Di Hadapan Xi Jinping, Trump Cerita Sejarah Hubungan AS-China
Donald Trump menyinggung sejarah panjang hubungan AS dan China saat jamuan kenegaraan bersama Xi Jinping di Beijing, Kamis malam.
Presiden Donald Trump menyinggung sejarah panjang hubungan rakyat Amerika Serikat dan China saat menghadiri jamuan makan malam kenegaraan bersama Presiden Xi Jinping di Great Hall of the People, Kamis.
Dalam pidatonya, Trump menyebut hubungan kedua negara telah terjalin sejak masa awal berdirinya Amerika Serikat.
"Hubungan antara rakyat Amerika dan rakyat China telah terjalin sejak masa awal berdirinya AS. Konsul Amerika pertama untuk China, Samuel Shaw, tiba dengan kapal dagang AS yang mencapai pesisir pada 1784. Para pedagang China punya sebutan bagi orang-orang Amerika yaitu 'orang-orang baru'," kata Trump dikutip Antara, Jumat (15/5/2026).
Jamuan tersebut menjadi bagian dari rangkaian kunjungan kenegaraan Trump ke China setelah sebelumnya menjalani sejumlah agenda bersama Xi Jinping, mulai dari upacara penyambutan resmi, pertemuan bilateral, hingga kunjungan ke Temple of Heaven.
Trump Singgung Konfusius hingga Perang Dunia II
Trump mengatakan hubungan AS dan China berkembang menjadi salah satu hubungan paling penting dalam sejarah dunia.
"Sejak awal, warga kedua negara telah memiliki rasa saling menghormati. Salah satu Bapak Pendiri Amerika, Benjamin Franklin, menerbitkan kata-kata bijak Konfusius di surat kabarnya dan hingga hari ini, patung filsuf besar China kuno itu terukir pada bagian muka gedung Mahkamah Agung AS, dan kami sangat bangga akan hal itu," ungkap Trump.
Ia juga menyinggung hubungan historis kedua negara melalui penghormatan masyarakat China terhadap Presiden pertama AS, George Washington.
"Prasasti itu memuat kata-kata seorang pejabat China yang menyebut jenderal besar dan negarawan tersebut sebagai pahlawan di antara manusia," tambah Trump.
Trump juga menyoroti kontribusi pekerja China dalam pembangunan jalur kereta lintas Amerika Serikat, serta keterlibatan warga Amerika dalam pengembangan pendidikan dan layanan kesehatan di China.
Selain itu, ia menyinggung hubungan kedua negara saat menjadi sekutu pada masa Perang Dunia II.
Xi Jinping Diundang ke Gedung Putih
Dalam pidatonya, dirinya menyebut rakyat Amerika dan China memiliki banyak kesamaan, termasuk soal penghargaan terhadap kerja keras, keluarga, dan negara.
"Rakyat Amerika dan rakyat China memiliki banyak kesamaan. Kita menghargai kerja keras. Kita menghargai keberanian dan pencapaian. Kita mencintai keluarga kita, dan kita mencintai negara kita," kata Trump.
Ia juga menyatakan kedua negara memiliki peluang membangun masa depan yang lebih damai dan sejahtera.
"Kita mencintai anak-anak kita, kawasan ini, dan dunia. Dunia ini menjadi dunia yang istimewa ketika kedua negara kita bersatu dan berjalan bersama," ujar Trump.
Dia kemudian menyampaikan apresiasi kepada Xi Jinping atas sambutan yang diberikan selama kunjungan kenegaraannya di Beijing.
"Sambutan itu benar-benar luar biasa, tidak seperti yang lain, dan saya juga berterima kasih karena ia telah menerima kami dengan begitu ramah dalam kunjungan kenegaraan yang sangat bersejarah ini," ungkap Trump.
Di akhir pidato, Trump mengundang Xi Jinping dan Ibu Negara Peng Liyuan untuk berkunjung ke Gedung Putih pada 24 September mendatang.
"Kami menantikan kunjungan tersebut," tutup dia.