Sosok Ryamizard Ryacudu di Mata Mantan Ketua MK: Hati-Hati dalam Ambil Keputusan
Kenangan itu disampaikan Jimly usai menghadiri pemakaman Ryamizard di TMP Kalibata, Jakarta Selatan, Senin (1/6).
Mantan Ketua MK Jimly Asshiddiqie menyebut Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu sebagai sosok profesional dan tak gegabah saat mengambil keputusan.
Kenangan itu disampaikan Jimly usai menghadiri pemakaman Ryamizard di TMP Kalibata, Jakarta Selatan, Senin (1/6).
"Saya bergaul cukup lama dengan almarhum. Saya mau jadi saksi, beliau orang baik, profesional, enggak macam-macam," ujar Jimly.
Menurut Jimly, kedekatannya dengan Ryamizard terjalin sejak lama. Keduanya juga pernah bekerja bersama di Dewan Gelar, Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan.
"Dia sebagai Menhan merangkap ketua, saya wakil ketua. Lima tahun kami kerja bareng. Dalam mengambil keputusan dia sangat profesional, sangat hati-hati. Semua aspek dipertimbangkan," katanya.
Jimly mengaku sudah mengenal Ryamizard sejak era reformasi. Saat Ryamizard menjabat Kepala Staf Angkatan Darat, keduanya kerap berdiskusi soal perubahan ketatanegaraan dan reformasi.
Menurut dia, Ryamizard bukan hanya sosok tentara profesional, tapi juga memahami tuntutan reformasi TNI.
"Beliau paham aspirasi reformasi. Paham perubahan yang dibutuhkan, tapi tetap profesional sebagai tentara," jelasnya.
Tokoh Panutan TNI
Jimly juga menilai Ryamizard sebagai salah satu tokoh panutan di lingkungan TNI. Nama besar keluarganya, kata dia, ikut melekat kuat terutama di kampung halamannya di Palembang, Sumatera Selatan.
"Orang tuanya itu legenda hidup di Sumsel. Jadi ketokohan keluarga juga mempengaruhi bagaimana masyarakat melihat Pak Ryamizard," ucapnya.
Bagi Jimly, kepergian Ryamizard menjadi kehilangan besar. Ia berharap sosok-sosok seperti Ryamizard dan mertuanya, mantan Wakil Presiden Try Sutrisno, bisa menjadi teladan bagi generasi penerus.
"Mudah-mudahan tokoh seperti Pak Ryamizard makin banyak dicontoh generasi berikutnya," tandas dia.