Manggala Agni Berhasil Padamkan Karhutla 5 Hektare di Inhu Riau
Tim Manggala Agni berhasil memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seluas 5 hektare di Indragiri Hulu, Riau. Upaya pemadaman karhutla ini melibatkan puluhan personel dan bantuan helikopter waterbombing.
Tim Manggala Agni Seksi Wilayah II Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera berhasil memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seluas 5 hektare di Kelurahan Sekip, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau. Operasi pemadaman darat ini berlangsung selama dua hari, menunjukkan keseriusan dalam penanganan bencana lingkungan.
Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, menjelaskan bahwa prioritas utama saat ini adalah mengamankan perimeter. Terutama di bagian barat lokasi kebakaran yang memiliki tumpukan bahan bakar mudah terbakar.
Upaya pemadaman karhutla Inhu ini melibatkan total 23 personel Manggala Agni. Selain itu, operasi juga didukung oleh helikopter waterbombing dari satuan tugas udara Provinsi Riau untuk memaksimalkan penanganan.
Strategi Pemadaman dan Pengerahan Personel Manggala Agni
Manggala Agni Seksi Wilayah II Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera mengerahkan tim gabungan untuk mengatasi karhutla di Inhu. Pada hari pertama operasi, sebanyak 10 personel diturunkan ke lokasi.
Kemudian, pada hari kedua, jumlah personel ditambah 13 orang lagi, sehingga total kekuatan di lapangan mencapai 23 personel. Mereka bekerja keras memadamkan api di lahan yang berstatus area peruntukan lain (APL) tersebut.
Selain pemadaman darat, upaya penanganan juga diperkuat dengan bantuan udara. Pada Sabtu (27/6), helikopter waterbombing dari satuan tugas udara Provinsi Riau turut melakukan operasi pemadaman di lokasi yang sama.
Kombinasi strategi darat dan udara ini diharapkan dapat mempercepat proses pendinginan dan mencegah api meluas. Ferdian Krisnanto menekankan pentingnya pengamanan perimeter untuk mengisolasi area terbakar.
Luas Lahan Terbakar dan Kondisi Terkini di Inhu
Estimasi awal menunjukkan bahwa luas lahan yang terbakar kurang dari 5 hektare, meskipun perhitungan detail masih menunggu kondisi asap yang lebih jernih. Perhitungan ulang akan dilakukan setelah asap terbuka dan memungkinkan pengukuran yang akurat.
Lahan yang terbakar di Kelurahan Sekip, Inhu, ini berstatus sebagai Area Peruntukan Lain (APL). Status ini seringkali menjadi tantangan tersendiri dalam penanganan karhutla karena melibatkan berbagai kepentingan dan kepemilikan lahan.
Pengamanan perimeter, khususnya di bagian barat, menjadi fokus utama karena adanya tumpukan bahan bakaran yang dapat memicu perluasan api. Tim Manggala Agni terus berupaya memastikan api tidak merembet ke area lain.
Keberhasilan pemadaman ini merupakan langkah penting dalam menjaga kualitas lingkungan dan mencegah dampak buruk karhutla. Upaya mitigasi dan penegakan hukum juga perlu terus ditingkatkan untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
Sebaran Titik Panas di Riau dan Sumatera
Berdasarkan pantauan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru, total titik panas di Riau pada hari Minggu (28/6) tercatat sebanyak 23 titik. Angka ini menunjukkan potensi tinggi terjadinya karhutla di berbagai wilayah.
Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) menjadi wilayah dengan jumlah titik panas terbanyak, yaitu 6 titik. Selain Inhu, titik panas juga terpantau di beberapa daerah lain di Riau, seperti:
Secara keseluruhan di Pulau Sumatera, total titik panas mencapai 201. Provinsi Sumatera Selatan mendominasi dengan 58 titik, diikuti Jambi dengan 40 titik, dan Bangka Belitung dengan 30 titik.
Tingginya angka titik panas ini mengindikasikan bahwa ancaman karhutla masih sangat serius di wilayah Sumatera. Koordinasi antarlembaga dan partisipasi aktif masyarakat sangat dibutuhkan untuk pencegahan dan penanggulangan.
Sumber: AntaraNews