Perkuat Program MBG, Banjarmasin Jalin Kerja Sama Pangan Lintas Daerah
Pemerintah Kota Banjarmasin memperluas Kerja Sama Pangan Banjarmasin dengan berbagai daerah, bahkan lintas provinsi, demi suksesnya program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi puluhan ribu siswa.
Pemerintah Kota Banjarmasin menunjukkan komitmen serius dalam menjamin ketersediaan pangan bagi warganya, terutama untuk mendukung program unggulan. Mereka aktif menjalin kerja sama dengan berbagai daerah di Indonesia, baik di dalam maupun luar provinsi Kalimantan Selatan. Langkah strategis ini diambil untuk memastikan kelancaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi puluhan ribu siswa di kota tersebut.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Banjarmasin, Ichrom Muhtezar, mengungkapkan detail kerja sama ini pada Minggu (23/11). Menurutnya, kebutuhan bahan pokok, khususnya untuk puluhan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang melayani siswa, mengalami peningkatan signifikan. Sebagai daerah yang tidak banyak memproduksi pangan sendiri, Banjarmasin sangat bergantung pada pasokan dari luar daerah.
Kerja sama ini tidak hanya terbatas pada wilayah Kalimantan Selatan saja, tetapi juga diperluas hingga ke Pulau Jawa dan Sulawesi. Tujuan utama dari inisiatif ini adalah untuk menstabilkan stok dan harga komoditas pangan di pasaran. Hal ini krusial bagi kota berpenduduk sekitar 700 ribu jiwa tersebut, demi menjaga daya beli masyarakat.
Memperluas Jaringan Pasokan Pangan Regional dan Nasional
Dalam upaya memastikan ketersediaan bahan pokok yang stabil, Pemerintah Kota Banjarmasin telah membangun jaringan pasokan yang komprehensif. Kerja sama awal terjalin erat dengan daerah tetangga seperti Kabupaten Barito Kuala (Batola) dan Tanah Laut (Tala). Fokus utama dari kemitraan ini adalah pemenuhan kebutuhan beras, yang merupakan komoditas pokok bagi masyarakat dan program MBG.
Diversifikasi sumber pasokan juga merambah ke Pulau Jawa untuk komoditas strategis lainnya. Kabupaten Subang, Jawa Barat, menjadi salah satu mitra penting dalam penyediaan beras berkualitas. Ini menunjukkan keseriusan Pemkot Banjarmasin dalam mengamankan stok pangan dari berbagai sumber terpercaya dan meminimalisir risiko kelangkaan.
Selain beras, komoditas penting lainnya seperti bawang merah dan produk hewani juga menjadi perhatian. Untuk pasokan bawang merah, kerja sama telah dijalin dengan Kabupaten Brebes, Jawa Timur. Sementara itu, kebutuhan daging ayam dan telur, yang vital untuk pemenuhan gizi, dipenuhi melalui kemitraan strategis dengan Kabupaten Blitar, juga di Jawa Timur.
Mengamankan Komoditas Vital dari Sulawesi untuk Program MBG
Terbaru, Pemerintah Kota Banjarmasin memperluas jangkauan kerja sama hingga ke Pulau Sulawesi, menandai ekspansi signifikan dalam strategi pasokan pangan. Langkah ini diambil untuk mengamankan pasokan komoditas pangan strategis yang permintaannya terus meningkat. Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan, kini menjadi mitra penting dalam penyediaan telur ayam dan beras.
Kebutuhan akan bumbu dapur esensial seperti cabai dan bawang juga menjadi prioritas. Pemkot Banjarmasin menjalin kerja sama dengan Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, untuk kedua komoditas ini. Diversifikasi sumber pasokan dari berbagai pulau ini sangat penting untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan di pasar lokal Banjarmasin.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Ichrom Muhtezar, menegaskan bahwa kebutuhan beberapa komoditas seperti ayam, telur, buah, dan sayur sangat tinggi. Peningkatan permintaan ini terutama didorong oleh program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kini melayani lebih dari 60 ribu siswa di Kota Banjarmasin. Oleh karena itu, kerja sama lintas daerah ini menjadi kunci utama keberhasilan dan keberlanjutan program tersebut.
Sumber: AntaraNews