Menteri Bahlil Lahadalia Tegaskan Komitmen Perluas Akses Listrik Nasional bagi Seluruh Rakyat
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan komitmen pemerintah dalam memperluas Akses Listrik Nasional, memastikan setiap keluarga di Indonesia dapat menikmati penerangan, pendidikan, dan informasi.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia kembali menegaskan komitmen pemerintah untuk menyediakan akses listrik yang merata bagi seluruh rakyat Indonesia. Komitmen ini diwujudkan melalui program bantuan pemasangan listrik baru yang menyasar masyarakat belum terjangkau. Langkah ini merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam memenuhi kebutuhan dasar warganya.
Penyediaan akses penerangan ini tidak hanya sekadar memenuhi kebutuhan rumah tangga, tetapi juga membawa dampak signifikan bagi peningkatan kualitas hidup. Bahlil menyatakan bahwa keberadaan listrik membuka peluang besar bagi pertumbuhan ekonomi keluarga. Selain itu, listrik juga memperluas akses terhadap pendidikan dan informasi.
Penegasan ini disampaikan Bahlil Lahadalia dalam acara penyalaan perdana bantuan pemasangan sambungan listrik baru di Dusun Krembeng, Desa Hadimulyo, Purworejo. Acara simbolis tersebut sekaligus menjadi bukti nyata upaya pemerintah dalam menjangkau wilayah terpencil.
Pentingnya Akses Listrik untuk Kemajuan Bangsa
Bahlil Lahadalia, yang memiliki latar belakang sebagai "mantan anak kampung yang lahir tanpa listrik", sangat memahami urgensi penyediaan akses listrik. Menurutnya, listrik adalah infrastruktur dasar yang krusial bagi kemajuan masyarakat. Ia menyoroti bagaimana listrik berperan penting dalam mendukung proses belajar mengajar anak-anak.
Ketersediaan listrik memungkinkan akses informasi digital yang cepat dan luas, sebuah kebutuhan esensial di era modern. Bahlil menegaskan, "Bagaimana orang bisa sekolah pintar? Bagaimana orang bisa akses informasi dari luar maupun dari dalam dengan cepat? Bagaimana anak-anak SD bisa sekolah yang baik kalau tidak ada akses digitalisasi? Jadi, saya pikir ini salah satu infrastruktur dasar yang harus dilakukan." Oleh karena itu, pemerintah memandang penyediaan listrik sebagai investasi jangka panjang bagi sumber daya manusia.
Negara memiliki kewajiban untuk hadir dan memastikan penerangan tersedia, terutama di wilayah yang secara komersial dianggap kurang layak. Wilayah-wilayah tersebut seringkali memiliki jumlah pelanggan yang sedikit dan memerlukan investasi besar. Namun, pemerintah berkomitmen untuk tetap menjangkau daerah-daerah ini demi keadilan sosial.
Program Lisdes dan BPBL: Menjangkau Wilayah Terpencil
Program Listrik Desa (Lisdes) dan Bantuan Pemasangan Sambungan Listrik Baru (BPBL) adalah inisiatif pemerintah bersama PT PLN. Program ini dirancang untuk menghadirkan listrik di lokasi yang belum terjangkau jaringan. Sasaran utamanya adalah masyarakat di daerah terpencil dan terisolir.
Hingga tahun 2025, Program Lisdes telah berhasil mencakup 1.403 lokasi yang tersebar di seluruh Indonesia. Jangkauan program ini membentang luas, mulai dari Aceh hingga Papua Selatan. Ini menunjukkan skala dan komitmen pemerintah dalam pemerataan akses listrik.
Sementara itu, bantuan pemasangan sambungan listrik baru bagi rumah tangga kurang mampu juga menunjukkan hasil yang signifikan. Sebanyak 220.845 rumah tangga telah menerima manfaat dari program ini. Khusus di Provinsi Jawa Tengah, 19.161 rumah tangga telah terlistriki berkat bantuan tersebut.
Dampak Positif Listrik bagi Kehidupan Masyarakat
Kehadiran listrik membawa perubahan fundamental dalam aktivitas rumah tangga sehari-hari. Penerangan yang memadai memungkinkan kegiatan belajar dan bekerja di malam hari. Ini secara langsung meningkatkan produktivitas dan kualitas hidup keluarga.
Lebih dari itu, listrik menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi lokal. Usaha kecil dapat beroperasi lebih lama dan efisien dengan adanya listrik. Akses terhadap informasi dan teknologi juga terbuka lebar, mendukung inovasi dan pengembangan potensi masyarakat.
Pemerintah akan terus berupaya memastikan bahwa setiap warga negara memiliki kesempatan yang sama untuk mengakses listrik. Komitmen ini tidak hanya tentang penerangan, tetapi juga tentang menciptakan masyarakat yang lebih berdaya. Hal ini sejalan dengan cita-cita pembangunan nasional yang inklusif.
Sumber: AntaraNews