DPRD Jabar Kawal Ketat Program Listrik Desa, Targetkan 100 Ribu Rumah Terang Benderang
Komisi IV DPRD Jabar kawal ketat realisasi Program Listrik Desa untuk menerangi lebih dari 100 ribu rumah tangga tidak mampu di seluruh wilayah Jawa Barat, memastikan bantuan tepat sasaran dan berkelanjutan.
Komisi IV DPRD Jawa Barat (Jabar) terus mengawal ketat realisasi Program Listrik Desa. Program ini bertujuan untuk menuntaskan rasio elektrifikasi dan menghadirkan akses listrik bagi lebih dari 100 ribu rumah tangga tidak mampu di seluruh wilayah Jawa Barat.
Ketua Komisi IV DPRD Jawa Barat, Rizaldy Danar Priambodo, mengungkapkan bahwa pekerjaan rumah pemerintah daerah masih sangat besar dalam mencapai target ini. Secara akumulatif, masih ada lebih dari 100 ribu titik rumah tangga di Jawa Barat yang membutuhkan intervensi Program Listrik Desa.
DPRD Jabar menyadari bahwa akselerasi program ini sangat bergantung pada kondisi fiskal atau kemampuan keuangan daerah. Namun, Komisi IV menegaskan komitmen untuk mendorong realisasi dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan demi kesejahteraan masyarakat.
Tantangan dan Komitmen Realisasi Listrik Desa
Program Listrik Desa di Jawa Barat menghadapi tantangan besar dalam mencapai target rasio elektrifikasi yang merata. Data menunjukkan bahwa lebih dari 100 ribu rumah tangga di provinsi ini masih belum memiliki akses listrik yang memadai. Kondisi ini menjadi fokus utama Komisi IV DPRD Jabar untuk terus mendorong pemerintah daerah.
Rizaldy Danar Priambodo menyatakan bahwa kebutuhan Program Listrik Desa di Jawa Barat masih sangat signifikan. Pihaknya berharap program ini dapat direalisasikan secara bertahap, menjangkau seluruh masyarakat yang kurang mampu. Komitmen ini menunjukkan keseriusan legislatif dalam memastikan pemerataan akses energi.
Meskipun realisasi program sangat bergantung pada kemampuan keuangan daerah, Komisi IV DPRD Jabar tetap optimistis. Mereka akan terus mendorong agar program ini dapat berjalan secara berkelanjutan. Tujuannya adalah memastikan setiap rumah tangga tidak mampu di Jawa Barat dapat menikmati fasilitas listrik.
Pengawasan dan Dampak Sosial Program Listrik Desa
Pengawasan di lapangan menjadi aspek krusial untuk memastikan bantuan sambungan listrik gratis dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat tepat sasaran. Komisi IV DPRD Jabar telah melakukan pemantauan langsung, salah satunya di Kota Cimahi. Hal ini dilakukan untuk melihat efektivitas implementasi program di masyarakat.
Dalam tinjauan di Kelurahan Cibabat, Kota Cimahi, ditemukan tujuh penerima manfaat yang telah merasakan bantuan listrik. Sambungan listrik tersebut baru berjalan satu hingga dua bulan terakhir. Rizaldy menekankan bahwa akses energi bukan hanya persoalan teknis, melainkan kebutuhan dasar yang berdampak langsung pada kesejahteraan rumah tangga.
Para penerima manfaat di Cimahi menyampaikan rasa syukur atas bantuan listrik yang diberikan. Mereka merasa sangat terbantu dalam memenuhi kebutuhan dasar rumah tangga sehari-hari. Meski implementasi di Kota Cimahi telah berjalan sesuai rencana, DPRD Jabar terus mengingatkan Pemprov Jabar untuk mempercepat realisasi program ini sebagai stimulus kesejahteraan masyarakat.
Sumber: AntaraNews