Hasto PDIP Bicara soal Pembungkaman: Sikap Kritis Masyarakat Wujud Cinta Tanah Air
"Sikap kritis adalah tanggung jawab politik setiap warga negara Indonesia karena rasa cinta kepada tanah air. Sikap kritis tidak bisa dihadapi dengan represi."
Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto meminta agar aparat penegak hukum tak melakukan pembungkaman terhadap kelompok-kelompok kritis di Indonesia. Ia menyatakan bahwa kritik merupakan elemen penting dalam kehidupan demokrasi dan harus dipandang sebagai bentuk kepedulian warga negara terhadap bangsa.
Hal ini disampaikan Hasto saat dalam amanatnya saat memimpin Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih dalam rangka Hari Lahir Pancasila yang digelar di Halaman Parkir Masjid At Taufiq, Lenteng Agung, Jakarta Selatan (Jaksel), Senin (1/6).
"Sikap kritis adalah tanggung jawab politik setiap warga negara Indonesia karena rasa cinta kepada tanah air. Sikap kritis tidak bisa dihadapi dengan represi," kata Hasto.
Ia menyampaikan PDIP mencermati berbagai kekhawatiran yang berkembang di masyarakat sipil terkait menyempitnya ruang kritik. Hasto berujar bahwa negara tidak boleh merespons pandangan kritis masyarakat dengan cara-cara yang berpotensi membatasi kebebasan sipil.
"PDI Perjuangan sangat mengkhawatirkan terhadap menguatnya militerisme. Kita juga menolak berbagai bentuk pembungkaman terhadap komponen masyarakat yang kritis sebagaimana sering disuarakan oleh masyarakat sipil akhir-akhir ini," ujarnya.
Hasto juga mengaitkan pentingnya perlindungan terhadap kelompok kritis dengan nilai-nilai kemanusiaan yang terkandung dalam Pancasila. Pasalnya, kata dia kemanusiaan menuntut hadirnya kebebasan warga negara untuk berpendapat, berserikat, dan berkumpul tanpa rasa takut.
"Ia harus menjadi realitas dalam kehidupan sehari-hari yang mewujud sebagai kemerdekaan dari rasa takut, kemerdekaan berpendapat, berserikat, dan berkumpul. Kemanusiaan ini menentang berbagai bentuk penyalahgunaan kekuasaan aparatur negara yang seharusnya melindungi rakyatnya," jelas Hasto.
Kritik Sebagai Penyeimbang
Ia juga menyinggung pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menegaskan pentingnya kontrol dan mekanisme check and balances dalam demokrasi. Hasto memandang hal tersebut perlu diterjemahkan secara konkret oleh seluruh institusi negara, termasuk aparat penegak hukum.
"Berbagai kritik sebagai partai penyeimbang ini telah diakui pentingnya, bahkan diapresiasi oleh Presiden Prabowo yang menegaskan bahwa demokrasi memang memerlukan kontrol, memerlukan check and balances, dan inilah yang dijalankan oleh PDI Perjuangan sebagai partai penyeimbang," ujar dia.
Pesan buat Aparat Penegak Hukum
Hasto juga meminta agar seluruh aparat penegak hukum menjadikan semangat demokrasi sebagai pedoman dalam menjalankan tugas. Hal ini, kata dia sejalan dengan apa yang disampaikan oleh Presiden Prabowo baru-baru ini.
"Maka dalam pernyataan pers, kami menegaskan bahwa pernyataan Presiden Prabowo di rapat paripurna juga harus diikuti oleh seluruh aparat penegak hukum agar tidak ada lagi pembungkaman terhadap kelompok kritis," kata Hasto.