Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Tegaskan Komitmen Perluasan Akses Listrik Nasional, Wujudkan Pemerataan Energi

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan kembali komitmen pemerintah dalam perluasan akses listrik nasional ke seluruh pelosok negeri, memastikan pemerataan energi bagi masyarakat.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Tegaskan Komitmen Perluasan Akses Listrik Nasional, Wujudkan Pemerataan Energi
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan komitmen pemerintah dalam memperluas Akses Listrik Nasional, memastikan setiap keluarga di Indonesia dapat menikmati penerangan, pendidikan, dan informasi. (AntaraNews)

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan kembali komitmen pemerintah untuk memperluas akses listrik nasional ke seluruh wilayah Indonesia. Hal ini diwujudkan melalui program dukungan sambungan listrik baru bagi rumah tangga yang belum terjangkau.

Penyediaan akses listrik ini merupakan manifestasi kehadiran negara bagi masyarakat yang masih kesulitan mendapatkan pasokan energi. Komitmen ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup dan membuka peluang ekonomi baru.

Pernyataan tersebut disampaikan Bahlil dalam sebuah keterangan pada Sabtu (20/6), setelah menghadiri peresmian penyalaan sambungan listrik baru di Dusun Krembeng, Purworejo, Jawa Tengah, sehari sebelumnya. Acara tersebut menjadi simbolisasi dimulainya pemerataan listrik.

Komitmen Pemerintah Wujudkan Akses Listrik Nasional Merata

Bahlil Lahadalia menekankan bahwa perluasan akses listrik nasional ke komunitas yang belum terlayani dapat secara signifikan meningkatkan kualitas hidup. Listrik mendukung aktivitas sehari-hari, menciptakan peluang ekonomi baru bagi keluarga, serta memperluas akses pendidikan dan informasi.

Menteri ESDM berbagi pengalaman pribadinya, menyatakan bahwa ia lahir di desa tanpa listrik. Ini mendorongnya untuk memastikan setiap orang memiliki akses terhadap listrik sebagai infrastruktur dasar yang harus diperjuangkan.

Ia juga menegaskan bahwa negara memiliki tanggung jawab untuk memastikan akses listrik, terutama di daerah dengan jumlah pelanggan terbatas dan biaya infrastruktur tinggi. Kondisi ini seringkali membuat pengembangan jaringan tidak layak secara komersial bagi swasta.

Program Lisdes dan BPBL Dorong Pemerataan Kelistrikan

Pada Jumat (19/6), Menteri Bahlil menghadiri upacara peresmian penyalaan sambungan listrik baru di Dusun Krembeng, Desa Hadimulyo, Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Dalam kesempatan tersebut, ia secara simbolis menyalakan sakelar dan menyerahkan token listrik kepada salah satu penerima bantuan.

Program Listrik Desa (Lisdes) dan Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) adalah upaya sistematis dan terencana yang dilaksanakan pemerintah. Program ini bekerja sama dengan PT PLN (Persero) untuk membawa listrik ke daerah-daerah yang belum terjangkau.

Target utama dari program ini adalah masyarakat yang tinggal di daerah terpencil, terisolasi, atau lokasi yang belum terhubung dengan jaringan listrik PLN. Inisiatif ini krusial untuk mencapai pemerataan energi di seluruh Indonesia.

Target dan Dampak Positif Perluasan Akses Listrik

Melalui Program Lisdes, pemerintah menargetkan untuk menjangkau 1.403 lokasi di seluruh Indonesia hingga tahun 2025. Cakupan wilayah ini membentang luas, mulai dari Aceh hingga Papua Selatan, menunjukkan skala komitmen yang besar.

Sementara itu, bantuan pemasangan sambungan listrik baru bagi masyarakat kurang mampu telah direalisasikan untuk 220.845 rumah tangga. Dari jumlah tersebut, sebanyak 19.161 rumah tangga berada di Provinsi Jawa Tengah.

Perluasan akses listrik ini tidak hanya memenuhi kebutuhan dasar, tetapi juga menjadi katalisator pembangunan sosial dan ekonomi. Dengan listrik, masyarakat dapat mengakses informasi, meningkatkan produktivitas, dan mendapatkan pendidikan yang lebih baik.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi