Mensos Ajak Pesantren Madura Sukseskan Program Prioritas Presiden Prabowo: Pemutakhiran Data dan Sekolah Rakyat
Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengajak pengasuh pondok pesantren di Madura untuk aktif menyukseskan program prioritas Presiden Prabowo Subianto, fokus pada pemutakhiran data dan penyelenggaraan Sekolah Rakyat.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf, atau akrab disapa Gus Ipul, mengajak seluruh pengasuh pondok pesantren di Pulau Madura, Jawa Timur, untuk turut serta menyukseskan program prioritas Presiden Prabowo Subianto. Ajakan ini disampaikan dalam Dialog Kolaborasi Program Prioritas Presiden yang berlangsung di Auditorium UIN Madura, Pamekasan, Jawa Timur, Minggu (10/5).
Gus Ipul menekankan dua program utama yang membutuhkan dukungan penuh dari komunitas pesantren, yakni pemutakhiran data sosial ekonomi dan penyelenggaraan Sekolah Rakyat. Partisipasi aktif para kiai dan santri diharapkan dapat memastikan akurasi data serta keberhasilan program pendidikan.
Kegiatan penting ini dihadiri oleh para pengasuh pondok pesantren dari Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep, serta berbagai pihak terkait lainnya. Kehadiran mereka menunjukkan komitmen bersama untuk mendukung agenda pembangunan nasional yang dicanangkan oleh Presiden.
Pentingnya Pemutakhiran Data Sosial Ekonomi Nasional
Dalam arahannya, Gus Ipul menegaskan bahwa data merupakan elemen krusial dalam pelaksanaan setiap program pemerintah agar tepat sasaran dan efektif. Oleh karena itu, pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) menjadi prioritas utama yang harus didukung oleh semua pihak, termasuk pesantren.
Proses pemutakhiran data bisa dilakukan melalui dua jalur, yaitu jalur formal dan jalur partisipasi masyarakat. Jalur formal melibatkan RT/RW, Lurah atau Kepala Desa, kemudian diteruskan ke Dinas Sosial Kabupaten/Kota dan Provinsi, hingga ditetapkan oleh Kepala Daerah.
Selain itu, masyarakat juga dapat berpartisipasi aktif melalui jalur non-formal yang lebih mudah diakses. Jalur partisipasi ini meliputi aplikasi Cek Bansos, pendamping program, Command Center, serta WhatsApp Center.
Gus Ipul mengapresiasi Kabupaten Pamekasan sebagai salah satu daerah yang menunjukkan kepedulian tinggi terhadap akurasi data. Dukungan dari pemerintah daerah dan masyarakat setempat sangat vital untuk keberhasilan program ini.
Peran Pesantren dalam Penyelenggaraan Sekolah Rakyat
Selain pemutakhiran data, Gus Ipul juga mengajak pengasuh pesantren untuk mendampingi penyelenggaraan program Sekolah Rakyat, khususnya di wilayah Madura. Ia memohon doa restu, saran, kritik, dan masukan dari para alim ulama demi kelancaran program ini.
Menteri Sosial berharap para kiai dan ulama dapat memperkuat pendidikan agama di Sekolah Rakyat. Keterlibatan ustadz atau pengajar agama sangat penting dalam pembentukan karakter siswa melalui pembinaan yang komprehensif.
Gus Ipul juga mengutarakan harapannya agar para kiai dapat memperkuat konsep boarding school. Fokus utama boarding school adalah pembinaan karakter siswa, dengan melibatkan pendidik agama secara bergantian untuk mengisi materi.
Kolaborasi Lintas Sektor Dukung Program Prioritas
Dialog kolaborasi ini menunjukkan sinergi kuat antara pemerintah pusat, daerah, dan komunitas pesantren. Acara tersebut turut dihadiri oleh Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial Kemensos Mira Riyati Kurniasih, Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos Agus Zainal Arifin, serta Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Kemensos Supomo.
Selain itu, hadir pula Rektor UIN Madura Saiful Hadi, Forkompinda Kabupaten Pamekasan, dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Se-Madura Raya. Kehadiran berbagai pihak ini menegaskan pentingnya kerja sama lintas sektor dalam mencapai tujuan program prioritas.
Partisipasi luas dari berbagai elemen masyarakat, mulai dari camat, lurah/kades, pendamping PKH, operator data desa, hingga perwakilan Lembaga Kesejahteraan Sosial, menjadi indikator komitmen bersama. Sinergi ini diharapkan mampu mempercepat realisasi program-program strategis Presiden Prabowo Subianto.
Sumber: AntaraNews