BRIN Minta Maaf Usai Salah Tampilkan Lambang Garuda Pancasila
BRIN meminta maaf setelah mengunggah desain Garuda Indonesia yang tidak sesuai ketentuan dalam peringatan Hari Lahir Pancasila 2026.
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyampaikan permohonan maaf setelah unggahan peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026 menuai kontroversi karena menampilkan lambang Garuda Pancasila yang tidak sesuai dengan ketentuan resmi.
Melalui akun media sosial resminya, BRIN mengakui adanya kekeliruan pada desain lambang negara yang digunakan dalam konten ucapan Hari Lahir Pancasila.
Kesalahan tersebut terletak pada tampilan lambang Garuda yang tidak mengikuti pakem resmi, terutama terkait jumlah helai bulu pada bagian sayap dan ekor.
"BRIN Indonesia menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas kesalahan dalam tayangan konten peringatan Hari Lahir Pancasila yang telah kami bagikan," tulis BRIN melalui akun X @brin_indonesia, Selasa (2/6/2026).
Unggahan itu mendapat perhatian publik setelah sejumlah pengguna media sosial menyoroti perbedaan desain lambang yang ditampilkan dengan lambang negara yang telah ditetapkan secara resmi.
Gambar Telah Diperbaiki
BRIN menyatakan telah melakukan perbaikan terhadap konten tersebut sebagai bentuk tanggung jawab sekaligus evaluasi internal.
"Hal ini menjadi pelajaran bagi kami untuk lebih teliti, cermat, dan berhati-hati dalam proses pembuatan serta penyebaran konten di masa mendatang," ujarnya.
Lembaga tersebut juga mengganti visual yang keliru dengan lambang Garuda Indonesia yang sesuai ketentuan.
"Sebagai bentuk tanggung jawab dan evaluasi internal, konten tersebut telah kami perbaiki. Kami menghaturkan terima kasih atas perhatian, masukan, dan kontrol dari seluruh lapisan masyarakat kepada BRIN," tulis BRIN.