PLN Target Terangi 10.068 Desa Hingga 2029
Melalui program itu, PLN menargetkan penyambungan listrik bagi 735.658 rumah tangga yang tersebar di sekitar 5.700 desa.
PT PLN (Persero) memastikan program listrik desa akan menjangkau 10.068 lokasi hingga 2029. Program tersebut didanai melalui anggaran yang dialokasikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sebagai bagian dari upaya memperluas akses listrik bagi masyarakat di wilayah yang belum terlayani.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo mengatakan, program tersebut mengacu pada Keputusan Menteri ESDM Nomor 316 Tahun 2025 yang menjadi peta jalan pelaksanaan listrik desa periode 2025–2029.
Ia menargetkan seluruh 10.068 lokasi yang masuk dalam roadmap listrik desa telah memperoleh akses listrik pada 2029 sehingga masyarakat yang selama ini belum menikmati layanan kelistrikan dapat memperoleh pasokan listrik secara andal.
"Untuk itu harapannya adalah di tahun 2029 tadi ada total 10.068 lokasi ini yang kemarin masih dalam suasana yang gelap bisa terang," ujar Darmawan dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi XII DPR RI, Kamis (2/7).
Melalui program itu, PLN menargetkan penyambungan listrik bagi 735.658 rumah tangga yang tersebar di sekitar 5.700 desa. Untuk mendukung pelaksanaannya, PLN telah memetakan seluruh lokasi menggunakan sistem informasi geografis (GIS), termasuk menyusun rencana anggaran biaya, kebutuhan jaringan, gardu distribusi, hingga pembangkit listrik tenaga surya di wilayah yang belum terjangkau jaringan.
"Dan ini asalnya adalah dari penerbitan anggaran belanja tambahan yang menjadi bagian mata anggaran di Kementerian ESDM," jelasnya.
Rincian Anggaran
Pada tahun anggaran 2025, pemerintah menugaskan PLN membangun jaringan listrik di 1.516 lokasi dengan anggaran Rp3,6 triliun yang bersumber dari tambahan anggaran belanja Kementerian ESDM. Hingga 27 Juni 2026, sebanyak 1.433 lokasi telah selesai dikerjakan, sedangkan sisanya masih dalam tahap penyelesaian.
Sementara itu, pada tahun anggaran 2026, program akan dilanjutkan dalam dua tahap. Tahap pertama mencakup 1.520 lokasi dengan anggaran Rp4,15 triliun, sedangkan tahap kedua menyasar 1.272 lokasi dengan anggaran Rp3,36 triliun.
Menurut Darmawan, pelaksanaan program menghadapi tantangan geografis yang tidak ringan. Pembangunan jaringan dilakukan hingga ke wilayah terpencil di Papua, Kalimantan, Sulawesi, Sumatera, Nusa Tenggara, Bangka Belitung, dan Lampung yang memiliki akses medan cukup sulit.
Ia menuturkan keberhasilan pembangunan listrik desa tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, TNI, Polri, aparat desa, hingga masyarakat setempat yang ikut membantu proses pembangunan di lapangan.
"Kami menjalankan tugas ini bukan sendirian. Program ini berjalan berkat kolaborasi seluruh pemangku kepentingan sehingga masyarakat di daerah terpencil dapat menikmati listrik," katanya.