DPR Minta Kepala BGN Baru Fokus Benahi Kualitas Program MBG Papua untuk Indonesia Emas 2045
Anggota DPR RI Yan Mandenas mendesak Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru untuk membenahi kualitas pelaksanaan Program MBG Papua demi gizi peserta didik dan mencapai Indonesia Emas 2045.
Anggota Komisi XIII DPR RI, Yan P Mandenas, menyuarakan harapannya agar kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru dapat fokus membenahi kualitas pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG). Permintaan ini khusus ditujukan untuk program di Papua, demi memastikan manfaatnya dirasakan optimal oleh peserta didik. Pergantian pimpinan BGN ini disebut sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk mengevaluasi dan meningkatkan program strategis nasional.
Pemerintah telah melakukan pergantian kepemimpinan di BGN, mencopot Dadan Hindayana sebagai Kepala BGN pada 2 Juni 2026 dan menggantinya dengan Nanik S Deyang. Nanik sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala BGN, menunjukkan adanya kesinambungan dalam kepemimpinan. Langkah ini diharapkan dapat menjawab masukan masyarakat dan hasil pengawasan DPR terhadap pelaksanaan MBG di berbagai daerah.
Yan Mandenas menekankan bahwa Program MBG memiliki peran krusial dalam mendukung peningkatan gizi peserta didik di seluruh Indonesia. Program ini juga bertujuan untuk menyiapkan generasi muda yang sehat, cerdas, dan produktif. Hal ini sejalan dengan visi besar Indonesia Emas 2045 yang membutuhkan sumber daya manusia berkualitas tinggi.
Peningkatan Kualitas dan Tantangan Geografis Program MBG Papua
Jajaran pimpinan baru BGN diharapkan dapat lebih memfokuskan perhatian pada peningkatan kualitas layanan Program MBG. Ini mencakup penyusunan menu yang bergizi, proses pengolahan makanan yang higienis, serta distribusi yang efisien ke sekolah-sekolah penerima manfaat. Peningkatan kualitas ini menjadi kunci utama agar tujuan program tercapai secara maksimal.
Tantangan pelaksanaan MBG di Papua memerlukan perhatian serius, terutama di daerah-daerah terpencil. Kondisi geografis Papua yang berbeda dengan daerah lain menuntut pengelolaan program yang efektif dan tepat sasaran. Pendekatan khusus diperlukan untuk mengatasi hambatan logistik dan memastikan makanan bergizi sampai ke tangan peserta didik.
Anggota DPR tersebut juga mendorong agar pelaksanaan program tidak hanya fokus pada aspek kualitas gizi. Lebih jauh, MBG diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat lokal. Hal ini dapat dicapai melalui pemanfaatan bahan pangan yang tersedia di daerah masing-masing, memberdayakan petani dan produsen lokal.
Evaluasi Kepemimpinan dan Harapan untuk Perbaikan Menyeluruh
Pergantian kepemimpinan di Badan Gizi Nasional (BGN) merupakan sinyal adanya evaluasi dari pemerintah terhadap kinerja program. Presiden Prabowo Subianto telah mencopot Dadan Hindayana dari posisi Kepala BGN. Dadan Hindayana diberhentikan terhitung sejak tanggal 2 Juni 2026, menandai berakhirnya masa jabatannya.
Posisi Kepala BGN kini diemban oleh Nanik S Deyang, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala BGN. Penunjukan Nanik diharapkan membawa angin segar dan perbaikan signifikan dalam pelaksanaan MBG. Pengalaman Nanik sebagai wakil kepala diharapkan dapat mempercepat adaptasi dan implementasi strategi baru.
Yan Mandenas berharap evaluasi kepemimpinan BGN ini menjadi momentum penting untuk perbaikan menyeluruh. Tujuannya adalah agar pelaksanaan Program MBG di Tanah Papua semakin berkualitas, merata, dan memberikan manfaat nyata. Manfaat ini tidak hanya bagi peserta didik, tetapi juga bagi masyarakat luas yang terlibat dalam rantai pasok pangan.
Sumber: AntaraNews