Masjid Raya Al-Mashun Medan Sembelih 13 Hewan Kurban Idul Adha, Distribusi Hingga Luar Daerah
Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Masjid Raya Al-Mashun Medan akan menyembelih 13 hewan kurban pada perayaan Idul Adha 1447 Hijriah, termasuk sumbangan dari Polda Sumut dan Tokoh Masyarakat Nasional Rahmat Shah, dengan distribusi hingga ke daerah minoritas Mu
Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Masjid Raya Al-Mashun Medan bersiap melaksanakan penyembelihan hewan kurban pada perayaan Idul Adha 1447 Hijriah yang jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026. Sebanyak 13 hewan kurban, terdiri dari tujuh ekor sapi dan enam ekor domba, telah disiapkan untuk prosesi ini. Pelaksanaan penyembelihan akan dilakukan pada H+1 Idul Adha, yakni Kamis, 28 Mei, setelah salat Ashar.
Ketua BKM Masjid Raya Al-Mashun Medan, Syafrizal, menjelaskan bahwa dua dari tujuh sapi kurban merupakan sumbangan dari Kepolisian Daerah Sumatera Utara dan Tokoh Masyarakat Nasional Rahmat Shah. Hewan-hewan kurban ini nantinya akan didistribusikan kepada jamaah masjid, masyarakat sekitar, serta masyarakat di luar daerah. Prioritas distribusi juga mencakup wilayah dengan minoritas umat Muslim.
Proses penyembelihan akan ditangani oleh 30 petugas profesional yang telah terlatih dan memahami syariat Islam. Tradisi penyembelihan pada H+1 Idul Adha di Masjid Raya Al-Mashun Medan ini dilakukan untuk mengakomodasi jadwal salat Idul Adha yang dimulai pukul 07.45 WIB dan kehadiran Sultan Deli.
Detail Hewan Kurban dan Donatur Penting
Masjid Raya Al-Mashun Medan akan menyembelih total 13 hewan kurban untuk perayaan Idul Adha tahun ini. Jumlah tersebut mencakup tujuh ekor sapi dan enam ekor domba yang telah terkumpul. Persiapan ini menunjukkan komitmen BKM dalam menjalankan ibadah kurban secara maksimal.
Dari tujuh ekor sapi yang akan disembelih, dua di antaranya merupakan sumbangan dari pihak-pihak penting. Kepolisian Daerah Sumatera Utara turut berpartisipasi dengan menyumbangkan satu ekor sapi. Selain itu, Tokoh Masyarakat Nasional Rahmat Shah juga memberikan kontribusi satu ekor sapi kurban.
Syafrizal menambahkan bahwa jumlah hewan kurban masih berpotensi bertambah hingga menjelang hari pelaksanaan. Pihak masjid masih membuka kesempatan bagi masyarakat umum yang ingin berkurban. Hal ini memungkinkan lebih banyak umat Muslim untuk berbagi kebahagiaan Idul Adha.
Tradisi Unik dan Distribusi Luas Daging Kurban
Pelaksanaan penyembelihan hewan kurban di Masjid Raya Al-Mashun Medan memiliki tradisi tersendiri, yakni dilakukan pada H+1 Idul Adha. Tradisi ini berbeda dari kebanyakan masjid lain yang umumnya menyembelih pada hari H. Alasan utama adalah jadwal salat Idul Adha yang dimulai pukul 07.45 WIB serta menunggu kehadiran Sultan Deli yang akan salat bersama, sehingga tidak cukup waktu untuk disembelih di hari H.
Setelah disembelih, daging kurban akan didistribusikan secara merata kepada berbagai pihak. Jamaah masjid menjadi salah satu penerima utama, bersama dengan masyarakat yang tinggal di sekitar area masjid. Ini memastikan bahwa manfaat kurban dirasakan oleh komunitas terdekat.
Tidak hanya terbatas pada lingkungan sekitar, BKM Masjid Raya Al-Mashun Medan juga berencana mengirimkan daging kurban ke luar daerah. Fokus utama adalah wilayah-wilayah yang memiliki minoritas umat Muslim atau jarang mendapatkan kesempatan berkurban. Inisiatif ini bertujuan untuk menyebarkan kebaikan Idul Adha lebih luas.
Pelaksanaan Profesional dan Potensi Penambahan Hewan Kurban
Penyembelihan hewan kurban akan dilaksanakan pada hari Kamis, 28 Mei, tepatnya setelah Ba'da Shalat Ashar. Proses ini akan ditangani oleh tim yang terdiri dari 30 petugas profesional. Mereka memastikan bahwa seluruh proses penyembelihan dilakukan sesuai dengan syariat Islam dan standar kebersihan.
Syafrizal menekankan bahwa profesionalisme petugas sangat penting untuk menjaga kualitas dan kehalalan daging kurban. Setiap langkah, mulai dari penyembelihan hingga pemotongan dan distribusi, akan diawasi ketat. Hal ini menjamin bahwa ibadah kurban dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.
Meskipun telah ada 13 hewan kurban, BKM Masjid Raya Al-Mashun Medan masih sangat terbuka untuk penambahan. Biasanya, sumbangan dari Presiden RI, Gubernur, atau pejabat lainnya seringkali masuk di menit-menit akhir. Masyarakat yang ingin berkurban juga masih bisa membawa langsung hewan kurbannya ke masjid.
Sumber: AntaraNews