Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen di Banyuwangi Ditargetkan Rampung Agustus 2026

Pembangunan Sekolah Rakyat permanen berstandar internasional di Banyuwangi, yang digagas Presiden Prabowo Subianto, ditargetkan rampung Agustus 2026 untuk menampung 1.000 siswa dari keluarga kurang mampu.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen di Banyuwangi Ditargetkan Rampung Agustus 2026
Pembangunan Sekolah Rakyat permanen berstandar internasional di Banyuwangi, yang digagas Presiden Prabowo Subianto, ditargetkan rampung Agustus 2026 untuk menampung 1.000 siswa dari keluarga kurang mampu. (AntaraNews)

Pembangunan gedung Sekolah Rakyat permanen berstandar internasional di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, telah dimulai dan ditargetkan rampung pada Agustus 2026. Fasilitas pendidikan ini dirancang untuk menampung 1.000 siswa dari keluarga kurang mampu. Proyek ini merupakan inisiatif Presiden Prabowo Subianto untuk pemerataan akses pendidikan di Indonesia.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menyatakan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat ini dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) di atas lahan seluas 7 hektare. Lokasi pembangunan berada di Desa Blambangan, Kecamatan Muncar, dengan lahan yang disediakan oleh Pemerintah Kabupaten Banyuwangi. Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) bertanggung jawab dalam bidang pekerjaan umum dan sebelumnya dikenal sebagai Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) sebelum pemisahan nomenklatur selesai pada Desember 2024.

Ipuk berharap pembangunan sekolah yang mengusung arsitektur ruang sehat dan nyaman ini berjalan lancar. Desain Sekolah Rakyat juga mempertimbangkan aspek bangunan ramah lingkungan serta integrasi teknologi untuk praktik pendidikan inovatif, demi menciptakan lingkungan belajar yang optimal.

Sekolah Rakyat permanen di Banyuwangi akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas modern dan lengkap. Selain gedung sekolah utama, akan dibangun asrama putra dan putri yang terpisah untuk jenjang SD, SMP, dan SMA. Ini memastikan kenyamanan dan keamanan bagi para siswa selama menempuh pendidikan.

Fasilitas pendukung lainnya mencakup area olahraga yang memadai. Akan tersedia lapangan sepak bola, lapangan basket, dan fasilitas atletik untuk mendukung pengembangan bakat non-akademik siswa. Keberadaan fasilitas ini diharapkan mampu menunjang kegiatan ekstrakurikuler dan kesehatan fisik para pelajar.

Selain itu, kompleks Sekolah Rakyat juga akan memiliki gedung ibadah dan aula serbaguna. Desain keseluruhan bangunan direncanakan mengakomodasi arsitektur khas Banyuwangi, memberikan sentuhan budaya lokal yang kental. Lingkungan belajar yang nyaman dan aman menjadi prioritas utama dalam perancangan fasilitas ini.

Bupati Ipuk menyampaikan bahwa target penyelesaian pada Agustus 2026 akan memungkinkan siswa dari dua Sekolah Rakyat sementara yang sudah ada untuk segera pindah. Harapannya, fasilitas baru ini akan membuat anak-anak betah dan semangat belajar berkat desain yang aman, nyaman, dan fasilitas yang lengkap.

Sebelum pembangunan gedung permanen rampung, Banyuwangi telah memiliki dua Sekolah Rakyat yang beroperasi di bangunan sementara. Salah satunya adalah Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 (SRT 2) yang berlokasi di Gedung Balai Diklat PNS, Kecamatan Licin. SRT 2 telah beroperasi sejak Juli 2025.

SRT 2 melayani siswa dari jenjang SD hingga SMA dengan total 125 orang siswa. Kehadiran sekolah sementara ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam menyediakan pendidikan bagi anak-anak kurang mampu. Ini juga menjadi bukti nyata dari inisiatif pendidikan yang digagas.

Sekolah Rakyat lainnya adalah Sekolah Rakyat Terintegrasi 46 (SRT 46), yang berada di kompleks Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP), Kecamatan Muncar. SRT 46 diresmikan pada September 2025 dan juga melayani jenjang SD hingga SMA.

Jumlah siswa di SRT 46 saat ini mencapai 73 orang. Kedua sekolah sementara ini menjadi jembatan penting sebelum para siswa dapat menempati gedung permanen berstandar internasional yang sedang dibangun. Mereka memastikan keberlanjutan pendidikan bagi para penerima manfaat di Banyuwangi.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi