Kepala Daerah se-Tanah Papua Deklarasikan Komitmen Percepatan Eliminasi TBC di Sorong
Para kepala daerah di Tanah Papua bersatu dalam Deklarasi Sorong, berkomitmen untuk **percepatan eliminasi TBC** melalui pendekatan sanitasi berbasis komunitas dan penguatan kesehatan lingkungan.
Para kepala daerah tingkat kabupaten dan kota di seluruh Tanah Papua telah menyatukan langkah. Mereka fokus pada **percepatan eliminasi tuberkulosis (TBC)**, sebuah penyakit menular yang masih menjadi tantangan kesehatan serius di wilayah tersebut.
Komitmen bersama ini ditandai dengan penandatanganan deklarasi di Kota Sorong pada Sabtu, 30 Mei. Acara ini menjadi momentum penting untuk memperkuat upaya penanggulangan TBC melalui pendekatan sanitasi berbasis komunitas.
Wali Kota Sorong, Septinus Lobat, menyatakan bahwa pertemuan ini membuktikan komitmen kolektif dalam memperkuat kesehatan masyarakat. Kehadiran para pemimpin daerah menunjukkan keseriusan untuk mengatasi tantangan kesehatan di seluruh Tanah Papua.
Komitmen Bersama dalam Deklarasi Sorong
Dalam pertemuan penting di Kota Sorong, para kepala daerah menandatangani "Deklarasi Sorong". Deklarasi ini memuat tujuh komitmen bersama yang bertujuan untuk **percepatan eliminasi TBC** dan penguatan kesehatan lingkungan di Tanah Papua.
Komitmen tersebut mencakup percepatan eliminasi TBC melalui pembangunan sanitasi berbasis komunitas. Selain itu, penguatan kolaborasi lintas sektor juga menjadi fokus utama, melibatkan berbagai pihak untuk mencapai tujuan bersama.
Peningkatan kualitas higiene dan sanitasi pada pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga termasuk dalam deklarasi. Pengembangan sistem pemantauan lingkungan berbasis masyarakat, peningkatan kapasitas sumber daya manusia kesehatan lingkungan, serta pengembangan model pembangunan kesehatan berbasis kearifan lokal Papua turut menjadi bagian dari janji tersebut. Terakhir, penguatan peran masyarakat dalam menjaga lingkungan yang sehat juga ditekankan.
Tantangan dan Pendekatan Holistik Eliminasi TBC
Menurut Wali Kota Septinus Lobat, upaya penanggulangan TBC tidak bisa hanya mengandalkan pengobatan medis. Pendekatan ini harus dibarengi dengan perbaikan kualitas lingkungan dan perubahan perilaku masyarakat secara menyeluruh.
Faktor-faktor seperti kepadatan hunian, minimnya ventilasi rumah, serta keterbatasan akses air bersih masih menjadi masalah. Rendahnya penerapan perilaku hidup bersih dan sehat juga berkontribusi pada tingginya risiko penularan TBC di sejumlah wilayah Papua.
Septinus menegaskan bahwa TBC sangat erat kaitannya dengan kondisi lingkungan tempat tinggal dan perilaku sehari-hari. Oleh karena itu, perbaikan sanitasi, edukasi masyarakat, dan keterlibatan semua pihak menjadi bagian penting dalam strategi **percepatan eliminasi TBC**.
Peran Penting Sanitasi dan Keamanan Pangan
Ketua Aliansi Kabupaten/Kota Peduli Sanitasi (Akkopsi), Dadang Supriatna, menyatakan bahwa deklarasi ini menjadi dasar penguatan kerja sama. Tujuannya adalah menciptakan lingkungan yang sehat dan bebas penyakit di seluruh Tanah Papua. Kesehatan merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat, bukan hanya pemerintah.
Sementara itu, Ketua Umum Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (Hakli), Agung Sumantri, menekankan pentingnya peran tenaga kesehatan lingkungan. Mereka mendukung **percepatan eliminasi TBC** melalui pendampingan teknis, penyusunan kebijakan, edukasi masyarakat, hingga pengawasan sanitasi di lapangan.
Selain isu TBC, para kepala daerah juga menyoroti pentingnya keamanan pangan dalam Program MBG. Mereka menilai kualitas gizi makanan harus didukung dengan penerapan standar higiene dan sanitasi yang ketat mulai dari proses pengolahan hingga penyajian makanan.
Data Pemerintah Kota Sorong menunjukkan upaya signifikan dalam penanganan TBC. Sepanjang tahun 2025, temuan kasus TBC mencapai 1.003 kasus, atau sekitar 95 persen dari target penemuan kasus, dengan tingkat keberhasilan pengobatan mencapai 71 persen. Selama periode Januari hingga April 2026, tercatat sebanyak 410 kasus TBC berhasil ditemukan dan ditangani, menunjukkan komitmen nyata dalam **percepatan eliminasi TBC**.
Sumber: AntaraNews