Sekolah Rakyat: Inisiatif Presiden Prabowo untuk Pendidikan Gratis dan Memutus Rantai Kemiskinan, Kini Telah Beroperasi dengan 165 Unit
Program Sekolah Rakyat yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto hadir sebagai solusi pendidikan gratis bagi masyarakat miskin, bertujuan memutus rantai kemiskinan. Penasaran bagaimana program Sekolah Rakyat ini bekerja?
Program Sekolah Rakyat, sebuah inisiatif dari Presiden Prabowo Subianto, bertujuan untuk menyediakan pendidikan gratis bagi masyarakat kurang mampu. Langkah ini diharapkan dapat menjadi kunci utama dalam memutus mata rantai kemiskinan di Indonesia. Melalui pendidikan yang berkualitas, generasi muda diharapkan mampu meraih masa depan yang lebih baik.
Wakil Menteri Sosial, Agus Jabo Priyono, menyampaikan hal tersebut dalam sebuah kesempatan baru-baru ini. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Presiden atas kehadirannya dalam acara pembekalan guru dan kepala sekolah Sekolah Rakyat. Acara penting tersebut diselenggarakan pada hari Jumat, 22 Agustus, di Jakarta International Expo Kemayoran, Jakarta Pusat.
Dalam pembekalan tersebut, Kepala Negara mengingatkan para pendidik untuk mempersiapkan dan membimbing para pemimpin muda bangsa dengan sungguh-sungguh. Mereka adalah harapan untuk mengakhiri siklus kemiskinan yang telah lama melanda negeri ini. Pesan ini menekankan pentingnya peran guru dalam membentuk masa depan bangsa.
Perkembangan dan Skala Program Sekolah Rakyat
Menurut Agus Jabo Priyono, program Sekolah Rakyat saat ini berada pada tahap awal pengembangannya. Meskipun demikian, progres yang dicapai cukup signifikan, dengan rencana pembangunan sekolah permanen di tahap selanjutnya. Inisiatif pendidikan gratis ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam pemerataan akses pendidikan.
Hingga saat ini, tercatat ada 165 unit Sekolah Rakyat yang tersebar di seluruh penjuru negeri. Jumlah siswa yang telah terdaftar mencapai 15.895 orang, terbagi dalam 641 kelompok belajar. Dukungan terhadap program Sekolah Rakyat ini juga terlihat dari partisipasi 2.407 guru dan 4.442 tenaga kependidikan yang berdedikasi.
Melihat potensi besar program ini, Wakil Menteri Sosial mengajak seluruh elemen bangsa untuk berkolaborasi dan menyukseskan program Sekolah Rakyat. Dengan sinergi yang kuat, cita-cita mewujudkan masyarakat Indonesia yang adil dan makmur, sebagaimana diamanatkan oleh para pendiri bangsa, dapat segera terwujud. Program ini adalah investasi jangka panjang untuk masa depan bangsa.
Fokus dan Anggaran Sekolah Rakyat
Sekolah Rakyat dirancang sebagai sekolah berasrama yang secara khusus diinisiasi oleh pemerintahan Presiden Prabowo. Program ini menargetkan siswa dari keluarga prasejahtera, memastikan mereka mendapatkan pendidikan yang layak tanpa terbebani biaya. Peluncuran resmi program dengan model sekolah berasrama ini direncanakan pada Juli 2025.
Para siswa di Sekolah Rakyat akan mendapatkan fasilitas pendidikan dan kebutuhan hidup di asrama secara gratis. Ini termasuk biaya sekolah, buku, hingga perlengkapan lainnya yang menunjang proses belajar mengajar. Komitmen terhadap pendidikan gratis ini diharapkan dapat menghilangkan hambatan finansial bagi anak-anak berprestasi dari keluarga kurang mampu.
Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, sebelumnya telah mengumumkan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 mengalokasikan dana sebesar Rp1.1 triliun atau sekitar US$65 juta untuk program Sekolah Rakyat. Dana ini akan digunakan terutama untuk pengadaan laptop dan seragam bagi lebih dari 15 ribu siswa. Presiden Prabowo juga menargetkan agar 200 unit Sekolah Rakyat dapat beroperasi di seluruh Indonesia pada akhir tahun ini, memperluas jangkauan pendidikan berkualitas.
Sumber: AntaraNews