Aksi WNA di Bali Jago Hipnotis Bikin Pedagang Warung Linglung, Kuras Uang Jualan Tak Tersisa
Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi pelaku yang disebut memiliki ciri-ciri sebagai WNA.
Seorang warga negara asing (WNA) yang belum diketahui identitasnya di Bali diduga melakukan pencurian dengan modus hipnotis di sebuah warung di Banjar Srokadan, Desa Srokadan, Kecamatan Susut, Kabupaten Bangli, Bali. Kasi Humas Polres Bangli, Iptu I Gede Gumiliarta, mengatakan peristiwa tersebut terjadi di warung milik Ni Wayan Sariani (43) pada Senin (18/5) sekitar pukul 18.45 WITA.
"Atas kejadian tersebut korban mengalami kerugian Rp 1.200.000," kata Iptu Gumiliarta, Selasa (26/5).
Saat kejadian, korban diketahui sedang berjualan seorang diri. Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi pelaku yang disebut memiliki ciri-ciri sebagai WNA.
"Pelaku masih dalam penyelidikan. Dari keterangan korban dan saksi, terduga pelaku diduga warga negara asing,” imbuhnya.
Berdasarkan keterangan saksi berinisial NKA (16), pelaku sempat mengeluarkan dua lembar uang pecahan Rp50 ribu untuk ditukarkan dengan uang pecahan Rp100 ribu. Saksi juga mengaku melihat pelaku mengambil uang dari laci penyimpanan milik korban yang berada di bawah meja tempat berjualan.
"Dan juga melihat pelaku mengambil uang dari laci tempat penyimpanan uang korban yang berada di bawah meja korban berjualan," ujarnya.
Korban Mengaku Sempat Bingung saat Transaksi
Dari keterangan korban, awalnya pelaku datang ke warung dan membeli telur ayam matang seharga Rp10 ribu menggunakan uang pecahan Rp20 ribu. Setelah transaksi selesai, korban memberikan uang kembalian Rp10 ribu.
Tak lama kemudian, pelaku kembali mengeluarkan dua lembar uang pecahan Rp50 ribu untuk ditukarkan dengan uang Rp100 ribu. Korban pun memenuhi permintaan tersebut dan transaksi penukaran uang terjadi.
Namun setelah itu, pelaku kembali meminta uang Rp100 ribu dengan alasan gambar pada uang yang diterimanya berbeda. Korban yang mulai bingung kemudian membuka laci untuk menunjukkan bahwa dirinya sudah tidak memiliki uang pecahan Rp100 ribu lagi.
Saat itulah pelaku disebut langsung mendekati laci dan mengambil uang yang berada di dalam laci maupun uang di atas meja dagangan korban. Setelah mengambil uang, pelaku langsung berpamitan menggunakan salam ala masyarakat Bali sebelum meninggalkan lokasi.
Pelaku Kabur Menggunakan Mobil
Korban baru menyadari kejanggalan setelah pelaku pergi meninggalkan warung. Pelaku disebut kabur menggunakan sebuah mobil yang diparkir agak jauh dari lokasi kejadian.
"Pelaku pun dengan cepat pergi dengan mengendarai sebuah mobil. Dan korban tidak mengenali mobil jenis apa karena parkirnya aga jauh yang berada di sebelah timur," ujarnya.