Progres Pembangunan Sekolah Rakyat Kuansing Riau Capai 76 Persen, Siap Beroperasi Juli 2026
Pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Kuantan Singingi, Riau, menunjukkan progres signifikan mencapai 76 persen dan ditargetkan beroperasi Juli 2026. Fasilitas ini akan menampung 450 siswa.
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melaporkan bahwa progres pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Provinsi Riau, telah mencapai 76 persen. Proyek strategis ini diharapkan dapat berfungsi penuh pada Juli 2026 mendatang. Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis Wilayah Riau Kementerian PU, Muhammad Yudi Prasetya, menegaskan komitmen percepatan pekerjaan.
Pembangunan fasilitas pendidikan terpadu ini mencakup jenjang SD, SMP, dan SMA, serta berbagai sarana pendukung lainnya. Seluruh pekerjaan konstruksi terus digenjot dengan tetap memprioritaskan kualitas demi memastikan kenyamanan dan keamanan bagi para siswa. Target penyelesaian ini menjadi prioritas utama bagi pihak pelaksana.
Sekolah Rakyat ini dirancang untuk menampung sekitar 450 siswa dengan konsep pendidikan berasrama yang terpadu, menawarkan lingkungan belajar yang kondusif. Kehadirannya diharapkan dapat meningkatkan akses pendidikan berkualitas di Kuansing, Riau, bagi masyarakat setempat.
Percepatan Konstruksi Bangunan Utama dan Fasilitas Pendukung
Muhammad Yudi Prasetya dari Kementerian PU menjelaskan bahwa pekerjaan konstruksi terus dipercepat agar fasilitas dapat segera dimanfaatkan untuk kegiatan belajar mengajar. Bangunan utama jenjang sekolah dasar yang terdiri atas 18 ruang kelas kini telah memasuki tahap pemasangan atap dan hampir rampung. Fokus utama adalah penyelesaian tepat waktu dengan standar kualitas tinggi.
Sementara itu, gedung SMP sedang dalam proses persiapan pemasangan rangka atap, menunjukkan kemajuan yang stabil. Gedung utama SMA telah berhasil menyelesaikan pemasangan atap dan saat ini sedang memasuki tahap finishing. Progres ini mencerminkan upaya maksimal dari tim konstruksi.
Selain bangunan utama, pembangunan fasilitas pendukung lainnya juga dikebut. Ini meliputi rumah ibadah, asrama putra dan putri untuk jenjang SD, SMP, dan SMA, dapur, serta berbagai sarana penunjang lainnya. Pihak pelaksana menargetkan bangunan utama untuk proses belajar mengajar selesai pada akhir Juni 2026.
Yudi Prasetya menambahkan bahwa pihaknya bersama rekanan terus mengoptimalkan pekerjaan. Hal ini dilakukan guna memastikan seluruh target dapat tercapai sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Dengan demikian, fasilitas utama Sekolah Rakyat dapat segera digunakan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar.
Target Rampung dan Dukungan Pemerintah Daerah
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, memberikan penekanan pada target penyelesaian seluruh pembangunan. Ia meminta agar kompleks Sekolah Rakyat ini rampung sepenuhnya pada 8 Agustus 2026. Target ini sedikit lebih lambat dari target Kementerian PU untuk bangunan utama, namun mencakup seluruh kompleks.
Dengan rampungnya seluruh fasilitas, proses pembelajaran bagi peserta didik baru dapat segera dilaksanakan sesuai jadwal yang telah direncanakan sebelumnya. Plt Gubernur Riau menyatakan keyakinannya bahwa target tersebut dapat tercapai. Komitmen pemerintah daerah sangat penting dalam mendukung proyek ini.
SF Hariyanto menegaskan komitmen pemerintah untuk menghadirkan Sekolah Rakyat yang aman, nyaman, dan layak. Tujuannya adalah agar para orang tua merasa tenang ketika anak-anak mereka mengikuti pendidikan berasrama di sekolah ini. Aspek kenyamanan dan keamanan menjadi prioritas utama.
Kompleks Sekolah Rakyat Kabupaten Kuansing ini akan memiliki 20 unit bangunan. Bangunan-bangunan tersebut meliputi ruang belajar untuk jenjang SD, SMP, dan SMA, asrama peserta didik putra dan putri, asrama guru, rumah ibadah, dapur, serta beragam fasilitas pendukung lainnya.
Konsep Pendidikan Berasrama Terpadu
Sekolah Rakyat di Kabupaten Kuansing dirancang untuk melayani jenjang pendidikan mulai dari Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA). Konsep pendidikan yang diusung adalah berasrama terpadu, memberikan pengalaman belajar yang holistik. Pendekatan ini diharapkan membentuk karakter siswa secara menyeluruh.
Fasilitas ini memiliki kapasitas untuk menampung sekitar 450 siswa. Dengan konsep berasrama, siswa akan mendapatkan lingkungan yang mendukung tidak hanya dari sisi akademik tetapi juga pengembangan diri dan sosial. Hal ini bertujuan untuk menciptakan lulusan yang berdaya saing.
Pendidikan berasrama memungkinkan pengawasan yang lebih intensif terhadap perkembangan siswa. Selain itu, fasilitas pendukung seperti asrama guru dan dapur juga dirancang untuk mendukung kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah. Semua elemen ini berkontribusi pada ekosistem pendidikan yang terintegrasi.
Keberadaan Sekolah Rakyat ini diharapkan dapat menjadi model pendidikan unggulan di Riau. Dengan fasilitas yang lengkap dan konsep pendidikan yang matang, sekolah ini berpotensi mencetak generasi penerus bangsa yang berkualitas.
Sumber: AntaraNews