Mensos Targetkan 97 Sekolah Rakyat Beroperasi Juli 2026, Perluas Akses Pendidikan
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menargetkan 97 gedung permanen Sekolah Rakyat mulai beroperasi pada Juli 2026 untuk memperluas akses pendidikan bagi anak dari keluarga miskin dan rentan di seluruh Indonesia.
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf menargetkan 97 gedung permanen Sekolah Rakyat di berbagai daerah mulai beroperasi pada Juli 2026. Program ini bertujuan untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan rentan di seluruh Indonesia.
Pembangunan gedung-gedung Sekolah Rakyat ini sedang dikerjakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum. Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, menyampaikan informasi ini saat meninjau langsung pembangunan Sekolah Rakyat di Kedung Cowek, Surabaya, Jawa Timur, pada hari Minggu.
Inisiatif ini merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk membantu anak-anak yang tidak mampu, termasuk mereka yang putus sekolah atau berpotensi putus sekolah. Dengan demikian, diharapkan program ini dapat berkontribusi signifikan terhadap pengentasan kemiskinan nasional.
Progres Pembangunan dan Target Operasional Sekolah Rakyat
Dari total 97 titik pembangunan Sekolah Rakyat yang sedang berjalan, sebanyak 67 lokasi ditargetkan selesai tepat waktu. Sementara itu, sisa lokasi lainnya tetap dapat difungsikan untuk kegiatan belajar mengajar meskipun penyelesaiannya mungkin membutuhkan waktu lebih.
Pembangunan infrastruktur pendidikan ini sepenuhnya ditangani oleh Kementerian Pekerjaan Umum, memastikan standar kualitas yang memadai. Peninjauan langsung oleh Menteri Sosial Saifullah Yusuf menunjukkan komitmen pemerintah terhadap percepatan realisasi program ini.
Target operasional pada Juli 2026 menjadi indikator penting bagi pemerintah untuk segera menyediakan fasilitas pendidikan yang layak. Keberadaan Sekolah Rakyat ini diharapkan mampu menjangkau lebih banyak anak-anak yang selama ini kesulitan mengakses pendidikan formal.
Fasilitas Lengkap dan Kapasitas Besar Sekolah Rakyat
Setiap gedung permanen Sekolah Rakyat dirancang untuk menampung sekitar 1.000 siswa, mencakup jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas (SMA). Kapasitas besar ini menunjukkan skala program yang ambisius dalam menjangkau populasi siswa yang membutuhkan.
Fasilitas yang disediakan di Sekolah Rakyat sangat komprehensif, meliputi asrama untuk siswa, perpustakaan sebagai pusat sumber belajar, dan laboratorium untuk praktik ilmiah. Selain itu, terdapat juga Unit Kesehatan Sekolah (UKS) untuk layanan kesehatan dasar dan berbagai sarana kegiatan ekstrakurikuler untuk pengembangan minat dan bakat siswa.
Kelengkapan fasilitas ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan mendukung tumbuh kembang siswa secara holistik. Dengan adanya asrama, siswa dari daerah terpencil atau keluarga sangat miskin dapat memiliki tempat tinggal yang layak selama menempuh pendidikan.
Tujuan Program dan Mekanisme Pendaftaran Sekolah Rakyat
Program Sekolah Rakyat merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto, yang bertujuan untuk membantu anak-anak dari keluarga tidak mampu. Fokus utamanya adalah menjangkau mereka yang telah putus sekolah atau berisiko tinggi putus sekolah akibat keterbatasan ekonomi.
Gus Ipul menjelaskan bahwa program ini tidak membuka pendaftaran umum, melainkan menggunakan sistem penjangkauan langsung terhadap calon siswa prioritas. Pendekatan ini memastikan bahwa bantuan pendidikan benar-benar tepat sasaran kepada mereka yang paling membutuhkan.
Pemerintah menargetkan setiap kabupaten dan kota di Indonesia memiliki minimal satu gedung permanen Sekolah Rakyat. Jika target 500 gedung Sekolah Rakyat tercapai, maka program ini dapat menampung lebih dari 500.000 siswa, menjadikannya bagian integral dari upaya pengentasan kemiskinan nasional. Pemerintah Kota Surabaya juga diapresiasi karena telah mendukung percepatan pembangunan dengan menyediakan lahan yang memenuhi persyaratan.
Sumber: AntaraNews