Gedung Putih Sebut AS dan China Capai Kesepakatan Baru soal Perdagangan dan Keamanan
Donald Trump dan Xi Jinping menyepakati stabilisasi hubungan AS-China, termasuk kerja sama perdagangan, investasi, dan keamanan global.
Presiden Donald Trump dan Presiden Xi Jinping mencapai kesepakatan untuk menstabilkan hubungan antara Amerika Serikat dan China dalam kunjungan kenegaraan Trump ke Beijing.
Dalam pernyataan resmi Gedung Putih pada Minggu (17/5/2026), kedua pemimpin sepakat membangun hubungan konstruktif yang didasarkan pada stabilitas strategis, keadilan, dan timbal balik.
Pertemuan tersebut menjadi kunjungan pertama presiden AS ke China sejak 2017.
Gedung Putih menyebut Trump dijadwalkan menyambut Xi Jinping di Washington pada musim gugur tahun ini.
Kedua negara juga menyatakan komitmen saling mendukung sebagai tuan rumah KTT G20 dan APEC pada akhir 2026.
Bahas Iran, Korea Utara hingga Selat Hormuz
Selain hubungan bilateral, Trump dan Xi turut membahas sejumlah isu keamanan internasional.
Keduanya sepakat bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir dan menyerukan pembukaan kembali Selat Hormuz.
Dalam pernyataan tersebut juga disebutkan tidak boleh ada negara atau organisasi yang memberlakukan bea masuk di jalur pelayaran strategis tersebut.
Trump dan Xi juga menegaskan kembali komitmen bersama terkait denuklirisasi Korea Utara.
Sebagai bagian dari kesepakatan baru, AS dan China membentuk dua lembaga bilateral yakni Dewan Perdagangan AS-China dan Dewan Investasi AS-China.
Dewan Perdagangan akan fokus mengelola perdagangan barang non-sensitif, sementara Dewan Investasi menjadi forum pembahasan isu investasi antar pemerintah.
China Tingkatkan Pembelian Produk AS
Kesepakatan juga mencakup sejumlah komitmen ekonomi dari China.
Beijing disebut akan mengambil langkah untuk mengatasi kekhawatiran AS terkait pasokan logam tanah jarang dan mineral penting seperti yttrium, scandium, neodymium, dan indium.
China juga menyetujui pembelian awal 200 pesawat dari Boeing untuk maskapai penerbangannya. Kesepakatan itu menjadi komitmen pembelian pesawat Boeing pertama sejak 2017.
Di sektor pertanian, China berjanji membeli sedikitnya 17 miliar dolar AS produk pertanian Amerika Serikat setiap tahun pada periode 2026 hingga 2028.
Selain itu, Beijing memulihkan akses pasar untuk daging sapi AS dengan memperbarui izin lebih dari 400 fasilitas daging sapi Amerika yang sebelumnya kedaluwarsa.
China juga kembali membuka impor unggas dari sejumlah negara bagian AS yang dinyatakan bebas flu burung patogenik tinggi oleh Departemen Pertanian AS.