tutur Sri. Ini menunjukkan perhatian terhadap kesehatan masyarakat luas.
Kesiapan personel medis menjadi prioritas dalam penyelenggaraan layanan kesehatan ini. Sri Haryati mengungkapkan bahwa setiap hari, sekitar sembilan personel disiagakan di posko kesehatan tersebut. Mereka bekerja secara bergantian dari puskesmas setempat.
Satu tim medis biasanya terdiri dari berbagai profesi, meliputi dokter, perawat, petugas kesehatan lingkungan, analis, petugas admin, dan pengemudi. Kolaborasi tim ini memastikan pelayanan kesehatan dapat berjalan optimal dan komprehensif. Posko layanan kesehatan di Terminal Pulogebang ini sendiri dijadwalkan beroperasi hingga 29 Maret 2026, seperti disampaikan oleh Komandan Regu Operasional Terminal Pulogebang, Daryanto.
Sumber: AntaraNews