Tim Gabungan Terus Cari Korban Longsor Pasaman Barat, Akses Sulit Hambat Evakuasi
Tim Gabungan BPBD Pasaman Barat intensif mencari enam korban longsor Pasaman Barat di Batang Tinggam, Talamau, namun akses jalan yang putus menjadi kendala utama.
Tim Gabungan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, terus berupaya keras mencari enam individu yang tertimbun musibah tanah longsor. Peristiwa nahas ini terjadi di Batang Tinggam, Nagari Sinuruik, Kecamatan Talamau, pada Sabtu (29/11). Upaya pencarian difokuskan pada area yang terdampak paling parah, dengan harapan dapat menemukan para korban secepatnya.
Musibah tanah longsor tersebut dilaporkan terjadi pada Jumat (28/11) dini hari sekitar pukul 04.00 WIB, mengejutkan warga setempat. Informasi awal dari pihak nagari menyebutkan bahwa enam warga setempat menjadi korban. Mereka diduga kuat tertimbun material bencana ini yang cukup tebal dan luas. Kejadian ini menimbulkan duka mendalam bagi keluarga korban.
Kepala Pelaksana BPBD Pasaman Barat, Jhon Edwar, menyatakan bahwa tim di lapangan menghadapi berbagai tantangan signifikan. Salah satu kendala utama adalah akses jalan yang terputus di beberapa titik, sehingga menyulitkan mobilisasi alat berat menuju lokasi. Koordinasi intensif terus dilakukan dengan berbagai pihak untuk mempercepat proses evakuasi dan pencarian.
Kendala Akses dan Upaya Mobilisasi Alat Berat
Jhon Edwar menjelaskan bahwa akses jalan yang putus di Rimbo Kejahatan menjadi penghalang utama bagi alat berat untuk mencapai lokasi kejadian. Kondisi medan yang sulit, ditambah dengan material longsor yang menutupi jalur, membuat tim harus mencari solusi alternatif dan strategis. Tim gabungan terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk membuka akses.
Selain fokus pada pencarian korban, tim di lokasi bencana juga menemukan adanya penyumbatan aliran sungai setempat oleh material tanah longsor. Fenomena ini berpotensi menimbulkan banjir bandang jika tidak segera ditangani. Untuk mengatasi masalah ini dan mempermudah pencarian, alat berat ekskavator sangat dibutuhkan di lokasi.
"Untuk membuka aliran sungai maka diperlukan alat berat ekskavator. Kalai tidak ada halangan hari ini ekskavator turun ke lokasi," ujar Jhon Edwar, menegaskan urgensi kedatangan alat berat. Harapan besar tertumpu pada kedatangan ekskavator agar upaya pencarian korban longsor Pasaman Barat dapat berjalan lebih efektif dan cepat, serta meminimalisir risiko lanjutan.
Data Korban, Dampak Bencana, dan Langkah Mitigasi
Enam warga yang masih dalam pencarian akibat bencana ini telah diidentifikasi secara jelas. Mereka adalah Yelma Yunita, Rafael, Diam Fernada, Inur, Siam, dan Zahra, yang semuanya merupakan warga setempat. Sementara itu, satu orang bernama Rendi berhasil selamat dari musibah ini dan kini mendapatkan perawatan medis intensif di Puskesmas Talu, Kecamatan Talamau.
Longsor yang terjadi tidak hanya menelan korban jiwa, tetapi juga menyebabkan kerusakan infrastruktur dan lingkungan yang signifikan. Dua rumah warga dilaporkan tertimbun material tanah, serta menimbun aliran Sungai Batang Tinggam, mengganggu ekosistem lokal. Panjang longsor diperkirakan mencapai 600 meter dengan ketinggian material sekitar 10 meter, yang juga menimbun lahan pertanian produktif masyarakat.
Sebagai langkah antisipasi dan perlindungan, sekitar 96 warga yang tinggal di dekat lokasi longsor telah dievakuasi ke tempat yang lebih aman. Mereka kini mengungsi di Batas Semut Sinuruik, Talamau, dengan bantuan dari pemerintah daerah. Jhon Edwar mengimbau masyarakat untuk sementara waktu tidak berada di dekat perbukitan, mengingat kondisi tanah yang masih labil dan sangat rawan kejadian serupa, demi keselamatan bersama.
Sumber: AntaraNews