PLN Targetkan 12 Desa di Kotawaringin Timur Terjangkau Listrik pada Maret 2026: Pemerataan Listrik Desa Kotim Makin Nyata

PLN menargetkan 12 desa di Kotawaringin Timur terjangkau jaringan listrik pada Maret 2026. Ini adalah bagian dari upaya pemerataan Listrik Desa Kotim di Kalimantan Tengah.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
PLN Targetkan 12 Desa di Kotawaringin Timur Terjangkau Listrik pada Maret 2026: Pemerataan Listrik Desa Kotim Makin Nyata
PLN menargetkan 12 desa di Kotawaringin Timur terjangkau jaringan listrik pada Maret 2026. Ini adalah bagian dari upaya pemerataan Listrik Desa Kotim di Kalimantan Tengah. (AntaraNews)

PLN menargetkan 12 desa di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) akan terjangkau jaringan listrik pada Maret 2026. Proyek ini merupakan bagian dari peta jalan pembangunan listrik desa (lisdes) yang ambisius di Kalimantan Tengah. Inisiatif ini bertujuan untuk memastikan pemerataan akses energi bagi masyarakat pedesaan, mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.

Manajer Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan Kalimantan Tengah (UP2K Kalteng), Sugianto, menyatakan bahwa 33 desa akan dikerjakan mulai November ini. Dari jumlah tersebut, 12 desa berlokasi di Kotim, menunjukkan fokus signifikan pada wilayah tersebut. Pendanaan proyek ini bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025, sebuah langkah strategis pemerintah.

Pelaksanaan proyek ini menggunakan anggaran tambahan belanja yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan (DJK) Kementerian ESDM. DJK memberikan penugasan kepada Divisi Lisdes, yang kemudian diteruskan ke UP2K Kalteng di Palangka Raya. Langkah strategis ini diharapkan dapat mempercepat realisasi listrik masuk desa di seluruh wilayah Kalimantan Tengah, mengurangi kesenjangan infrastruktur.

Percepatan Pembangunan Jaringan Listrik Desa di Kotim

Program pembangunan jaringan listrik di Kotim akan melibatkan penarikan Jaringan Tegangan Menengah (JTM) sepanjang sekitar 156,68 km. Selain itu, Jaringan Tegangan Rendah (JTR) juga akan dibangun sekitar 57,12 km untuk menjangkau rumah-rumah warga secara langsung. Total kapasitas gardu distribusi yang akan dipasang mencapai 1.450 kVA, memastikan pasokan listrik yang memadai dan stabil bagi masyarakat.

Proyek ini dirancang untuk melayani sebanyak 1.626 calon pelanggan baru di desa-desa sasaran yang belum memiliki akses listrik. Setiap pekerjaan pembangunan jaringan listrik desa ini disertai pemasangan gardu distribusi yang krusial. Gardu-gardu ini berfungsi menyalurkan listrik secara efisien dari jaringan utama ke setiap rumah tangga, mendukung aktivitas sehari-hari.

Sugianto menegaskan komitmen PLN untuk memastikan seluruh proses terpenuhi dengan standar kualitas tinggi. Tujuannya adalah agar masyarakat dapat segera menikmati layanan listrik yang andal dan berkualitas, meningkatkan taraf hidup mereka. Upaya ini merupakan bagian integral dari visi pemerataan akses energi di seluruh pelosok negeri, termasuk pembangunan Listrik Desa Kotim.

Daftar Desa Penerima Manfaat Listrik Desa Kotim

Sebanyak 12 desa di Kotawaringin Timur akan menjadi penerima manfaat langsung dari program pembangunan jaringan listrik baru ini. Desa-desa tersebut tersebar di dua kecamatan utama, menunjukkan cakupan yang luas dalam upaya pemerataan Listrik Desa Kotim. Ini adalah langkah konkret untuk membawa listrik ke daerah terpencil.

Di Kecamatan Cempaga Hulu, desa yang akan terjangkau meliputi Desa Selucing dan Tumbang Koling. Sementara itu, di Kecamatan Bukit Santuai, terdapat lebih banyak desa yang akan mendapatkan akses listrik. Desa-desa tersebut adalah Tumbang Batu, Luwuk Bagantung, Tumbang Tawan, Tumbang Torung, Tewai Hara, Tumbang Getas, Tumbang Sapia, Tumbang Kania, Tumbang Payang, dan Tumbang Saluang.

Beberapa desa lain juga akan menjadi titik pengambilan jaringan listrik baru, berperan sebagai hub distribusi. Desa-desa seperti Batu Agung, Pundu, dan Damar Makmur memungkinkan untuk ditarik jaringan secara teknis. Hal ini secara teknis mendukung perluasan cakupan layanan listrik ke wilayah sekitarnya yang belum terjamah.

Roadmap dan Anggaran untuk Pemerataan Listrik

Peta jalan pembangunan listrik desa ini telah resmi masuk dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025. Anggaran tambahan belanja yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan (DJK) Kementerian ESDM menjadi dasar pelaksanaannya. Penugasan ini diberikan kepada Divisi Lisdes dan kemudian diturunkan ke UP2K Kalteng untuk eksekusi lapangan.

Sugianto menjelaskan bahwa PLN telah menyusun roadmap komprehensif untuk pemerataan listrik di seluruh Kalimantan Tengah. Target penyelesaian untuk seluruh desa di wilayah ini adalah pada tahun 2029, menunjukkan visi jangka panjang. Pengerjaan akan dilakukan secara bertahap, dimulai dari tahun 2025 hingga 2029, memastikan keberlanjutan proyek.

"Jadi untuk listrik masuk desa ini kami sudah menyusun roadmap dengan target penyelesaian untuk seluruh desa wilayah Kalimantan Tengah pada 2029. Pengerjaan dilakukan bertahap mulai dari 2025 ini sampai 2029," kata Sugianto, menegaskan komitmen PLN. Komitmen ini menunjukkan upaya serius pemerintah dan PLN dalam mewujudkan akses listrik yang merata dan adil bagi seluruh masyarakat.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi