Khofifah Ajak SPPG Perkuat Tata Kelola Program MBG untuk Kualitas dan Ketepatan Sasaran
Gubernur Khofifah ajak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan pemerintah daerah perkuat tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jatim. Hal ini krusial untuk menjaga kualitas layanan dan ketepatan sasaran penerima manfaat.
Surabaya, Jawa Timur – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan pentingnya penguatan tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayahnya. Ajakan ini ditujukan kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) bersama seluruh pemerintah kabupaten/kota, guna memastikan kualitas layanan dan ketepatan sasaran penerima manfaat.
Pernyataan tersebut disampaikan Khofifah dalam keterangan yang diterima di Surabaya pada Sabtu (04/4). Menurutnya, pendampingan langsung dari kepala daerah merupakan faktor kunci yang akan memperkuat pelaksanaan MBG, baik dari aspek distribusi, mutu layanan, maupun akurasi sasaran program.
Keterlibatan aktif para kepala daerah melalui pemantauan langsung di setiap titik pelaksanaan menjadi esensi keberhasilan program ini. Khofifah menekankan bahwa Program MBG, yang telah berjalan lebih dari satu tahun, memerlukan penguatan dan penyempurnaan berkelanjutan untuk mencapai hasil optimal.
Keterlibatan Kepala Daerah Kunci Keberhasilan Program MBG
Gubernur Khofifah Indar Parawansa secara tegas menyatakan bahwa peran kepala daerah sangat vital dalam menjamin kualitas dan efektivitas Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pendampingan dan pemantauan langsung dari pimpinan daerah akan memastikan setiap tahapan program berjalan sesuai standar yang diharapkan. “Pendampingan langsung dari kepala daerah akan memperkuat kualitas pelaksanaan MBG, baik dari sisi distribusi, mutu layanan, maupun ketepatan sasaran,” ujar Khofifah.
Inisiatif ini bertujuan untuk mereplikasi praktik baik yang telah terbukti berhasil di beberapa daerah, sekaligus mengidentifikasi dan membenahi kendala yang mungkin muncul di lapangan. Dengan demikian, program dapat terus disempurnakan dan memberikan dampak maksimal bagi masyarakat.
Keterlibatan aktif ini juga mencakup evaluasi berkala terhadap mekanisme distribusi dan kualitas makanan yang disalurkan. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa setiap penerima manfaat mendapatkan asupan gizi yang sesuai dan layak.
Sinergi SPPG dan Pemerintah Daerah untuk Generasi Emas 2045
Khofifah turut menyoroti pentingnya sinergi yang kuat antara SPPG, pemerintah daerah, dan berbagai pihak terkait lainnya. Kolaborasi ini esensial untuk menjaga keberlanjutan Program MBG yang merupakan inisiatif Presiden Prabowo Subianto dalam mendukung terwujudnya Generasi Emas Indonesia 2045.
Program MBG dirancang tidak hanya untuk mengatasi persoalan gizi, tetapi juga sebagai investasi jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia dan masa depan bangsa. Melalui program ini, diharapkan angka malnutrisi dan stunting dapat berkurang, serta tumbuh kembang anak-anak, kesehatan ibu hamil, dan ibu menyusui dapat meningkat.
Secara khusus, Gubernur Khofifah memberikan apresiasi kepada SPPG Pondok Pesantren (Ponpes) Al Anwar Bangkalan. Ponpes tersebut dinilai telah memberikan kontribusi signifikan dalam pemenuhan gizi santri dan siswa, menjadikannya contoh praktik baik yang patut dicontoh.
Dampak Ekonomi dan Replikasi Praktik Baik Program MBG
Deputi Bidang Penyaluran dan Penyediaan Badan Gizi Nasional (BGN), Brigjen (Purn) Suardi Samiran, menyampaikan apresiasi atas komitmen Gubernur Khofifah dalam mendorong percepatan implementasi MBG di Jawa Timur, khususnya di wilayah Madura. Badan Gizi Nasional (BGN) sendiri merupakan lembaga pemerintah yang dibentuk oleh Presiden untuk melaksanakan tugas pemenuhan gizi nasional.
Menurut Suardi Samiran, SPPG Ponpes Al Anwar Bangkalan merupakan pelopor pelaksanaan MBG di Pulau Madura dan dapat menjadi referensi bagi daerah lain yang ingin mengimplementasikan program serupa. Keberhasilan di Bangkalan menunjukkan bahwa dengan tata kelola yang baik, program ini bisa berjalan efektif.
Program MBG tidak hanya berdampak pada peningkatan kualitas gizi, tetapi juga memberikan efek ekonomi signifikan di daerah. Keterlibatan UMKM, petani, dan nelayan lokal dalam rantai pasok program ini dapat mendorong perekonomian masyarakat secara lebih luas.
Ketua Yayasan Ponpes Al Anwar Bangkalan, KH Muchlis, menambahkan bahwa keberadaan MBG di Bangkalan tidak lepas dari peran Gubernur Khofifah yang secara aktif mendorong agar program tersebut dapat dinikmati oleh siswa dan guru di pondok pesantren.
Sumber: AntaraNews