Presiden Prabowo Tegaskan Terbuka dengan Kritik Asal Niatnya Baik
Presiden Prabowo menyatakan bahwa dirinya bukan anti kritik. Ia mau dikritik asal dengan data yang benar dan punya niat baik.
Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa dirinya terbuka dengan segala kritikan yang disampaikan oleh para pengamat.
Namun, ia menyesalkan apabila kritikan tersebut memiliki motif jahat dan menimbulkan kebencian serta kecemasan bagi masyarakat.
Hal ini disampaikan Prabowo saat menjawab pertanyaan dari Pemimpin Redaksi SCTV-Indosiar, Retno Pinasti dalam acara diskusi bersama jurnalis senior, pengamat, dan pakar di Hambalang, Jawa Barat, Selasa 17 Maret 2026. Retno menanyakan tanggapan Prabowo terhadap kritikan dari pengamat dan pers.
"Pengamat itu kritik semua kritik itu baik dan membantu. Tapi ada orang yang kritik dengan niat motivasi yang enggak baik. Ngerti enggak ? Dia kritik justru untuk menimbulkan kebencian atau kecurigaan atau kecemasan. Ini menurut saya it's not good (tidak baik)," kata Prabowo sebagaimana dilihat dari siaran Youtube Liputan6, Jumat (20/3/2026).
"Satu, niatnya apa motivasinya apa ya kan. Kalau motivasinya evil, niatnya tuh niat jahat aja, itu enggak baik," sambungnya.
Kritik Berdasarkan Fakta
Kepala Negara tak mempersoalkan apabila kritikan yang disampaikan berdasarkan fakta yang terjadi di lapangan. Namun, Prabowo mengingatkan agar tak menyampaikan kritikan yang mengada-ada dan tak berbasis data real di lapangan.
"Semua kritikan baik tapi kalau kritik berdasarkan suatu kebencian dan kau mengada-ada dan kau tidak punya data. Itu menurut saya kurang baik. Itu filosofi saya," jelasnya.
Dirinya pun mengaku mendengar dan menerima informasi di lapangan. Dia mencontohkan soal keluhan dari anak-anak di Nias melalui media sosial yang meminta pembangunan jembatan untuk berangkat ke sekolah.
"Suatu saat saya kaget itu tahun berapa, mungkin 1 tahun yang lalu gitu saya dikasih lihat, 'Pak ini ada anak-anak di Nias', ini nih saya ingatin nama ternyata baru saya tahu. Dia teriak, nama saya dipanggil," tutur Prabowo.
Ia pun langsung membangunkan jembatan di daerah tersebut agar anak-anak tak perlu lagi bertaruh nyawa untuk menyebrangi sungai. Tak hanya itu, Prabowo memerintahkan agar Yamisa, anak yang meminta pembangunan jembatan, diberikan beasiswa untuk sekolah ke perguruan tinggi.
"Yamisa namanya. Saya tanya Yamisa ini anaknya berani polos gitu. Yang saya sedih kalau you denger itu Yamisa kelas berapa, saya kelas 12 (3 SMA). Kamu mau (melanjutkan pendidikan) kemana nanti?, 'orang tua kami miskin, saya ingin belajar tapi orang tua kami miskin, tidak mampu Bapak'," ujar Prabowo.
"Saya sudah perintahkan apapun yang terjadi kasih beasiswa sekolahkan anak itu," imbuh dia.
Prabowo menuturkan dirinya memiliku filosofi hidup untuk membantu banyak orang apabila memiliki kemampuan. Hal ini diajarkan Prabowo kepada orang-orang terdekatnya.
"Kalau tidak bisa bantu banyak orang, bantu beberapa orang. Kalo tidak bisa bantu beberapa orang, bantu satu orang. Kalau satu orang pun anda tidak bisa bantu, jangan bikin susah orang lain. Thats my philosophy. Saya ajarin semua itu. Kalau kamu lihat ada orang sulit, berhenti. Apa yang kau bisa bantu," pungkas dia.
Prabowo Sentil Pengamat
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyentil pengamat-pengamat yang kerap mengkritik dan tak menyukai keberhasilan pemerintah.
Prabowo menilai pengamat-pengamat tersebut memiliki berbagai motivasi menyerang pemerintah, seperti merasa dirugikan karena kebijakan yang dibuat.
"Ya ini pengamat-pengamat ada beberapa macam menurut saya ada pengamat-pengamat yang tidak suka pemerintahnya sendiri berhasil karena berbagai motivasi. Tapi menurut saya mereka itu menurut saya sikap mereka itu sikap yang sempit, bukan sikap patriotik," kata Prabowo saat memimpin sidang kabinet paripurna di Istana Negara Jakarta, Jumat (13/3/2026).
"Mungkin karena merasa kalah, tidak punya kekuasaan, atau ada pihak yang hilang rejeki, terutama maling-maling, koruptor-koruptor ya kan, ya merasa rugi dong dengan pemerintah kita," sambungnya.
Dia menegaskan akan menertibkan pengamat-pengamat tersebut. Prabowo mengaku memiliki data-data siapa saja pengamat yang kerap membuat narasi mencemaskan masyarakat dan sosok yang membiayai mereka.
"Ya saya juga punya data-data intelijen ya kan. Kalau dulu kan saya di luar pemerintah, sekarang saya presidennya, jadi saya tiap hari dapat laporan intel ya kan. Jadi saya mengertilah, saya sudah tahu siapa yang biayai-biayai. Pada saatnya lah kita tertibkan itu semua," jelasnya.
Kendati begitu, Prabowo masih melakukan cara-cara yang baik dalam menertibkan pihak-pihak tersebut. Dia juga meyakini masyarakat dapat melihat bukti kerja keras pemerintah.
"Tapi sekarang kita masih berusaha dengan cara-cara yang meyakinkan. Saya percaya dengan evidence based. Dengan bukti, rakyat kita akan mengerti. Jadi pengamat-pengamat, menurut saya ada yang motivasinya ingin menimbulkan kecemasan rakyat. Saya juga tidak mengerti pemikirannya seperti apa karena kita satu negara kan satu kapal," tutur Prabowo.