7 Warga Laos Terjebak di Gua Sejak 19 Mei, Thailand Ikut Cari dan Evakuasi
Tim penyelamat dari Thailand terlibat karena mereka memiliki pengalaman dan keahlian dalam operasi penyelamatan yang kompleks sebelumnya.
Tim penyelamat sedang berusaha keras untuk mencapai tujuh orang yang terjebak di dalam gua di tengah Laos. Sejak pekan lalu, sekelompok warga desa di Provinsi Xaisomboun memasuki gua tersebut dengan tujuan mencari emas pada 19 Mei, tetapi hujan deras menyebabkan banjir bandang yang menutup jalur keluar.
Menurut laporan dari tim penyelamat Laos dan Thailand yang terlibat dalam operasi ini, satu orang dari kelompok tersebut berhasil keluar sebelum pintu gua tertutup dan melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwenang, sebagaimana disampaikan oleh Associated Press.
Saat ini, kondisi tujuh orang yang masih terjebak di dalam gua belum diketahui. Bounkham Luanglath, pemimpin dari Laos' Rescue Volunteer for People, menjelaskan bahwa gua tersebut merupakan lorong sempit yang sering dikunjungi oleh warga desa untuk mencari emas. Ia menegaskan bahwa pihak berwenang telah berulang kali memperingatkan warga agar tidak memasuki gua itu demi keselamatan mereka.
Radio Nasional Laos melaporkan bahwa tim penyelamat dari Thailand telah tiba di lokasi pada Minggu (24/5) untuk memberikan bantuan, dan para penyelam mulai menelusuri bagian gua yang tergenang banjir untuk menemukan kelompok yang terjebak.
Kementerian Luar Negeri Laos memilih untuk tidak memberikan komentar terkait situasi ini. Negara yang terletak di Asia Tenggara ini merupakan negara komunis satu partai yang tidak memiliki oposisi terorganisasi, sehingga pemerintahnya sering membatasi informasi yang disampaikan kepada publik.
Thailand Sudah Berpengalaman
Keterlibatan tim penyelamat dari Thailand dalam operasi ini didasarkan pada kebutuhan mendesak akan keahlian khusus dan peralatan teknis yang tidak tersedia pada tim lokal Laos. Laporan dari Deutsche Welle (DW) menyebutkan bahwa organisasi relawan Laos secara resmi meminta bantuan darurat berupa pompa air berkapasitas besar, generator, dan kamera pencitraan termal untuk mendeteksi tanda kehidupan di dalam gua yang terisolasi.
Selain keterbatasan alat, ABC News dan The Guardian mencatat bahwa tim yang dikirim dari Thailand meliputi penyelam spesialis, termasuk para ahli dari misi penyelamatan terkenal di Gua Tham Luang pada tahun 2018. Mereka memiliki kompetensi tinggi untuk bernavigasi di dalam ruang sempit vertikal yang hanya selebar 50 sentimeter dan dipenuhi air berlumpur pekat. Upaya penyelamatan ini mencerminkan pentingnya kolaborasi internasional dalam menghadapi situasi darurat yang kompleks dan berbahaya.