Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI menegaskan komitmennya untuk menindaklanjuti persoalan hak asasi manusia (HAM) serta aspirasi masyarakat di Tanah Papua. Langkah ini akan ditempuh melalui mekanisme kelembagaan dan jalur advokasi politik. Tujuannya adalah memastikan persoalan tersebut mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat.
Ketua Komite III DPD RI, Filep Wamafma, menyatakan seluruh anggota DPD RI asal Tanah Papua telah menyepakati langkah bersama. Mereka akan mengawal isu-isu strategis daerah secara formal dan berkelanjutan. Forum-forum resmi DPD RI akan menjadi wadah utama untuk pembahasan ini.
Filep menekankan bahwa DPD RI sebagai lembaga harus memberikan kontribusi pemikiran secara institusional kepada pemerintah. Hal ini bertujuan agar persoalan Papua tidak dibiarkan berlarut-larut. Koordinasi dengan Wakil Ketua DPD RI Yoris Raweyai juga telah dilakukan untuk memastikan tindak lanjut yang efektif.
Advertisement
Advertisement
DPD RI menegaskan komitmennya untuk mengatasi isu hak asasi manusia di Papua yang memerlukan solusi komprehensif. Lembaga ini berupaya memastikan setiap masalah HAM lintas sektor dibahas dan ditindaklanjuti sesuai mekanisme kerja kelembagaan DPD RI. Ini menunjukkan keseriusan dalam penanganan isu-isu krusial di wilayah tersebut.
Filep Wamafma menyoroti pentingnya peran DPD RI sebagai lembaga yang memberikan kontribusi pemikiran secara institusional. Upaya ini diharapkan dapat mempercepat penyelesaian persoalan. Koordinasi intensif dengan pihak terkait lainnya juga menjadi bagian penting dari strategi ini.
Koordinasi dengan Wakil Ketua DPD RI Yoris Raweyai, yang juga berasal dari daerah pemilihan Provinsi Papua, telah dilakukan. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa setiap persoalan, khususnya yang berkaitan dengan HAM, dibahas secara mendalam. Tindak lanjut akan dilakukan sesuai prosedur kelembagaan yang berlaku.
Advertisement
Advertisement
Keterlibatan elemen masyarakat seperti lembaga adat, lembaga gereja, dan organisasi kemasyarakatan dinilai sangat penting. Partisipasi mereka akan memperkuat upaya DPD RI dalam menyelesaikan kompleksitas persoalan sosial politik secara konstitusional. Hal ini diharapkan berdampak positif terhadap situasi keseluruhan di Tanah Papua.
Dinamika politik dan sosial di Tanah Papua saat ini mendapat perhatian serius dari pimpinan DPD RI. Oleh karena itu, dukungan dari semua pihak terkait sangat dibutuhkan untuk menciptakan solusi yang berkelanjutan. Kolaborasi ini menjadi kunci untuk mencapai stabilitas dan keadilan di wilayah tersebut.
Filep juga menekankan pentingnya optimalisasi peran tiga lembaga politik daerah dalam kerangka otonomi khusus (otsus). Lembaga tersebut adalah Majelis Rakyat Papua (MRP), Fraksi Otsus DPRP, dan Fraksi Otsus DPRK. Mereka diharapkan mampu menjalankan fungsi representasi kultural orang asli Papua secara efektif.
Advertisement
Ruang-ruang aspirasi yang berjalan optimal sesuai dengan tugas dan fungsi akan memudahkan penyelesaian berbagai permasalahan di Tanah Papua. Ini mencakup masalah hak-hak masyarakat adat, perempuan, atau masalah sosial. Dengan demikian, tidak semua persoalan harus diakomodasi ke tingkat pusat.
Advertisement
Sebagai Ketua Komite III DPD RI, Filep Wamafma menyatakan komitmennya untuk mengakomodasi aspirasi dari berbagai pihak. Termasuk di antaranya adalah organisasi masyarakat sipil. Tujuannya adalah mendorong solusi yang konkret dan berkelanjutan bagi Papua.
Apabila fungsi lembaga daerah dalam kerangka otsus tidak optimal, jalur advokasi di tingkat nasional melalui DPD RI tetap akan ditempuh. Ini merupakan bagian dari mekanisme konstitusional yang tersedia. DPD RI Kawal HAM Papua secara menyeluruh dan berjenjang.
Koordinasi lintas kelembagaan akan terus dilakukan secara intensif. Hal ini bertujuan menjaga hubungan politik antara pusat dan daerah tetap terjalin baik. Respons terhadap persoalan di Papua diharapkan dapat dilakukan secara terstruktur dan berkeadilan, demi kemajuan Tanah Papua.
Advertisement
Sumber: AntaraNews