Kemensos Buka Seleksi Siswa Baru Sekolah Rakyat Februari 2026: Pendidikan Gratis untuk Keluarga Miskin
Kementerian Sosial (Kemensos) akan memulai seleksi siswa baru Sekolah Rakyat pada Februari 2026, sebuah inisiatif penting untuk menyediakan pendidikan gratis dan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga miskin. Program ini merupakan bagian dari prioritas.
Kementerian Sosial (Kemensos) akan memulai proses seleksi penerimaan siswa baru Sekolah Rakyat untuk tahun ajaran 2026/2027 pada Februari 2026. Langkah ini sejalan dengan pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat di berbagai daerah di Indonesia. Program ini bertujuan utama untuk memberikan akses pendidikan gratis dan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga miskin, khususnya yang berada pada tingkat kesejahteraan terendah (Desil 1-4) dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyatakan bahwa persiapan seleksi akan dimulai pada Februari mendatang, mencakup jenjang SD, SMP, dan SMA. Jumlah siswa yang akan diterima akan sangat bergantung pada kapasitas gedung permanen yang mulai dibangun tahun ini. Inisiatif strategis ini merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan mengentaskan kemiskinan di Indonesia.
Pembangunan 104 gedung permanen Sekolah Rakyat direncanakan akan tersebar di hampir seluruh provinsi, termasuk wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), seperti Anambas di Kepulauan Riau. Proyek pembangunan ini akan dikerjakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum. Setiap gedung dirancang untuk menampung sekitar 1.000 siswa, dengan daya tampung sekitar 300 siswa baru per tahun untuk setiap jenjang pendidikan.
Peningkatan Kapasitas dan Target Penerimaan Siswa
Dengan dimulainya pembangunan 104 gedung permanen Sekolah Rakyat pada tahun ini, Kementerian Sosial menargetkan peningkatan signifikan dalam kapasitas penerimaan siswa. Setiap Sekolah Rakyat permanen dirancang untuk menampung sekitar 1.000 siswa, dengan daya tampung sekitar 300 siswa baru per tahun untuk jenjang SD, SMP, dan SMA.
Kemensos memperkirakan bahwa dengan 100 sekolah yang segera beroperasi, sekitar 30.000 siswa baru dapat diterima setiap tahun. Angka ini akan ditambah dengan sekitar 15.000 siswa dari unit yang telah berjalan, sehingga total penerimaan siswa Sekolah Rakyat pada tahun ini diperkirakan mencapai 45.000 orang. Proyeksi untuk tahun berikutnya, 2027, menunjukkan peningkatan kapasitas penerimaan siswa baru hingga sekitar 60.000 siswa, seiring bertambahnya jumlah sekolah yang beroperasi.
Pembangunan infrastruktur pendidikan ini merupakan kolaborasi penting antara Kementerian Sosial dan Kementerian Pekerjaan Umum, yang bertanggung jawab atas pelaksanaan pembangunan gedung-gedung tersebut. Gedung-gedung ini akan dibangun di berbagai provinsi, termasuk daerah-daerah 3T, untuk memastikan pemerataan akses pendidikan.
Program Prioritas dan Integrasi Kesejahteraan
Program Sekolah Rakyat dicanangkan sebagai salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto untuk mengatasi masalah pendidikan dan kemiskinan secara terpadu. Tujuannya adalah menyediakan akses pendidikan gratis dan berkualitas tinggi bagi anak-anak dari keluarga termiskin di Indonesia, yang teridentifikasi dalam Desil 1-4 Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Lebih dari sekadar penyediaan pendidikan, program ini dirancang sebagai model pengentasan kemiskinan terpadu. Sekolah Rakyat akan memadukan berbagai program unggulan pemerintah lainnya, seperti Cek Kesehatan Gratis (CKG), Makan Bergizi Gratis (MBG), jaminan kesehatan PBI-JK, Koperasi Desa Merah Putih, serta Program 3 Juta Rumah bagi keluarga siswa penerima manfaat. Integrasi program-program ini diharapkan dapat menciptakan dampak multidimensional dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga miskin.
Melalui pendekatan holistik ini, pemerintah berupaya tidak hanya memberikan pendidikan, tetapi juga memastikan kesehatan, gizi, jaminan sosial, dan hunian layak bagi keluarga penerima manfaat. Hal ini mencerminkan komitmen pemerintah untuk mengatasi akar permasalahan kemiskinan melalui berbagai intervensi yang saling mendukung.
Fasilitas dan Dukungan Pendidikan Modern
Pada tahun 2025, Kementerian Sosial telah membangun 166 titik Sekolah Rakyat rintisan yang menampung 16.000 siswa. Sekolah-sekolah ini didukung oleh 2.400 guru dan lebih dari 4.000 tenaga kependidikan untuk jenjang SD, SMP, dan SMA atau sederajat.
Kementerian Sosial memastikan bahwa seluruh Sekolah Rakyat akan dilengkapi dengan fasilitas teknologi pembelajaran modern. Ini termasuk papan interaktif digital (IFP), laptop dengan akses jaringan internet, serta seragam khusus bagi siswa, guru, dan wali asrama. Fasilitas ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan relevan dengan perkembangan zaman.
Untuk tahap awal, 166 sekolah rakyat rintisan tersebut masih memanfaatkan fasilitas milik Kementerian Sosial, Balai Latihan Kerja Kementerian Ketenagakerjaan, dan fasilitas milik pemerintah daerah. Pembangunan gedung Sekolah Rakyat permanen akan dilakukan di atas lahan yang disiapkan oleh pemerintah daerah, menandai transisi menuju fasilitas yang lebih mandiri dan representatif.
Sumber: AntaraNews