Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Delapan Pekerja Terjebak di Lubang Tambang Emas Banyumas, Ini Faktanya

Delapan Pekerja Terjebak di Lubang Tambang Emas Banyumas, Ini Faktanya

Delapan Pekerja Terjebak di Lubang Tambang Emas Banyumas, Ini Faktanya

Rembesan air mempersulit proses evakuasi

Delapan orang penambang dilaporkan terjebak di dalam lubang tambang emas rakyat di Desa Pancurendang, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Kepala Kantor SAR Cilacap Adah Sudarsa mengatakan bahwa berdasarkan data, delapan penambang yang terjebak itu antara lain Cecep Suriyana (29), Rama Abd Rohman (38), Ajat (29), Mad Kholis (32), Marmumin (32), Muhidin (44), Jumadi (33), dan juga Mulyadi (40). Semua korban berasal dari Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Adah Sudarsa mengatakan pihaknya telah memberangkatkan satu tim penolong Basarnas Kantor SAR Cilacap dan satu tim penolong dari Unit Siaga SAR Banyumas menuju lokasi kejadian. Tim penolong juga telah dibekali berbagai peralatan pertolongan seperti alat selam, detektor gas, dan alat pendukung lainnya.

Sementara itu Komandan Tagana Jateng, Heriana Ady Chandra mengatakan bahwa delapan orang itu terjebak di lubang tambang akibat air yang datang secara tiba-tiba. Diketahui area itu berdekatan dengan sungai dan diduga air sungai menjebol lubang tambang. Dia menjelaskan, lubang tambang tersebut berkedalaman kurang lebih 60 meter. Posisi pekerja berada di kedalaman kisaran 50-60 meter. Sementara, rembesan air terjadi di atas para pekerja. "Kalau kronologinya masih simpang siur. Kondisi belum diketahui karena masih menyedot air," kata Ady.

Tambang Ilegal

Sementara itu Kapolresta Banyumas Kombes Edy Suranta Sitepu mengatakan bahwa berdasarkan investigasi terhadap Karipto selaku Kepala Dusun 2, Desa Pancurendang, Kecamatan Ajibarang, Banyumas, diketahui bahwa area itu belum berizin meski telah beroperasi sejak tahun 2014. Berdasarkan hasil pemeriksaan, diketahui bahwa pembukaan lahan itu dilakukan berdasarkan kesepakatan antara penambang dengan pemilik lahan.

Delapan Pekerja Terjebak di Lubang Tambang Emas Banyumas, Ini Faktanya

Mereka menetapkan sistem bagi hasil sebesar 20 persen untuk pemilik lahan, 20 persen untuk pemodal, dan 60 persen untuk pekerja. "Saat ini hanya 35 lapak tambang, namun hanya 30 lapak yang aktif dengan pekerja dari warga sekitar," ujarnya.

Sementara itu Kasatreskrim Kompol Agus Supriadi mengatakan bahwa Polresta Banyumas bersama dengan Dinas ESDM sebelumnya pernah melakukan sosialisasi pada tahun 2017. Saat sosialisasi itu, ada permintaan dari warga agar kegiatan penambangan tetap beroperasi. "Pihak Koperasi Sela Kencana sebagai wadah para penambang, pada tahun 2021 mengajukan permohonan IPR, namun sampai sekarang belum turun izinnya," kata Kompol Agus dikutip dari Liputan6.com.

Evakuasi Sulit Dilakukan

Kompol Agus mengatakan bahwa hingga pukul 17.00, proses evakuasi belum dapat dilakukan karena debit air yang menggenangi area lubang tambang masih tinggi serta permukaan tambang yang sempit. Proses evakuasi dihentikan sementara, dan akan dilanjutkan pada Kamis (27/7) pukul 07.00 WIB. Apabila debit air belum surut, maka tim SAR akan memaksimalkan penyedotan air menggunakan mesin dan membendung sungai.

5.825 KK Terancam Kena Dampak Pembangunan Waduk Cibeet dan Cijurey
5.825 KK Terancam Kena Dampak Pembangunan Waduk Cibeet dan Cijurey

Pemkab Bogor mengaku hanya bertugas mendata. Sementara pengalihan warga terdampak ataupun lokasi dan jalan yang terimbas itu kewenangannya Pemprov Jabar.

Baca Selengkapnya
MK Banjir Laporan Dugaan Pelanggaran Kode Etik Hakim Usai Putuskan Syarat Usia Capres Cawapres
MK Banjir Laporan Dugaan Pelanggaran Kode Etik Hakim Usai Putuskan Syarat Usia Capres Cawapres

Sejumlah masyarakat melaporkan dugaan pelanggaran kode etik terhadap hakim konstitusi terkait syarat usia capres-cawapres

Baca Selengkapnya
Pendamping Desa Ditemukan Tewas Tertutup Bantal dan Tidak Pakai Celana di Kamar Kontrakan
Pendamping Desa Ditemukan Tewas Tertutup Bantal dan Tidak Pakai Celana di Kamar Kontrakan

Jenazah pendamping desa itu ditemukan pemilik kontrakan

Baca Selengkapnya
Kamu sudah membaca beberapa halaman,Berikut rekomendasi
video untuk kamu.
SWIPE UP
Untuk melanjutkan membaca.
Terbukti Korupsi Pengolahan Logam, Eks Pejabat PT Antam Divonis 6,5 Tahun Penjara
Terbukti Korupsi Pengolahan Logam, Eks Pejabat PT Antam Divonis 6,5 Tahun Penjara

Jaksa penuntut umum dari KPK masih memerlukan waktu untuk mempertimbangkan upaya hukum banding.

Baca Selengkapnya
DPRD Minta Pemprov DKI Jamin Ketersediaan Blangko e-KTP Jelang Pemilu 2024
DPRD Minta Pemprov DKI Jamin Ketersediaan Blangko e-KTP Jelang Pemilu 2024

Ketersedian blangko sangat diperlukan untuk pemilih pemula agar terakomodir dalam Daftar Pemilih Tetap.

Baca Selengkapnya
Begini Jawaban Kapolres Bitung Ditanya Penyebab Bentrok Dua Ormas
Begini Jawaban Kapolres Bitung Ditanya Penyebab Bentrok Dua Ormas

Sebelumnya, tujuh orang ditetapkan dan ditahan jadi tersangka buntut bentrok di Bitung, Sulawesi Sulut.

Baca Selengkapnya
AKBP Bambang Kayun Divonis 6 Tahun Penjara dan Bayar Uang Pengganti Rp26,4 Miliar Terkait Kasus Suap
AKBP Bambang Kayun Divonis 6 Tahun Penjara dan Bayar Uang Pengganti Rp26,4 Miliar Terkait Kasus Suap

Vonis itu dibacakan majelis Hakim Pengadilan Tipikor pada sidang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (4/9).

Baca Selengkapnya
Aduan Bawaslu Terhadap KPU Soal Pembatasan Pengawasan Ditolak DKPP
Aduan Bawaslu Terhadap KPU Soal Pembatasan Pengawasan Ditolak DKPP

KPU diduga membatasi tugas pengawasan Bawaslu seperti yang diatur dalam Pasal 93 huruf d angka 4 UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum.

Baca Selengkapnya
Kejaksaan Tangkap Satu Tersangka Korupsi Tambang di Konawe Utara, Kerugian Rp5,7 Triliun
Kejaksaan Tangkap Satu Tersangka Korupsi Tambang di Konawe Utara, Kerugian Rp5,7 Triliun

Setelah ditangkap tersangka Os langsung dibawa ke gedung Bundar Kejaksaan Agung untuk dilakukan pemeriksaan.

Baca Selengkapnya