DPR RI Dorong Program Makan Bergizi Gratis Papua di Wilayah 3T, Pastikan Gizi Anak Terpenuhi
Komisi XIII DPR RI mendesak percepatan implementasi Program Makan Bergizi Gratis Papua di wilayah 3T, memastikan seluruh anak di pedalaman mendapatkan asupan gizi optimal.
Komisi XIII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI secara aktif mendorong implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di seluruh wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) di Tanah Papua. Inisiatif ini bertujuan untuk memastikan pemerataan akses gizi bagi anak-anak di daerah pedalaman. Anggota DPR RI menekankan pentingnya program ini untuk masa depan generasi muda Indonesia, khususnya di enam provinsi di Tanah Papua.
Program MBG, yang awalnya diprioritaskan bagi penerima manfaat di wilayah 3T secara nasional, kini menjadi fokus utama di Papua. Observasi menunjukkan bahwa implementasi program ini masih lebih banyak terlihat di perkotaan. Oleh karena itu, DPR RI berharap program prioritas ini dapat segera menjangkau daerah 3T agar anak-anak di sana memperoleh asupan gizi yang layak.
Sasaran utama dari program ini adalah siswa mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Taman Kanak-kanak (TK), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA)/Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di daerah 3T. Kebutuhan gizi yang baik sangat krusial bagi pertumbuhan dan perkembangan mereka. Presiden meluncurkan program MBG ini untuk seluruh anak Indonesia, sehingga anak-anak di pedalaman pun harus merasakan manfaatnya.
Pemerataan Akses Gizi di Wilayah 3T Papua
Anggota Komisi XIII DPR RI, Yan P Mandenas, menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis harus diprioritaskan bagi penerima manfaat di wilayah 3T, khususnya di enam provinsi Tanah Papua. Saat ini, program tersebut masih lebih banyak berjalan di perkotaan. Kondisi ini menjadi perhatian serius bagi DPR RI untuk memastikan pemerataan akses gizi.
Mandenas mengungkapkan, "Sementara dari pengamatan kami program MBG berjalan di wilayah perkotaan, tetapi ke depan mengharapkan pogram prioritas ini dapat berjalan di wilayah 3T sehingga generasi muda di daerah itu bisa memperoleh asupan gizi yang baik." Pernyataan ini menyoroti kesenjangan implementasi yang perlu segera diatasi. Anak-anak di daerah terpencil memiliki hak yang sama untuk mendapatkan nutrisi yang memadai.
Siswa dari jenjang PAUD, TK, hingga SMA/SMK di daerah 3T sangat membutuhkan perhatian pemerintah pusat melalui program MBG. Asupan gizi yang cukup sangat vital untuk mendukung tumbuh kembang dan potensi akademik mereka. "Program MBG yang diluncurkan bapak presiden bagi seluruh anak-anak di Indonesia, sehingga anak-anak di wilayah pedalaman pun harus memperoleh manfaatnya," tambah Mandenas, menekankan inklusivitas program.
Peran Kepala Daerah dan Komitmen DPR RI
Keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Tanah Papua sangat bergantung pada dukungan dan komitmen kepala daerah. Baik bupati maupun gubernur diwajibkan untuk mensukseskan program ini di setiap wilayahnya. Dukungan aktif dari pemerintah daerah menjadi kunci utama dalam memastikan program ini berjalan efektif dan merata.
Mandenas secara tegas menyatakan, "Kepala daerah wajib memberikan dukungan kepada suksesnya program MBG di wilayahnya, terkhususnya di wilayah pedalaman atau 3T. Kami inginkan program MBG ini menyasar seluruh generasi muda, bukan hanya di wilayah perkotaan." Penekanan ini menunjukkan bahwa tanggung jawab tidak hanya ada di pusat, tetapi juga di tingkat lokal untuk menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
Komisi XIII DPR RI tidak akan tinggal diam dan berencana memanggil para kepala daerah di Papua, termasuk gubernur, bupati, dan wali kota. Pemanggilan ini bertujuan untuk membahas implementasi Program Makan Bergizi Gratis di daerah masing-masing. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa program strategis ini benar-benar memberikan dampak positif.
Pertemuan dengan kepala daerah diharapkan dapat "menyegarkan kembali" pemahaman tentang manfaat besar di balik program MBG. Mandenas menambahkan, "Kami ingin menyegarkan kembali untuk bagaimana manfaat besar di balik program MBG yang dapat bermanfaat menyiapkan generasi Indonesia menjadi orang-orang hebat di tahun 2045." Ini menunjukkan visi jangka panjang program dalam membentuk masa depan bangsa.
Sumber: AntaraNews