Evaluasi Papan Interaktif Digital: 98 Persen Siswa Mudah Memahami Pelajaran
98 persen siswa mengaku lebih memahami materi yang diajarkan. Rinciannya, 55,4 persen murid merasa paham dan 42,6 persen lainnya merasa sangat paham.
Hasil evaluasi Pemerintah menunjukkan, penggunaan Papan Interaktif Digital (PID) dalam Program Digitalisasi Pembelajaran memberikan dampak positif dalam proses belajar mengajar. Hasil evaluasi menunjukkan sebanyak 98 persen siswa mengaku lebih memahami materi yang diajarkan.
Dalam konferensi pers Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) di Jakarta, Kamis (2/7), Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari menilai pengadaan PID telah memberikan manfaat yang semakin terasa di ruang-ruang kelas.
Qodari mengutip hasil evaluasi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terhadap pemanfaatan perangkat digitalisasi pembelajaran yang dilaksanakan pada Februari hingga Maret 2026.
Evaluasi tersebut melibatkan 241.689 siswa, 182.695 tenaga pendidik, dan 88.135 kepala sekolah sebagai responden, dengan hasil yang menunjukkan perubahan nyata dalam proses pembelajaran.
"Sebanyak 99,5 persen siswa menyatakan bahwa pembelajaran menggunakan PID jauh lebih menarik," kata Qodari.
Dari sisi pemahaman materi, lanjut Qodari, 98 persen siswa mengaku lebih memahami materi yang diajarkan. Rinciannya, 55,4 persen murid merasa paham dan 42,6 persen lainnya merasa sangat paham.
"Dari sisi guru, mayoritas mulai beralih ke metode pembelajaran yang lebih interaktif dan variatif, serta melaporkan bahwa murid menjadi lebih aktif dan antusias di kelas," imbuh Qodari.
Program Digitalisasi Pembelajaran terus menunjukkan perkembangan, dari tahap penyediaan perangkat menuju pemanfaatan teknologi secara nyata dalam proses pembelajaran. Menurutnya, program ini telah menjangkau ratusan ribu sekolah di seluruh Indonesia, termasuk di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
"Ke depan, pemerintah akan terus memperkuat infrastruktur pendukung, pelatihan guru, serta pengembangan konten digital, demi memastikan setiap anak Indonesia mendapatkan akses pendidikan yang berkualitas dan merata," tutup Qodari.