Menteri Bahlil Naikkan Target Bantuan Pasang Baru Listrik Jadi 500 Ribu RT di 2026
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengumumkan peningkatan target Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) menjadi 500 ribu rumah tangga pada 2026, demi pemerataan akses energi di seluruh Indonesia.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengumumkan peningkatan target program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL). Target ini berlaku untuk tahun 2026. Pengumuman tersebut disampaikan dalam Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) di Kompleks Parlemen, Jakarta, pada Kamis (23/1).
Awalnya, target BPBL ditetapkan untuk 250 ribu rumah tangga. Kini, jumlah tersebut dinaikkan dua kali lipat menjadi 500 ribu rumah tangga. Peningkatan target ini bertujuan mempercepat pemerataan akses listrik bagi masyarakat. Fokus utamanya adalah wilayah pedesaan yang masih minim jangkauan energi.
Langkah strategis ini diambil sebagai respons atas permintaan Komisi VII DPR. Komisi tersebut membidangi sektor ESDM. Mereka menekankan pentingnya peningkatan akses listrik. Untuk merealisasikan target ambisius ini, Bahlil meminta sinkronisasi anggaran dengan Komisi VII. Ini termasuk kemungkinan pergeseran alokasi dana dari program lain.
Peningkatan Target Bantuan Pasang Baru Listrik dan Urgensi Pemerataan Akses
Pemerintah melalui Kementerian ESDM menunjukkan komitmen kuat dalam memperluas jangkauan listrik ke seluruh pelosok negeri. Peningkatan target Bantuan Pasang Baru Listrik menjadi 500 ribu rumah tangga pada 2026 merupakan bukti nyata upaya tersebut. Keputusan ini diharapkan dapat menjawab kebutuhan dasar masyarakat akan energi listrik yang selama ini belum terpenuhi secara merata.
Akses listrik yang memadai bukan hanya tentang penerangan, tetapi juga pendorong ekonomi dan pendidikan di daerah-daerah terpencil. Dengan adanya program BPBL ini, diharapkan kualitas hidup masyarakat dapat meningkat, serta membuka peluang baru bagi pertumbuhan ekonomi lokal. Fokus utama adalah pada wilayah pedesaan yang seringkali menjadi prioritas dalam program elektrifikasi nasional.
Permintaan dari Komisi VII DPR menjadi salah satu faktor pendorong utama di balik keputusan ini. Hal ini menunjukkan adanya sinergi antara eksekutif dan legislatif dalam merumuskan kebijakan yang berpihak pada rakyat. Sinkronisasi anggaran menjadi kunci untuk memastikan program ini berjalan efektif tanpa hambatan finansial.
Alokasi Anggaran dan Prioritas Daerah 3T
Untuk mendukung peningkatan target Bantuan Pasang Baru Listrik, Menteri Bahlil Lahadalia secara aktif mencari solusi pembiayaan. Beliau mengusulkan pergeseran anggaran dari program lain agar dapat dialokasikan sepenuhnya untuk program listrik desa. Fokus pada listrik desa ini sejalan dengan visi pemerintah untuk mencapai elektrifikasi menyeluruh.
Bahlil mengungkapkan bahwa ia telah mengadakan rapat dengan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi pada Rabu (21/1) untuk membahas program-program Kementerian ESDM. Presiden Prabowo Subianto juga memberikan instruksi agar kementeriannya membuat program yang lebih berdampak.
Apabila permohonan anggaran tambahan disetujui, prioritas utama akan diberikan kepada daerah-daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar). Di wilayah-wilayah ini, pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) akan didorong secara masif. PLTS dianggap solusi tepat untuk daerah yang sulit dijangkau jaringan listrik konvensional, seperti kampung-kampung terpencil atau pulau-pulau kecil.
Capaian dan Target Elektrifikasi Nasional
Program elektrifikasi di Indonesia terus menunjukkan kemajuan. Sepanjang tahun 2025, Program Lisdes telah berhasil melistriki 77.616 pelanggan di 1.516 lokasi. Sementara itu, hingga 31 Desember 2025, program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) telah terpasang untuk 205.968 rumah tangga, menunjukkan progres yang signifikan dalam upaya pemerataan akses listrik.
Pemerintah menargetkan bahwa pada akhir 2029, seluruh desa dan dusun di Indonesia sudah teraliri listrik. Target ambisius ini mencakup sekitar 5.700 desa dan 4.400 dusun yang masih belum memiliki akses listrik. Peningkatan target BPBL menjadi 500 ribu rumah tangga pada 2026 merupakan langkah krusial untuk mencapai tujuan besar ini.
Upaya kolaboratif antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat sangat dibutuhkan untuk merealisasikan target elektrifikasi nasional. Dengan fokus pada daerah 3T dan pemanfaatan energi terbarukan seperti PLTS, diharapkan seluruh masyarakat Indonesia dapat menikmati akses listrik yang stabil dan berkelanjutan.
Sumber: AntaraNews