Pemkab Rejang Lebong Biayai Pengobatan Korban Penculikan Anak, Pastikan Pemulihan Optimal

Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong menanggung penuh biaya pengobatan Daren Alpino, anak korban percobaan penculikan yang mengalami cedera serius, demi memastikan pemulihan optimal.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pemkab Rejang Lebong Biayai Pengobatan Korban Penculikan Anak, Pastikan Pemulihan Optimal
Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong menanggung penuh biaya pengobatan Daren Alpino, anak korban percobaan penculikan yang mengalami cedera serius, demi memastikan pemulihan optimal. (AntaraNews)

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, telah memastikan akan menanggung seluruh biaya pengobatan seorang anak korban percobaan penculikan. Anak tersebut diketahui mengalami cedera serius di bagian kepala dan membutuhkan penanganan medis intensif. Komitmen ini bertujuan untuk meringankan beban keluarga serta memastikan korban mendapatkan perawatan terbaik hingga pulih sepenuhnya.

Korban, Daren Alpino yang baru berusia empat tahun, merupakan warga Desa Lubuk Belimbing II, Kecamatan Sindang Beliti Ilir (SBI). Insiden percobaan penculikan yang menimpanya terjadi pada tanggal 27 April 2026 lalu, menyebabkan cedera yang mengharuskannya menjalani operasi. Saat ini, Daren sedang dalam masa pemulihan di RS AR Bunda, Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan.

Pelaksana tugas (Plt) Bupati Rejang Lebong, Hendri Praja, menegaskan bahwa kehadiran pemerintah daerah dalam kasus ini adalah untuk memastikan proses pemulihan korban berjalan lancar tanpa kendala biaya. "Pemkab Rejang Lebong akan menanggung semua biaya pengobatan Daren Alpino, anak yang mengalami cedera akibat percobaan penculikan pada 27 April 2026 lalu," kata Hendri Praja saat dihubungi di Rejang Lebong, Minggu.

Fokus Pemulihan dan Dukungan Pemerintah

Kondisi Daren Alpino menunjukkan perkembangan positif seiring berjalannya waktu. Pemerintah daerah terus memantau proses pemulihan Daren secara langsung, memberikan dukungan moral dan material yang diperlukan. Kehadiran Pemkab Rejang Lebong dalam kasus ini menunjukkan komitmen kuat terhadap perlindungan anak dan kesejahteraan warganya.

Plt Bupati Hendri Praja menyampaikan rasa syukurnya atas kondisi Alpino yang mulai membaik. "Alhamdulillah saat ini kondisi Alpino mulai membaik. Pemerintah hadir untuk melihat langsung kondisinya yang saat ini masih dalam tahap pemulihan," ujarnya. Pernyataan ini menegaskan bahwa pemerintah tidak hanya memberikan bantuan finansial, tetapi juga perhatian penuh terhadap korban.

Selain jaminan biaya pengobatan, Plt Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada para donatur. Donatur telah memberikan bantuan sukarela kepada korban sesaat setelah kejadian berlangsung. Dukungan dari berbagai pihak ini sangat berarti dalam membantu keluarga korban menghadapi masa sulit ini.

Perkembangan Penyelidikan Kasus Penculikan

Insiden percobaan penculikan yang menimpa Daren Alpino terjadi pada Senin, 27 April 2026, sekitar pukul 07.30 WIB. Pihak kepolisian, melalui Kasi Humas Polres Rejang Lebong AKP M Hasan Basri, telah mengidentifikasi dua orang terduga pelaku. Identifikasi ini menjadi langkah penting dalam penegakan hukum dan memberikan keadilan bagi korban.

AKP M Hasan Basri menjelaskan bahwa terduga pelaku berinisial S (60) dan FW (56). "Terduga pelaku S telah ditahan dan status perkaranya telah ditingkatkan dari penyelidikan ke penyidikan," jelas AKP Hasan Basri. Proses hukum terhadap S akan terus berlanjut untuk mengungkap motif dan peran pelaku dalam kasus ini.

Sementara itu, terduga pelaku FW meninggal dunia di lokasi kejadian setelah sempat diamuk massa. Hingga saat ini, jenazah FW, yang merupakan warga Kota Palembang, masih berada di RSUD Kabupaten Rejang Lebong. Pihak kepolisian masih menunggu kedatangan keluarga FW untuk proses pengambilan jenazah, guna memastikan penanganan sesuai prosedur yang berlaku.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi