PNM Salurkan Beasiswa kepada 1.590 Anak Keluarga Prasejahtera, Perluas Cakupan Pemberdayaan

PT Permodalan Nasional Madani (PNM) menyalurkan Beasiswa PNM kepada 1.590 anak dari keluarga prasejahtera di seluruh Indonesia, menegaskan komitmennya dalam mendukung pendidikan dan masa depan generasi muda.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
PNM Salurkan Beasiswa kepada 1.590 Anak Keluarga Prasejahtera, Perluas Cakupan Pemberdayaan
PT Permodalan Nasional Madani (PNM) menyalurkan Beasiswa PNM kepada 1.590 anak dari keluarga prasejahtera di seluruh Indonesia, menegaskan komitmennya dalam mendukung pendidikan dan masa depan generasi muda. (AntaraNews)

PT Permodalan Nasional Madani (PNM), di bawah naungan Danantara Indonesia, baru-baru ini menyalurkan beasiswa pendidikan yang signifikan. Bantuan ini diberikan kepada 1.590 anak dari keluarga prasejahtera di seluruh tanah air, menunjukkan komitmen kuat terhadap pendidikan.

Inisiatif Beasiswa PNM ini secara khusus bertujuan membantu para penerima untuk melanjutkan pendidikan mereka ke jenjang yang lebih tinggi dan meraih impian. Program ini mencakup berbagai tingkatan, mulai dari Sekolah Dasar (SD), Sekolah Luar Biasa (SLB), hingga perguruan tinggi, memastikan akses pendidikan yang merata.

Direktur Utama PNM, Kindaris, menegaskan bahwa penyaluran beasiswa ini merupakan langkah strategis perusahaan dalam pemberdayaan. Hal ini untuk membuka kesempatan lebih baik bagi generasi muda dari keluarga kurang mampu agar dapat berkontribusi pada bangsa.

Kindaris menyatakan bahwa pendidikan adalah jalan penting untuk membuka kesempatan lebih baik bagi keluarga prasejahtera dan memutus rantai kemiskinan. Setiap anak berhak memiliki kesempatan untuk belajar dan meraih masa depan yang lebih cerah dengan bekal ilmu.

Melalui program PNM Scholarship, perusahaan menyalurkan beasiswa kepada putra-putri berprestasi dari nasabah aktif program Mekaar dan ULaMM. Mereka tersebar di berbagai wilayah Indonesia, menjangkau pelosok negeri.

Langkah ini menunjukkan komitmen PNM tidak hanya pada pengembangan usaha ultra mikro, tetapi juga pada peningkatan kualitas sumber daya manusia secara holistik. PNM ingin hadir mendampingi keluarga nasabah tidak hanya dalam usaha, tetapi juga dalam menjaga harapan anak-anak mereka melalui pendidikan.

Pendekatan penyaluran Beasiswa PNM ini menandai perluasan cakupan pemberdayaan yang dijalankan PNM selama ini secara signifikan. Sebelumnya, dukungan PNM kepada nasabah lebih banyak berfokus pada penguatan usaha ultra mikro dan ekonomi keluarga.

Lewat PNM Scholarship, sasaran pemberdayaan diperluas hingga menyentuh anggota keluarga nasabah, khususnya anak-anak sebagai generasi penerus. Diharapkan keluarga prasejahtera tidak hanya memiliki usaha yang terus bertumbuh, tetapi juga harapan yang lebih besar bagi generasi berikutnya melalui pendidikan berkualitas.

Data menunjukkan bahwa masih banyak anak-anak di Indonesia yang belum memiliki akses pendidikan yang layak dan memadai. Menurut UNICEF, sekitar 4,3 juta anak dan remaja usia 7-18 tahun di Indonesia masih berada di luar sekolah. Risiko anak putus sekolah ini jauh lebih tinggi dialami oleh keluarga miskin, penyandang disabilitas, dan anak di wilayah tertinggal.

Selain itu, data Susenas 2025 dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menunjukkan bahwa alasan tidak ada biaya menyumbang 20,35 persen angka anak tidak sekolah. Kondisi ini menggarisbawahi urgensi program Beasiswa PNM dalam mendukung keberlanjutan pendidikan dan mengurangi angka putus sekolah.

Salah satu penerima manfaat program beasiswa ini adalah keluarga nasabah Unit Mekaar Kabat 2, Banyuwangi, Sinta Ratnasari. Anaknya, Efi Adelya Rachma, seorang siswa kelas 8 di sebuah SLB, menjadi salah satu dari 1.590 anak yang beruntung menerima Beasiswa PNM tahun ini. Sinta menyebut bantuan ini sangat membantu kebutuhan sekolah anaknya dan berharap banyak keluarga prasejahtera lain yang menerima program serupa di masa mendatang.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi