Program Sekolah Rakyat Prabowo: Model Pengentasan Kemiskinan Terpadu Berbasis Pendidikan
Program Sekolah Rakyat yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto menjadi model terpadu pengentasan kemiskinan dengan pendidikan sebagai pintu utama dan pemberdayaan keluarga, menargetkan jutaan penduduk miskin di Indonesia.
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf menegaskan bahwa Program Sekolah Rakyat merupakan inisiatif pengentasan kemiskinan terpadu. Program ini dicanangkan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. Pendidikan menjadi pintu masuk utama dalam upaya meningkatkan taraf hidup masyarakat.
Dalam sebuah konferensi pers di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Mensos Saifullah menjelaskan bahwa program ini tidak hanya fokus pada siswa. Keterlibatan orang tua juga menjadi bagian krusial dari strategi pengentasan kemiskinan. Peresmian Sekolah Rakyat rintisan di Banjarbaru akan segera dilaksanakan.
“Besok yang diundang itu bukan hanya siswa, tetapi juga orang tua siswa. Karena Sekolah Rakyat adalah bagian dari pengentasan kemiskinan,” ujar Mensos Saifullah. Program ini dirancang untuk menjangkau anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Mereka selama ini kesulitan mengakses pendidikan berkualitas.
Integrasi Pendidikan dan Pemberdayaan Keluarga dalam Sekolah Rakyat
Konsep Program Sekolah Rakyat mengintegrasikan pendidikan anak dengan pemberdayaan keluarga. Pendekatan ini bertujuan menciptakan dampak yang berkelanjutan dalam pengentasan kemiskinan. Anak-anak mendapatkan akses pendidikan, sementara orang tua diberdayakan melalui berbagai program.
“Anaknya disekolahkan, orang tuanya diberdayakan. Anaknya lulus, orang tuanya naik kelas. Pendekatannya memang pengentasan kemiskinan,” cetus Mensos Saifullah. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk mengangkat seluruh anggota keluarga dari jurang kemiskinan. Program ini menjadi miniatur pengentasan kemiskinan terpadu.
Melalui pendekatan holistik ini, diharapkan terjadi peningkatan kapasitas dan daya saing. Anak-anak dari keluarga tidak mampu akan memiliki bekal yang cukup. Mereka akan mampu berkontribusi dalam menyongsong visi Indonesia Emas 2045.
Sekolah Rakyat sebagai Episentrum Program Prioritas Nasional
Dalam pelaksanaannya, Program Sekolah Rakyat menjadi episentrum berbagai program prioritas Presiden Prabowo Subianto. Berbagai inisiatif penting disatukan di bawah payung Sekolah Rakyat. Ini menciptakan sinergi untuk mencapai tujuan pengentasan kemiskinan yang lebih efektif.
Program-program yang terintegrasi antara lain:
- Program Tiga Juta Rumah: Memastikan keluarga miskin memiliki hunian layak.
- Makan Bergizi Gratis (MBG): Memenuhi kebutuhan gizi anak-anak dan keluarga.
- Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih: Memberdayakan ekonomi orang tua melalui koperasi.
- Cek Kesehatan Gratis (CKG): Menyediakan layanan kesehatan dasar tanpa biaya.
- Jaminan Kesehatan PBI-JKN: Memberikan perlindungan kesehatan bagi peserta bantuan iuran Jaminan Kesehatan Nasional.
- Bantuan Sosial dan Pemberdayaan Ekonomi: Memberikan dukungan finansial dan pelatihan keterampilan.
“Rumah dari siswa nanti akan dibantu, orang tuanya jadi anggota Koperasi Desa Merah Putih, dapat bantuan sosial sesuai periode tertentu, dapat makan bergizi dan cek kesehatan,” tambah Mensos Saifullah. Integrasi ini memastikan bantuan yang komprehensif.
Urgensi dan Capaian Program Sekolah Rakyat
Program ini dinilai krusial mengingat data kemiskinan di Indonesia. Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo memaparkan bahwa 8,57 persen atau sekitar 24 juta penduduk Indonesia masih hidup di bawah garis kemiskinan. Bahkan, 1,13 persen atau sekitar 3,17 juta penduduk masuk kategori miskin ekstrem.
Angka-angka ini menunjukkan skala tantangan yang harus dihadapi. Program Sekolah Rakyat hadir sebagai solusi konkret untuk mengatasi permasalahan tersebut. Fokus pada pendidikan dan pemberdayaan diharapkan dapat memutus rantai kemiskinan secara struktural.
Berdasarkan data Kementerian Sosial (Kemensos), hingga tahun 2025 telah dibangun 166 titik Sekolah Rakyat rintisan. Kapasitasnya mencapai sekitar 16.000 siswa. Program ini didukung oleh 2.400 guru dan lebih dari 4.000 tenaga kependidikan. Mereka tersebar pada jenjang SD, SMP, dan SMA atau sederajat.
Pemerintah dijadwalkan meresmikan ratusan Sekolah Rakyat rintisan ini secara resmi pada Senin, 12 Januari 2026. Peresmian akan digelar secara terpusat di Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Presiden Prabowo Subianto bersama jajaran Menteri Kabinet Merah Putih akan hadir langsung.
Sumber: AntaraNews