Kemensos dan RSDP Serang Gelar Operasi Katarak Gratis, Pulihkan Penglihatan 87 Warga
Kemensos dan RSDP Serang sukses menggelar operasi katarak gratis bagi 87 warga Kabupaten Serang, Banten. Program ini memulihkan penglihatan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Kementerian Sosial (Kemensos) berkolaborasi dengan Rumah Sakit dr. Drajat Prawiranegara (RSDP) Serang dan Sentra Galuh Pakuan Bogor mengadakan bakti sosial operasi katarak gratis. Kegiatan ini ditujukan bagi masyarakat Kabupaten Serang, Banten, yang membutuhkan penanganan medis. Sebanyak 87 warga berhasil lolos skrining dan siap menjalani tindakan operasi untuk memulihkan penglihatan mereka.
Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah, menyampaikan bahwa dari total 250 pendaftar, 87 orang dinyatakan stabil dan memenuhi syarat medis untuk dioperasi. Kriteria penerima manfaat adalah warga yang termasuk dalam desil 1 hingga 5, memastikan bantuan tepat sasaran kepada mereka yang paling membutuhkan. Program ini diharapkan dapat membawa dampak positif signifikan bagi kehidupan sehari-hari para penerima.
Operasi katarak gratis ini merupakan upaya nyata pemerintah untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat yang terganggu akibat masalah penglihatan. Banyak warga mengeluhkan kondisi katarak yang telah diderita selama satu hingga lima tahun, menghambat produktivitas dan aktivitas sehari-hari mereka. Kolaborasi lintas sektoral ini menjadi solusi penting bagi permasalahan kesehatan mata di daerah tersebut.
Kolaborasi Lintas Sektoral Tingkatkan Kualitas Hidup Warga
Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah, atau akrab disapa Zakiyah, menyampaikan apresiasi mendalam kepada Menteri Sosial Saifullah Yusuf atas inisiatif program ini. Menurutnya, program yang digelar ini dinilai sangat membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat setempat. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam memberikan pelayanan kesehatan yang merata.
Zakiyah menambahkan, banyak warga yang produktivitasnya terhambat karena menderita katarak selama bertahun-tahun. Dengan adanya operasi katarak gratis ini, diharapkan warga bisa kembali melihat normal dan beraktivitas seperti sedia kala. Hal ini tentu akan berdampak positif pada perekonomian keluarga dan kesejahteraan umum.
Kolaborasi antara Kemensos, RSDP Serang, Sentra Galuh Pakuan Bogor, dan dukungan dari Persatuan Dokter Mata Indonesia (Perdami) Banten, menjadi kunci keberhasilan acara ini. Sinergi berbagai pihak membuktikan bahwa masalah kesehatan masyarakat dapat diatasi melalui kerja sama yang solid. Upaya ini patut dicontoh sebagai model pelayanan publik yang efektif.
Skrining Ketat Pastikan Keamanan Operasi Katarak
Direktur Utama RSDP Serang, Rachmat Setiadi, menjelaskan bahwa sebelum menjalani operasi, semua peserta harus melewati pemeriksaan kesehatan menyeluruh. Proses skrining ini meliputi pengecekan gula darah hingga tekanan darah untuk memastikan kondisi pasien stabil. Langkah ini krusial demi menjamin keamanan dan kelancaran prosedur medis.
Dari hasil pemeriksaan ketat tersebut, 87 orang dinyatakan memenuhi syarat medis dan siap untuk menjalani tindakan operasi katarak. Skrining yang cermat ini penting untuk mengamankan proses operasi dan meminimalkan risiko komplikasi. Kesehatan dan keselamatan pasien menjadi prioritas utama bagi tim medis yang terlibat.
Program operasi katarak gratis ini bukan hanya sekadar tindakan medis, tetapi juga merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap kesehatan mata masyarakat. Dengan prosedur yang terstandar dan aman, diharapkan pasien dapat pulih sepenuhnya. RSDP Serang berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.
Edukasi dan Sosialisasi Berkelanjutan untuk Masyarakat
Rachmat Setiadi menambahkan bahwa program operasi katarak gratis ini merupakan agenda rutin RSDP Serang yang kini berkolaborasi dengan Kemensos dan Dinas Sosial. Kolaborasi ini memperluas jangkauan layanan kesehatan mata bagi masyarakat. Inisiatif semacam ini sangat penting untuk menjangkau lebih banyak individu yang membutuhkan.
Pihak RSDP Serang terus menyosialisasikan program ini agar masyarakat yang mengalami gangguan penglihatan dapat segera tertangani. Edukasi mengenai pentingnya deteksi dini dan penanganan katarak juga menjadi bagian dari upaya ini. Tujuannya adalah agar tidak ada lagi warga yang menderita katarak tanpa penanganan yang layak.
"Ini adalah upaya pemerintah agar masyarakat bisa melihat terang dan membaca lagi," ujar Rachmat Setiadi. Ia berharap ke depan masyarakat, baik warga Kabupaten maupun Kota Serang, lebih antusias memanfaatkan fasilitas gratis ini. Dengan demikian, kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan dapat meningkat secara signifikan.
- Jumlah pendaftar awal: 250 orang.
- Jumlah warga yang lolos skrining dan siap operasi: 87 orang.
- Kriteria penerima manfaat: Warga desil 1 hingga 5.
- Durasi keluhan katarak warga sebelum operasi: Satu hingga lima tahun.
Sumber: AntaraNews