Jepara, sebuah kabupaten di Jawa Tengah, kembali menunjukkan komitmennya terhadap isu lingkungan melalui seni pertunjukan. Teater Lentera dari Jepara menjadwalkan pentas keliling di tiga kota besar, membawa pesan mendalam tentang kelestarian ekosistem bawah laut. Inisiatif ini muncul sebagai respons terhadap ancaman serius yang ditimbulkan oleh penambangan pasir dan akumulasi sampah di lautan.
Pentas keliling ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran publik mengenai pentingnya menjaga keseimbangan kehidupan biota laut serta terumbu karang. Rhobi Shani, Pimpinan Produksi Teater Lentera Jepara, menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar pementasan biasa. Mereka ingin mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kondisi alam, khususnya lingkungan maritim.
Dengan dukungan penuh dari Bakti Budaya Djarum Foundation, Teater Lentera akan menyambangi Blora, Banyumas, dan Cirebon. Pementasan perdana telah sukses digelar di Stadium Tirtonadi Kabupaten Blora pada Sabtu (20/6) malam. Rangkaian tur ini diharapkan dapat menjangkau audiens yang lebih luas dan menyebarkan pesan pelestarian lingkungan secara efektif.
Advertisement
Advertisement
Teater Lentera Jepara secara aktif mengusung misi pelestarian bawah laut melalui pementasan teaternya. Ancaman penambangan pasir dan sampah laut telah mengusik keseimbangan ekosistem, mengganggu kehidupan hewan laut serta terumbu karang yang vital. Rhobi Shani menegaskan bahwa pementasan ini adalah upaya konkret untuk menyuarakan keprihatinan tersebut.
Pentas keliling ini tidak hanya sekadar pertunjukan seni, tetapi juga menjadi platform edukasi bagi masyarakat. Teater Lentera berharap dapat memicu diskusi dan tindakan nyata dari berbagai kalangan untuk melindungi kekayaan bawah laut Indonesia. Misi mulia ini didukung penuh oleh Bakti Budaya Djarum Foundation, menunjukkan sinergi antara seni dan kepedulian lingkungan.
Melalui lakon yang komunikatif dan melibatkan penonton, Teater Lentera berupaya menanamkan kesadaran lingkungan sejak dini. Mereka percaya bahwa seni memiliki kekuatan untuk menggerakkan hati dan pikiran, sehingga pesan pelestarian dapat tersampaikan dengan lebih kuat dan berkesan. Upaya ini menjadi bagian dari kontribusi Teater Jepara dalam menjaga keberlanjutan alam.
Advertisement
Advertisement
Lakon yang akan dipentaskan dalam tur ini berjudul “Jarbuarong”, sebuah cerita yang berpusat pada kehidupan bawah laut. Sutradara sekaligus penulis lakon, Maseko BS, menjelaskan bahwa “Jarbuarong” adalah ikhtiar untuk mengajak masyarakat memperhatikan kondisi alam, terutama lautan. Cerita ini menggambarkan dampak aktivitas manusia terhadap koloni ikan dan terumbu karang.
Dalam penggarapan pementasan, Teater Lentera menggunakan pendekatan teater fantasi yang menarik. Pendekatan ini dipilih agar pementasan dapat dinikmati oleh segala usia, mulai dari anak-anak hingga dewasa. Harapannya, pesan pelestarian lingkungan dan laut dapat diterima dengan baik oleh seluruh lapisan masyarakat.
Maseko BS menambahkan, pementasan dikemas secara komunikatif, bahkan penonton diajak terlibat langsung di atas panggung. Penonton diberi ruang untuk pentas bareng pada adegan Jarbuarong, Silago, dan Barboron menyusun rencana strategi menghadapi Jager Tong dan Tuan Bongkeng. Keterlibatan aktif ini diharapkan dapat menciptakan pengalaman yang lebih imersif dan meninggalkan kesan mendalam bagi para penonton.
Advertisement
Advertisement
Pentas keliling Teater Lentera Jepara telah dimulai dengan sukses di Kabupaten Blora. Pementasan perdana berlangsung di Stadium Tirtonadi pada Sabtu (20/6) malam, menarik perhatian banyak penonton. Antusiasme yang tinggi menjadi modal awal untuk rangkaian tur selanjutnya.
Jadwal pementasan berikutnya akan berlanjut di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jenderal Soedirman, Banyumas, pada Minggu (28/6). Setelah itu, Teater Lentera akan melanjutkan perjalanan ke gedung kesenian Nyimas Rarasantang Kota Cirebon pada 4 Juli 2026. Setiap lokasi dipilih untuk memaksimalkan jangkauan pesan pelestarian lingkungan.
Selain pementasan, Teater Lentera juga menghadirkan lapak buku-buku sastra dan teater di setiap kota yang disinggahi. Ini merupakan upaya untuk memperkaya pengalaman budaya penonton dan mempromosikan literasi. Kehadiran lapak buku ini menambah nilai edukasi dari kegiatan pentas keliling Teater Jepara yang sarat makna.
Advertisement
Sumber: AntaraNews