Pemkot Kendari Gandeng Sidrap Amankan Pasokan Telur Kendari untuk Program MBG
Pemerintah Kota Kendari menjalin kerja sama strategis dengan Pemkab Sidrap guna memastikan ketersediaan Pasokan Telur Kendari, khususnya untuk Program Makan Bergizi Gratis, serta komoditas pangan lainnya.
Pemerintah Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, telah mengambil langkah proaktif dalam menjamin ketersediaan pangan di wilayahnya. Langkah ini diwujudkan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan. Kerja sama ini bertujuan utama untuk memenuhi kebutuhan telur dan komoditas pertanian lainnya di Kendari.
Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, menjelaskan bahwa inisiatif ini sangat krusial, terutama untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kebutuhan telur harian untuk program tersebut mencapai sedikitnya 98 ribu butir.
Kolaborasi antar daerah ini diharapkan dapat menciptakan sinergi yang saling menguntungkan dengan memanfaatkan keunggulan domestik masing-masing wilayah. Sidrap, yang dikenal sebagai lumbung pangan nasional, akan menjadi pemasok utama.
Kebutuhan Pangan Kendari dan Peran Strategis Sidrap
Kota Kendari menghadapi tantangan dalam memenuhi kebutuhan pangan, khususnya Pasokan Telur Kendari. Wali Kota Siska Karina Imran mengungkapkan bahwa kebutuhan telur per hari mencapai 98 ribu butir hanya untuk Program MBG. Angka ini belum termasuk kebutuhan masyarakat luas dan sektor restoran yang jauh lebih besar.
Selain telur, Kota Kendari juga membutuhkan pasokan komoditas pertanian lain seperti beras. Meskipun memiliki area persawahan, produksi lokal Kendari belum mampu mencukupi seluruh kebutuhan warganya.
Oleh karena itu, menggandeng Sidrap menjadi pilihan strategis. Kabupaten Sidrap telah diakui secara nasional sebagai salah satu lumbung pangan dengan kontribusi besar pada sektor pertanian dan peternakan.
Kesiapan Sidrap dan Jaringan Pemasaran Efektif
Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, menegaskan kesiapan daerahnya untuk menyuplai kebutuhan pangan di Kendari. Komoditas utama yang siap dipasok adalah beras dan telur, khususnya untuk Program MBG.
Syaharuddin juga menjelaskan bahwa produksi dari Sidrap nantinya akan dipasarkan melalui warga Sidrap yang tinggal di Kendari. Keberadaan ribuan warga asal Kabupaten Sidrap yang telah menetap dan bekerja di Kota Kendari dapat menjadi interkoneksi yang efektif.
Jaringan ini diharapkan mampu memperluas pemasaran komoditas unggulan Sidrap. Ini menunjukkan adanya potensi ekonomi yang kuat dari diaspora Sidrap di Kendari.
Kolaborasi Saling Menguntungkan dan Pertukaran Pengetahuan
Siska Karina Imran berharap kerja sama ini akan menghasilkan kolaborasi yang saling menguntungkan dengan memanfaatkan keunggulan domestik masing-masing wilayah. Potensi setiap daerah berbeda-beda, Sidrap unggul di sektor pertanian, sementara Kendari memiliki potensi di sektor perikanan dan sumber daya alam lainnya.
Kolaborasi antar-daerah semacam ini sangat penting untuk pembangunan regional. Selain ketahanan pangan, Pemkab Sidrap juga menunjukkan minat untuk mengadopsi keberhasilan Pemkot Kendari dalam pembangunan dan penataan estetika kota.
Bupati Syaharuddin Alrif menyatakan kesiapannya untuk belajar menata Kabupaten Sidrap seperti kemajuan Kota Kendari saat ini. Ini menandakan adanya pertukaran pengetahuan dan praktik terbaik antara kedua daerah.
Sumber: AntaraNews