Prabowo Ungkap Alasan Gaji Guru di Indonesia Tak Bisa Membaik, Singgung Kebocoran Anggaran
Prabowo menyampaikan, total kebocoran anggaran yang dialami Indonesia mencapai USD 150 miliar atau Rp2.500 triliun per tahun.
Presiden Prabowo Subianto menjelaskan alasan gaji pegawai negeri dan guru di Indonesia tidak bisa membaik. Hal ini dikarenakan banyaknya kebocoran anggaran di Indonesia yang sudah lama terjadi, sehingga negara tak memiliki dana untuk memperbaiki gaji guru.
"Saya ingin saudara-saudara NU sebagai pemimpin, sebagai ulama, sebagai guru, sebagai pembimbing rakyat, harus mengerti kenapa gaji guru tidak bisa baik, kenapa gaji pegawai negeri tidak bisa baik, kenapa anggaran selalu kurang? Iya kan? Karena uangnya enggak ada, diambil terus," kata Prabowo saat menghadiri penutupan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU, di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, Selasa (23/6).
Dia menyampaikan, total kebocoran anggaran yang dialami Indonesia mencapai USD 150 miliar atau Rp2.500 triliun per tahun. Prabowo menegaskan pemerintahannya sedang melalukan perbaikan untuk mencegah dan memberantas kebocoran anggaran yang merugikan rakyat.
"Begitu banyak uang kita menguap, hilang. Dan ini pemerintahan yang saya pimpin, saya bertekad untuk berbuat yang terbaik untuk menghentikan kebocoran-kebocoran ini," tuturnya.
Soroti Praktik Under Invoicing
Prabowo menyoroti praktik under invoicing atau laporan palsu nilai ekspor sebagai salah satu penyebab kebocoran kekayaan negara. Dia menyebut para pengusaha itu berbohong dengan meyebut menjual 500 ton, padahal 1.000 ton.
"Artinya apa? Artinya negara rugi. Setelah kita hitung, ini angka kembali lagi dari PBB, kita telah rugi USD 908 miliar selama 34 tahun atau Rp15.000 triliun, Rp15.000 triliun!" jelas Prabowo.