3 dari 5 Pelaku Penembakan 2 Warga Musi Rawas Ditangkap, Motif Rebutan Kawal Truk CPO
Aksi brutal tersebut dipicu konflik perebutan pengawalan truk pengangkut minyak mentah kelapa sawit atau Crude Palm Oil (CPO) di area operasional PT SPA.
Aparat kepolisian berhasil meringkus tiga dari lima pelaku penembakan terhadap dua warga di Kabupaten Musi Rawas, Sumatra Selatan. Aksi brutal tersebut dipicu konflik perebutan pengawalan truk pengangkut minyak mentah kelapa sawit atau Crude Palm Oil (CPO) di area operasional PT SPA.
Tiga pelaku yang telah diamankan masing-masing berinisial JA (62), L (27), dan AR (25). JA ditangkap di kediamannya pada Senin (19/5) malam, sementara L dan AR dibekuk polisi di lokasi persembunyian mereka pada Selasa (20/5).
Penembakan Bermula dari Ketegangan di Lokasi Truk CPO
Insiden berdarah itu terjadi pada Senin (18/5) sore di Desa Semeteh, Kecamatan Muara Kelingi, Musi Rawas. Saat itu, korban berinisial E (45), S (30), dan F (55) tengah berada di depan rumah bersama sejumlah saksi.
Di lokasi tersebut, para korban menghentikan sebuah truk tangki pengangkut CPO yang melintas. Situasi kemudian memanas setelah sebuah mobil Toyota Yaris berwarna oranye dan Mitsubishi Triton warna perak datang dan memotong jalur kendaraan tersebut.
Ketegangan semakin meningkat ketika tersangka JA turun dari kendaraan sambil membawa rotan dan melakukan intimidasi terhadap salah seorang saksi berinisial HB.
Tiga Kali Tembakan Dilepaskan
Cekcok yang terjadi di lokasi akhirnya berujung aksi kekerasan. Polisi menyebut JA diduga memerintahkan adiknya, tersangka L, untuk menembak para korban menggunakan senjata api rakitan.
Tersangka L kemudian melepaskan tiga kali tembakan. Tembakan pertama mengenai lengan kanan korban S, sementara dua peluru lainnya menghantam leher bagian kanan korban E.
Di saat bersamaan, tersangka AR bersama seorang pelaku lain yang kini masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) diduga melakukan pengeroyokan terhadap korban F menggunakan batu.
Satu pelaku lain berinisial S yang juga masih buron diketahui membawa senapan angin dan sempat mengancam warga di sekitar lokasi kejadian.
Polisi Kejar Dua Pelaku yang Masih Buron
Usai melakukan penyerangan, para pelaku melarikan diri ke arah Lubuklinggau dan Muara Lakitan. Namun, aparat kepolisian bergerak cepat melakukan pengejaran hingga akhirnya berhasil menangkap tiga pelaku.
"Tiga dari lima pelaku penembakan dan pengerokan sudah ditangkap, dua lagi masih buron," ungkap Kapolres Musi Rawas AKBP Agung Adhitya Prananta, Rabu (20/5).
Dalam pengungkapan kasus ini, polisi turut menyita sejumlah barang bukti, di antaranya satu unit Mitsubishi Triton warna perak, satu unit Toyota Yaris warna oranye, tongkat bisbol, sebilah pedang, satu pucuk senapan angin, serta senjata api rakitan warna perak berikut dua butir amunisi kaliber 9 mm.
Selain itu, petugas juga mengamankan dua proyektil peluru yang ditemukan di lokasi kejadian maupun dari tubuh korban.
Dipicu Perebutan Pengawalan Truk
Kapolres Musi Rawas AKBP Agung Adhitya Prananta mengungkapkan bahwa motif utama aksi penembakan tersebut berkaitan dengan perebutan pengawalan truk pengangkut CPO.
"Motifnya karena rebutan soal pengawalan truk pengangkut CPO," kata Agung.
Ia menegaskan pihak kepolisian tidak akan memberi ruang terhadap aksi premanisme maupun penggunaan senjata api ilegal yang membahayakan masyarakat.
Menurutnya, pengungkapan cepat kasus ini menjadi langkah penting untuk menjaga stabilitas keamanan sekaligus mencegah munculnya konflik horizontal di wilayah Musi Rawas.