Pemkab Pasaman Barat Turunkan Alat Berat untuk Percepat Pencarian Korban Longsor Tinggam

Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat mengerahkan alat berat ekskavator untuk mempercepat pencarian empat korban longsor Tinggam, Talamau, yang masih hilang setelah empat hari kejadian.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pemkab Pasaman Barat Turunkan Alat Berat untuk Percepat Pencarian Korban Longsor Tinggam
Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat mengerahkan satu alat berat ekskavator untuk mempercepat pencarian korban longsor di Tinggam, Nagari Sinuruik, Talamau, setelah empat hari insiden. Upaya pencarian korban longsor Tinggam ini diharapkan dapat dilakukan se (AntaraNews)

Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, mengambil langkah cepat dalam upaya pencarian korban longsor di Tinggam, Nagari Sinuruik, Kecamatan Talamau. Satu unit alat berat ekskavator dikerahkan pada Senin malam, 1 Desember, untuk mempercepat proses evakuasi yang telah berlangsung selama empat hari. Keputusan ini diambil untuk mengoptimalkan pencarian empat korban yang masih tertimbun material longsor.

Alat berat tersebut diberangkatkan dari Simpang Empat menuju Tinggam, Talamau, melalui jalur alternatif yang panjang, yakni Malampah-Lubuk Sikaping-Panti Kabupaten Pasaman. Jalur ini terpaksa ditempuh karena akses utama Rimbo Kejahatan Kajai dan Pasanggiang Talamau tidak dapat dilalui akibat putusnya jalan secara total. Selain itu, kondisi tanah perbukitan di sekitar lokasi masih sangat labil dan rawan longsor susulan.

Wakil Bupati Pasaman Barat, M. Ihpan, didampingi Sekretaris Daerah Doddy San Ismail, menyatakan harapannya agar alat berat ini dapat segera sampai di lokasi. Dengan demikian, pencarian terhadap empat orang korban yang masih hilang dapat dilakukan secara maksimal mulai Selasa, 2 Desember. Bencana longsor yang terjadi pada Jumat, 28 November, telah menimbun lima orang, di mana satu korban, Yelma Yunita (41), telah ditemukan meninggal dunia pada Senin siang.

Upaya pencarian korban longsor di Tinggam, Talamau, menghadapi tantangan serius berupa akses jalan yang sulit dan berbahaya. Jalur utama menuju lokasi bencana, seperti Rimbo Kejahatan Kajai dan Pasanggiang Talamau, dilaporkan putus total. Kondisi ini menghambat mobilitas tim penyelamat dan peralatan berat yang sangat dibutuhkan di lapangan.

Akibat putusnya jalur utama, tim evakuasi dan alat berat ekskavator dari Pemkab Pasaman Barat harus menempuh rute memutar yang jauh. Perjalanan melalui Malampah-Lubuk Sikaping-Panti Kabupaten Pasaman menjadi satu-satunya pilihan yang memungkinkan. Rute ini tidak hanya memakan waktu lebih lama tetapi juga berpotensi memiliki medan yang menantang, mengingat kondisi geografis daerah tersebut.

Kondisi tanah perbukitan di sekitar lokasi longsor juga masih dinyatakan labil, menimbulkan kekhawatiran akan terjadinya longsor susulan. Faktor ini menambah kompleksitas dalam operasi pencarian dan evakuasi, menuntut kehati-hatian ekstra dari seluruh tim yang bertugas. Kehadiran alat berat diharapkan mampu mengatasi sebagian besar kendala ini, terutama dalam menyingkirkan material longsor yang tebal.

Wakil Bupati M. Ihpan menekankan pentingnya alat berat ini untuk mempercepat proses pencarian. "Mudah-mudahan alat berat ini sampai di Tinggam Talamau dan besok Selasa (2/12) pencarian terhadap empat orang lagi bisa dilakukan dengan maksimal," ujarnya, menunjukkan urgensi situasi.

Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat menyampaikan apresiasi tinggi kepada PT Incasi Raya atas partisipasinya dalam penanganan bencana ini. Perusahaan tersebut telah bersedia menurunkan satu unit alat berat ekskavator, yang sangat vital untuk operasi pencarian korban. Dukungan ini menjadi angin segar di tengah upaya keras tim gabungan.

Meskipun demikian, Wakil Bupati M. Ihpan juga mengharapkan adanya partisipasi lebih lanjut dari perusahaan kelapa sawit lainnya yang beroperasi di wilayah tersebut. Keterlibatan lebih banyak pihak, terutama dalam penyediaan alat berat tambahan, dinilai sangat krusial mengingat skala bencana dan lamanya waktu pencarian yang sudah mencapai empat hari. Semakin banyak alat berat, semakin cepat proses evakuasi dapat diselesaikan.

Selain upaya pencarian, Pemkab Pasaman Barat juga telah menyalurkan berbagai bantuan kemanusiaan kepada warga terdampak longsor. Bantuan sembako telah didistribusikan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di Tinggam Talamau. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk meringankan beban para korban dan keluarga yang kehilangan.

Untuk memastikan kebutuhan pangan warga terpenuhi, Pemkab Pasaman Barat juga telah mendirikan tujuh dapur umum di sekitar lokasi bencana dan titik pengungsian. Dapur umum ini beroperasi untuk menyediakan makanan siap saji bagi warga yang terdampak dan tim penyelamat yang bertugas. Upaya ini menunjukkan respons komprehensif pemerintah dalam menghadapi situasi darurat longsor.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi