113 Calon Haji Barito Utara Ikuti Tes Kebugaran, Pastikan Kesiapan Fisik Optimal
Sebanyak 113 calon haji dari Barito Utara menjalani Tes Kebugaran Calon Haji untuk memastikan kondisi fisik prima sebelum keberangkatan ke Tanah Suci, demi ibadah yang lancar dan mabrur.
Muara Teweh, 12 April 2026 – Sebanyak 113 calon haji (calhaj) asal Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, mengikuti kegiatan pengukuran kebugaran jasmani. Kegiatan ini dilaksanakan pada Minggu, 12 April, di Muara Teweh, dengan tujuan utama memastikan kesiapan fisik para calon jamaah dalam menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji di Tanah Suci.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Barito Utara, Inayastika, menjelaskan bahwa tes kebugaran ini merupakan indikator penting. Hal ini tidak hanya untuk memastikan kemampuan finansial dan spiritual, tetapi juga kesiapan fisik yang baik, khususnya dari aspek kardiovaskular atau jantung dan paru-paru.
Kegiatan ini diawali dengan pemeriksaan kesehatan awal seperti pengukuran tekanan darah, berat badan, dan lingkar perut, guna menjamin keamanan peserta saat mengikuti tes. Pembukaan resmi kegiatan Pengukuran Kebugaran Calon Jamaah Haji Kabupaten Barito Utara Tahun 2026 dilakukan oleh Kepala Dinas Kesehatan Barito Utara, Pariadi AR, dengan harapan seluruh calon haji diberikan kesehatan dan kelancaran.
Pentingnya Kesiapan Fisik dalam Ibadah Haji
Ibadah haji bukan hanya perjalanan spiritual, tetapi juga menuntut kesiapan fisik yang optimal dari setiap jamaah. Kepala Dinas Kesehatan Barito Utara, Pariadi AR, menegaskan bahwa rangkaian ibadah haji seperti tawaf, sa’i, dan wukuf memerlukan stamina yang prima.
Oleh karena itu, kemampuan kesehatan atau istithaah menjadi syarat utama agar jamaah dapat melaksanakan ibadah dengan aman, lancar, dan mandiri. Pengukuran kebugaran ini bertujuan untuk mengetahui kondisi fisik calon jamaah haji sejak dini, sekaligus memberikan rekomendasi latihan yang sesuai sebagai persiapan sebelum keberangkatan ke Tanah Suci.
Pariadi juga menekankan bahwa kondisi kesehatan jamaah bersifat dinamis, sehingga perlu dijaga dan ditingkatkan secara berkelanjutan, terutama setelah ditetapkan memenuhi syarat istithaah kesehatan hingga menjelang keberangkatan. Dengan demikian, tes kebugaran menjadi langkah proaktif dalam memastikan setiap calon haji memiliki fondasi kesehatan yang kuat.
Metode dan Pelaksanaan Tes Kebugaran Calon Haji
Pelaksanaan tes kebugaran bagi calon haji Barito Utara disesuaikan dengan kondisi masing-masing peserta. Inayastika menjelaskan bahwa untuk jamaah di bawah usia 60 tahun, metode Rockport digunakan, yaitu dengan berjalan cepat atau jogging sejauh 1,6 kilometer.
Sementara itu, bagi jamaah lanjut usia atau yang memiliki faktor risiko kesehatan, metode yang diterapkan adalah jalan selama 6 menit. Melalui tes ini, tingkat kebugaran jamaah dapat diketahui, apakah berada pada kategori kurang, cukup, baik, atau sangat baik.
Hasil dari tes ini akan menjadi dasar penting dalam memberikan rekomendasi latihan fisik lanjutan sebelum keberangkatan, memastikan program persiapan fisik yang lebih personal dan efektif. Pemeriksaan kesehatan awal yang meliputi pengukuran tekanan darah, berat badan, dan lingkar perut juga menjadi bagian integral dari proses ini untuk memastikan keselamatan peserta.
Rekomendasi dan Harapan untuk Calon Haji
Melalui kegiatan tes kebugaran ini, Dinas Kesehatan Barito Utara berharap calon jamaah haji dapat mempersiapkan diri secara optimal. Inayastika berharap jamaah dapat menjaga dan meningkatkan kebugaran fisiknya, sehingga mampu melaksanakan ibadah haji dengan nyaman, mandiri, dan memperoleh haji yang mabrur.
Pariadi menambahkan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat membuat para calon jamaah memahami kondisi tubuhnya dan mulai menerapkan pola hidup sehat. Ini termasuk menjaga pola makan bergizi dan rutin berolahraga minimal tiga kali dalam seminggu.
Seluruh peserta juga diingatkan untuk mengikuti rangkaian tes kebugaran dengan jujur sesuai kemampuan masing-masing dan tidak memaksakan diri jika kondisi tidak memungkinkan. Hasil tes ini diharapkan menjadi acuan untuk meningkatkan kebugaran secara bertahap di rumah, demi kelancaran ibadah haji hingga kembali ke Tanah Air dengan predikat haji yang mabrur.
Sumber: AntaraNews