Mensos RI Pastikan Sekolah Rakyat Sampang Siap Tampung 1.000 Siswa, Jadi Pusat Pendidikan Madura
Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf meninjau pembangunan Sekolah Rakyat Sampang, sebuah fasilitas pendidikan yang dirancang menampung 1.000 siswa dan menjadi percontohan di Madura.
Menteri Sosial Republik Indonesia (Mensos RI) Saifullah Yusuf baru-baru ini meninjau progres pembangunan gedung Sekolah Rakyat di Kabupaten Sampang, Jawa Timur. Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan proyek berjalan sesuai target yang telah ditetapkan. Gedung ini dirancang memiliki kapasitas besar, mampu menampung hingga 1.000 orang siswa.
Lokasi pembangunan berada di Desa Batukarang, Kecamatan Camplong, Sampang, dengan luas lahan mencapai 10,4 hektare. Mensos Yusuf menekankan bahwa Sampang menjadi satu-satunya kabupaten di Pulau Madura yang telah memulai pembangunan gedung permanen untuk Sekolah Rakyat. Hal ini berkat kesiapan Pemerintah Kabupaten Sampang dalam menyediakan lahan.
Proyek pembangunan gedung Sekolah Rakyat Sampang ini ditargetkan selesai pada akhir Juni 2026. Diharapkan pada minggu kedua Juli 2026, fasilitas ini sudah bisa digunakan untuk masa pengenalan sekolah. Saat ini, progres pembangunan telah mencapai 35 persen.
Kapasitas dan Keunggulan Sekolah Rakyat Sampang
Gedung Sekolah Rakyat yang sedang dibangun di Sampang dirancang untuk menampung kapasitas hingga seribu siswa, menjadikannya fasilitas pendidikan yang signifikan di wilayah tersebut. Mensos RI Saifullah Yusuf mengungkapkan bahwa Kabupaten Sampang menjadi pelopor di Madura dalam pembangunan fasilitas ini. Ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan akses pendidikan.
Keunggulan Sampang terletak pada kesiapan Pemerintah Kabupaten dalam menyediakan lahan yang luas. Lahan seluas 10,4 hektare di Desa Batukarang, Kecamatan Camplong, jauh lebih besar dari rencana awal yang hanya 6 hektare. Ketersediaan lahan yang memadai ini memungkinkan pembangunan fasilitas yang lebih komprehensif.
Mensos Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, secara langsung meninjau lokasi pembangunan untuk memastikan kelancaran proyek. Komitmen ini menunjukkan dukungan penuh pemerintah pusat terhadap inisiatif pendidikan di daerah. Pembangunan Sekolah Rakyat Sampang diharapkan memberikan dampak positif bagi pendidikan lokal.
Progres Pembangunan dan Target Penggunaan Fasilitas
Proses pembangunan gedung Sekolah Rakyat di Sampang saat ini telah mencapai 35 persen. Angka ini menunjukkan kemajuan yang stabil menuju penyelesaian proyek. Pemerintah terus memantau agar target waktu yang telah ditetapkan dapat terpenuhi dengan baik.
Target penyelesaian proyek pembangunan Sekolah Rakyat Sampang adalah akhir Juni 2026. Setelah itu, fasilitas ini diharapkan dapat mulai digunakan pada minggu kedua Juli 2026. Periode awal penggunaan akan dimanfaatkan untuk masa pengenalan sekolah, memungkinkan siswa dan staf beradaptasi dengan lingkungan baru.
Penyelesaian tepat waktu sangat krusial mengingat peran strategis Sekolah Rakyat Sampang. Fasilitas ini akan menjadi pusat bagi siswa dari empat kabupaten di Madura. Oleh karena itu, setiap tahapan pembangunan dipastikan berjalan sesuai rencana.
Peran Strategis Sampang bagi Pendidikan Madura
Kabupaten Sampang saat ini menjadi satu-satunya wilayah di Madura yang memiliki gedung permanen untuk Sekolah Rakyat. Sementara itu, tiga kabupaten lain di Madura, yaitu Bangkalan, Pamekasan, dan Sumenep, masih dalam tahap sekolah rintisan. Kondisi ini menempatkan Sampang sebagai pusat pendidikan Sekolah Rakyat di Madura.
Mensos RI menjelaskan bahwa untuk tahun pelajaran 2026-2027, siswa Sekolah Rakyat dari keempat kabupaten di Madura akan "dititipkan" sementara di fasilitas gedung Sampang. Ini akan berlangsung sembari menunggu pembangunan gedung di kabupaten lain selesai pada tahun mendatang. Inisiatif ini menunjukkan peran sentral Sekolah Rakyat Sampang.
Kunjungan Mensos RI ke Sampang merupakan bagian dari rangkaian kunjungan kerja ke Pulau Madura. Sebelumnya, Mensos telah mengunjungi Kabupaten Pamekasan untuk bertemu dengan pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) serta siswa dan guru Sekolah Rakyat dari Pamekasan, Sumenep, dan Bangkalan. Ini menegaskan fokus pemerintah pada pemerataan pendidikan.
Sumber: AntaraNews