Prabowo Buka Penyebab Gaji Guru dan ASN Kecil, Sebut Kekayaan Indonesia Banyak Mengalir ke Luar Negeri
Prabowo menyebut arus keluar-masuk kekayaan negara sebenarnya sudah terjadi sejak lama, bahkan sejak era Orde Baru.
Presiden Prabowo Subianto menilai kecilnya gaji guru, aparat penegak hukum, hingga aparatur sipil negara (ASN) tidak terlepas dari lemahnya kemampuan anggaran negara. Menurutnya, kondisi tersebut dipengaruhi oleh besarnya aliran kekayaan Indonesia ke luar negeri yang berlangsung dalam jangka panjang.
Prabowo menyebut arus keluar-masuk kekayaan negara sebenarnya sudah terjadi sejak lama, bahkan sejak era Orde Baru. Ia juga menyinggung kondisi Indonesia pada era 1950-an di masa pemerintahan Presiden Soekarno yang disebutnya dipenuhi berbagai tekanan akibat intervensi asing dan pemberontakan di sejumlah daerah.
“Kalau kita melihat masa tahun 50-an, masa pemerintahan Bung Karno, sekali lagi saya bukan membela Bung Karno, walaupun memang Bung Karno milik bangsa. Kita tidak bisa memilih tahun 50-an terus disibukkan oleh intervensi asing,” kata Prabowo saat membuka pidato Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal RAPBN Tahun Anggaran 2027 di Kompleks Parlemen Jakarta, Rabu (20/5/2026).
Prabowo menilai situasi politik dan keamanan pada masa itu membuat pembangunan ekonomi Indonesia tidak berjalan optimal. Menurutnya, kondisi serupa juga terjadi pada awal era Orde Baru yang masih dibayangi berbagai persoalan nasional.
Ia kemudian menyoroti kondisi ekonomi Indonesia dalam 22 tahun terakhir yang disebutnya sebagai fenomena “inflow-outflow”. Meski Indonesia tidak mengalami krisis ekonomi besar dalam periode tersebut, Prabowo menilai terjadi ketimpangan arus kekayaan negara.
Berdasarkan data yang ia sebut berasal dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), total keuntungan ekonomi Indonesia selama 22 tahun mencapai sekitar 436 miliar dolar AS. Namun, sekitar 343 miliar dolar AS justru mengalir ke luar negeri.
“Ini angka-angka dari PBB,” kata Prabowo.
Menurutnya, kondisi itu menyebabkan hanya sebagian kecil kekayaan yang benar-benar bertahan di dalam negeri. Akibatnya, kemampuan fiskal pemerintah menjadi terbatas.
“Itu sebabnya gaji guru kecil, gaji-gaji aparat penegak hukum kecil, gaji-gaji ASN kecil. Ini yang selalu anggaran tidak cukup, anggaran tidak kuat dan sebagainya,” ujarnya.
Prabowo Ungkap Alasan Hadir Langsung di DPR
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo mengaku sengaja hadir langsung dalam Rapat Paripurna DPR RI untuk menyampaikan arah kebijakan ekonomi dan fiskal pemerintah dalam RAPBN 2027.
Ia menilai situasi geopolitik dan geoekonomi dunia saat ini penuh dengan konflik, ketegangan, dan ketidakpastian, sehingga Presiden perlu menjelaskan langsung kondisi negara di hadapan parlemen dan masyarakat.
“Saya sengaja minta waktu untuk berdiri di hadapan saudara-saudara sekalian, untuk menyampaikan langsung sendiri arah kebijakan ekonomi dan fiskal negara kita, sebagai pembicaraan pendahuluan dalam penyusunan rancangan APBN 2027,” kata Prabowo.
Konflik Global Berdampak ke Indonesia
Prabowo menyoroti meningkatnya konflik di berbagai kawasan dunia, termasuk di Eropa dan Timur Tengah. Meski lokasi konflik berada jauh dari Indonesia, ia menilai dampaknya tetap terasa terhadap kehidupan masyarakat dan kondisi ekonomi nasional.
“Kita sekarang sebagai bangsa menghadapi tantangan geopolitik dan geoekonomi yang penuh dengan konflik, ketegangan, dan ketidakpastian. Peperangan terjadi di banyak tempat, bahkan di Eropa dan Timur Tengah, yang walaupun jauh dari kita ternyata memiliki dampak yang sangat besar terhadap kehidupan,” ujarnya.
Karena itu, Prabowo merasa perlu menyampaikan langsung pokok-pokok kebijakan ekonomi dan arah pengelolaan negara kepada publik. Sebagai Presiden yang telah disumpah di hadapan rakyat dan DPR RI, ia menegaskan memiliki tanggung jawab untuk menjelaskan kebijakan pemerintah secara terbuka.
“Oleh karena itu, karena kondisi yang kita hadapi seperti ini, saya berpendapat bahwa Presiden RI harus hadir langsung menyampaikan pokok-pokok pikiran perekonomian dan pengelolaan negara,” tutur Prabowo.