Pemerataan Listrik Barito Utara: Komitmen Pemkab Tingkatkan Akses Energi di Pedesaan
Pemerintah Kabupaten Barito Utara serius menggenjot pemerataan listrik di desa-desa terpencil, memastikan akses energi vital demi pembangunan berkelanjutan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Inisiatif ini menjadi tonggak penting bagi kemajuan wilay
Pemerintah Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, menunjukkan komitmen kuat dalam upaya peningkatan fasilitas listrik di wilayah pedesaan. Langkah ini merupakan bagian integral dari strategi pemerataan pembangunan berkelanjutan di seluruh pelosok daerah. Dengan ketersediaan listrik yang memadai, diharapkan aktivitas sehari-hari masyarakat dapat berjalan lebih baik, aman, dan produktif.
Bupati Barito Utara, Shalahuddin, menegaskan bahwa listrik adalah kebutuhan dasar masyarakat yang memiliki peran strategis. Energi listrik mampu mendorong pembangunan yang merata dan berkelanjutan, khususnya di wilayah desa. Pemasangan jalur listrik ini menjadi wujud nyata kehadiran pemerintah dalam memastikan masyarakat desa mendapatkan akses kelistrikan yang aman dan berkelanjutan.
Komitmen ini diwujudkan melalui pemancangan tiang listrik pertama di Kecamatan Teweh Timur pada Rabu, 14 Januari 2026. Acara tersebut menandai dimulainya pemasangan jalur listrik di sejumlah desa, termasuk Desa Benangin I RT 05 dan RT 06, Desa Benangin II RT 04, Desa Benangin III, serta Desa Sampirang II. Kegiatan penting ini turut dihadiri oleh Wakil Bupati Barito Utara Felix Sonadie Y Tingan, Sekretaris Daerah Muhlis, serta sejumlah kepala dinas terkait.
Komitmen Pemerintah Daerah untuk Pemerataan Listrik
Pemerintah Kabupaten Barito Utara memandang listrik bukan sekadar penerangan, melainkan bagian dari hajat hidup orang banyak. Bupati Shalahuddin menekankan bahwa pembangunan infrastruktur kelistrikan adalah penunjang utama dalam berbagai sektor kehidupan. Ini mencakup pendidikan, kesehatan, perekonomian, hingga peningkatan kesejahteraan sosial masyarakat.
Inisiatif ini secara langsung menyasar desa-desa yang selama ini mungkin memiliki keterbatasan akses terhadap listrik. Dengan fokus pada pemerataan listrik Barito Utara, pemerintah daerah berupaya mengurangi kesenjangan antara wilayah perkotaan dan pedesaan. Hal ini sejalan dengan tujuan pembangunan inklusif yang menempatkan masyarakat sebagai subjek pembangunan.
Kehadiran listrik di desa-desa tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Selain itu, juga menjadi awal yang baik dalam pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Kecamatan Teweh Timur. Pemerintah mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga dan merawat fasilitas ini agar dapat dimanfaatkan secara maksimal demi kesejahteraan bersama.
Listrik sebagai Penunjang Kehidupan dan Pembangunan
Listrik memiliki dampak multidimensional yang signifikan terhadap kualitas hidup masyarakat dan laju pembangunan. Di sektor pendidikan, ketersediaan listrik memungkinkan anak-anak belajar di malam hari dan memfasilitasi penggunaan teknologi digital. Ini penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan di daerah terpencil.
Dalam bidang kesehatan, listrik mendukung operasional fasilitas kesehatan, penyimpanan obat-obatan yang memerlukan suhu tertentu, serta penggunaan alat medis. Sementara itu, dari sisi ekonomi, listrik dapat memacu pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di desa. Hal ini karena memungkinkan penggunaan mesin produksi dan akses informasi pasar yang lebih luas.
Perwakilan Manajer UP2K PLN Kalteng, Alqindy, menjelaskan bahwa proyek ini merupakan hasil kerja sama solid antar instansi. Ia menyampaikan pesan pimpinan PLN bahwa menyambungkan listrik ke pelosok adalah misi kemanusiaan. Menurut Alqindy, membangun listrik adalah tugas mulia untuk memerdekakan seluruh pelosok dari kegelapan.
Sinergi dan Gotong Royong dalam Pembangunan Infrastruktur
Proyek pemasangan jalur listrik di Barito Utara ini tidak hanya melibatkan pemerintah daerah dan PLN, tetapi juga partisipasi aktif masyarakat. Bupati Shalahuddin memberikan apresiasi atas pelaksanaan pemasangan jalur listrik yang dilakukan secara gotong royong. Hal ini mencerminkan nilai kebersamaan dan kepedulian sosial yang tinggi di tengah masyarakat.
Shalahuddin menegaskan bahwa pembangunan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama. Semangat gotong royong inilah yang menjadi kekuatan utama dalam membangun desa. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan pihak swasta seperti PLN sangat krusial untuk mencapai tujuan pembangunan.
Pelaksana Tugas Camat Teweh Timur, Mundawan, menilai langkah ini sebagai tonggak strategis dalam meningkatkan kualitas hidup warganya. Ia menyebut kehadiran PLN adalah wujud nyata kehadiran negara di tengah masyarakat. Kerja sama yang solid antar instansi ini menjadi kunci keberhasilan proyek infrastruktur berskala besar.
Harapan dan Manfaat Hadirnya Listrik di Pedesaan
Kehadiran listrik di desa-desa seperti Benangin dan Sampirang diharapkan dapat memacu kemajuan desa agar setara dengan wilayah perkotaan. Peningkatan akses listrik 24 jam ini diharapkan dapat mendorong perekonomian masyarakat dan mendukung pemerataan pembangunan infrastruktur energi secara menyeluruh.
Bupati Barito Utara menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada PT PLN Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan (UP2K) Kalimantan Tengah, Pemerintah Kecamatan Teweh Timur, para kepala desa, serta seluruh masyarakat. Partisipasi aktif semua pihak sangat mendukung kelancaran pelaksanaan pemasangan jalur listrik ini.
Manfaat listrik tidak hanya terbatas pada penerangan, tetapi juga membuka peluang baru bagi pengembangan potensi lokal. Dengan listrik, desa-desa dapat lebih mudah mengakses informasi, mengembangkan industri rumahan, dan meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan. Ini adalah langkah maju menuju Barito Utara yang lebih maju dan sejahtera.
Sumber: AntaraNews